Rupiah kembali terpuruk hingga menyentuh Rp17.000 per US$ pada Senin (9/3) seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar global.
Salah satu pemicunya adalah lonjakan tajam harga minyak dunia, di mana minyak mentah jenis WTI melonjak sekitar 30% hingga menembus US$119 per barel.
Kenaikan harga energi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Salah satunya setelah depot minyak Shahran di Iran dilaporkan terbakar usai serangan yang dilancarkan oleh AS-Israel.
Ketidakpastian pasar juga meningkat setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan tewas.
Figur Mojtaba yang dikenal dekat dengan kelompok garis keras dinilai memperkuat kekhawatiran pasar bahwa Iran kemungkinan tidak akan segera melunak dalam konflik dengan AS dan Israel.
Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran terhadap inflasi global, yang pada akhirnya ikut menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Gimana menurutmu?