Mantan pemain National Football League (NFL) Russell Okung mencatat keuntungan besar setelah mengonversi sebagian gajinya ke Bitcoin (BTC) pada 2020 silam, yang kini bernilai sekitar US$18,7 juta atau setara Rp321 miliar.
Keputusan tersebut bermula saat Okung menerima kontrak senilai US$13 juta, dengan US$6,5 juta di antaranya dialihkan menjadi Bitcoin melalui layanan pembayaran digital Strike yang memfasilitasi pembelian aset crypto tersebut.
Dengan harga Bitcoin sekitar US$27.000 saat itu, Okung memperoleh kurang lebih 240 BTC, yang sempat mengalami penurunan nilai drastis ketika pasar crypto melemah pada 2022.
Meski begitu, berdasarkan harga Bitcoin per Rabu (22/04) yang berada di kisaran US$78.000, total nilai kepemilikannya kini melonjak hampir tiga kali lipat dari nilai awal investasi.
Di sisi lain, dalam unggahannya di media sosial Okung sempat menyoroti bagaimana Bitcoin dapat mempercepat proses akumulasi kekayaan dibandingkan jalur konvensional yang biasanya memakan waktu jauh lebih lama.
“Jika biasanya butuh 40 tahun, Bitcoin bisa melakukannya dalam 4 tahun. Ini bukan karena keajaiban, melainkan matematika. Bitcoin tidak bisa didevaluasi dan makin langka dari waktu ke waktu,” tulisnya dalam sebuah cuitan di X.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
$BTC
$BNB
$XRP
Keputusan tersebut bermula saat Okung menerima kontrak senilai US$13 juta, dengan US$6,5 juta di antaranya dialihkan menjadi Bitcoin melalui layanan pembayaran digital Strike yang memfasilitasi pembelian aset crypto tersebut.
Dengan harga Bitcoin sekitar US$27.000 saat itu, Okung memperoleh kurang lebih 240 BTC, yang sempat mengalami penurunan nilai drastis ketika pasar crypto melemah pada 2022.
Meski begitu, berdasarkan harga Bitcoin per Rabu (22/04) yang berada di kisaran US$78.000, total nilai kepemilikannya kini melonjak hampir tiga kali lipat dari nilai awal investasi.
Di sisi lain, dalam unggahannya di media sosial Okung sempat menyoroti bagaimana Bitcoin dapat mempercepat proses akumulasi kekayaan dibandingkan jalur konvensional yang biasanya memakan waktu jauh lebih lama.
“Jika biasanya butuh 40 tahun, Bitcoin bisa melakukannya dalam 4 tahun. Ini bukan karena keajaiban, melainkan matematika. Bitcoin tidak bisa didevaluasi dan makin langka dari waktu ke waktu,” tulisnya dalam sebuah cuitan di X.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
$BTC
$BNB
$XRP