1. Deadlock Bipartisan yang Keras

Di hearing Senate Banking Committee tanggal 14 Mei lalu, Demokrat dan Republik masih belum menemukan common ground. Senator Lummis bilang hanya tersisa 1% perbedaan, tapi kenyataannya voting amandemen berjalan partisan -- hampir semua amandemen Demokrat ditolak sepihak.

2. Butuh 60 Suara di Senat — Sangat Sulit

Untuk lolos dari Senat, CLARITY Act butuh 60 suara - jauh di atas mayoritas sederhana. Artinya Republik harus merayu cukup banyak Senator Demokrat untuk bergabung. Dengan atmosfer partisan saat ini, itu bukan hal mudah.

3. Isu Konflik Kepentingan Trump/Keluarga Belum Selesai

Demokrat — termasuk Senator Gillibrand — tegas bilang RUU ini tidak akan lolos Senat tanpa klausul etika yang mencegah pejabat senior pemerintah (baca: Trump dan keluarganya) profit dari industri kripto. Negosiasi soal ini dilaporkan masih alot.

4. Coinbase & Industri Pernah Tarik Dukungan

CEO Coinbase Brian Armstrong sempat menarik dukungan dari CLARITY Act "sebagaimana tertulis", dengan alasan RUU ini berpotensi melarang tokenized equities, membatasi DeFi, memperluas akses pemerintah ke data keuangan, dan mengeliminasi stablecoin rewards. Kalau industri sendiri bisa balik badan, ini sinyal bahaya.

5. Isu Stablecoin Yield — Perbankan vs Kripto

Industri perbankan mendorong amandemen yang melarang exchange membayar bunga/yield ke pengguna yang memegang stablecoin — bahkan jika platform bukan penerbit token tersebut. Industri kripto keras menolak ini, dan ini salah satu yang bikin markup sempat ditunda.

6. Proses Legislatif Berlapis & Mepet Waktu

Draft Banking Committee harus lolos komite dulu, lalu digabung dengan draft Agriculture Committee, baru bisa masuk voting Senat penuh. Setelah itu, Senat dan House harus rekonsiliasi karena versinya berbeda. (Latham & Watkins) Galaxy Research menilai peluang CLARITY Act ditandatangani menjadi UU di 2026 sekitar 50-50 atau lebih rendah — karena "banyak sekali pertanyaan yang belum selesai yang harus diselesaikan secara berurutan di bawah tekanan waktu yang ketat."

7. Ancaman Midterm Elections November 2026

Jika CLARITY Act tidak bisa maju sebelum pemilu midterm November 2026, RUU ini bisa mati — Kongres berikutnya akan menentukan apakah mau melanjutkan versi yang ada atau mulai dari nol. Skenario ini menciptakan ketidakpastian besar.

#CLARITYAct #Senator

VVVBase
VVVUSDT
16.45
-3.90%