Menurut Kepala Penelitian CryptoQuant Julio Moreno mengatakan kenaikan Bitcoin (BTC) baru-baru ini yang sempat sentuh US$79 ribu didorong oleh lonjakan permintaan pasar derivatif atau futures market.
Menurutnya, kenaikan tersebut dapat terjadi dalam jangka pendek yang memungkinkan para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung. Sebab, permintaan pada pasar spot masih menyusut.
“Kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini sepenuhnya didorong oleh permintaan di pasar kontrak berjangka abadi. Sementara itu, permintaan spot masih terus menyusut (meskipun dengan laju yang lebih lambat). Terdapat risiko koreksi jika para pedagang mulai mengambil untung sementara permintaan spot terus menyusut,” ucapnya melansir akun X miliknya pada Kamis (23/04).
Adapun, ia melihat pergerakan yang sama dan pernah terjadi pada bulan Januari lalu, ketika harga Bitcoin mencapai puncaknya di US$98.000 pada Rabu (22/04) kemarin.
Selain itu, faktor pendorong kenaikan Bitcoin ini juga dipicu oleh meredanya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Secara, Presiden AS Donald Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata terhadap Teheran.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).


