
Pasar saham China mengalami penurunan setelah kembali dibuka usai libur panjang Tahun Baru Imlek. Diketahui, Indeks CSI 300 merosot hingga 0,6%. Sementara itu, Indeks Hang Seng China Enterprises anjlok lebih dari 2% setelah sehari sebelumnya sempat melonjak 3,5% dengan perusahaan e-commerce menjadi sektor yang paling terpukul.
Kondisi ini semakin memburuk setelah laporan mengenai keputusan Layanan Pos AS yang menangguhkan sementara pengiriman paket dari China dan Hong Kong. Langkah tersebut terjadi setelah China dan AS saling memberlakukan tarif baru terhadap barang impor mereka.
Pasalnya, meski ada harapan kesepakatan dagang bisa dicapai, ketidakpastian yang tinggi membuat investor memilih untuk mengurangi risiko investasi mereka.
"Persaingan dagang antara AS dan China tampaknya semakin meningkat, dan kebijakan tarif yang ada saat ini mungkin hanya awal dari eskalasi lebih lanjut," ujar Direktur Investasi di abrdn Plc Singapura Xin-Yao Ng.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan ia tidak terburu-buru untuk berbicara dengan Presiden China . Adapun, nilai tukar yuan China melemah 04% pada saat yang sama.
Dengan demikian, peningkatan ketegangan dagang, serta pelemahan saham dan yuan dapat memberikan dampak pada industri cryptocurrency. Pasalnya, investor dapat beralih ke aset digital seperti Bitcoin (BTC) sebagai nilai lindung terhadap volatilitas pasar tradisional.
-# Image Source: Reuters