"Saya lebih takut saat saya profit terus-menerus daripada saat loss. Karena banyak trader yang hancur bukan karena saat mereka loss, tapi karena saat mereka merasa jago, saat mereka merasa overconfidence terhadap skill trading mereka.
Banyak orang mengira akun trader hancur karena loss besar, padahal kenyataannya seringkali akun hancur setelah profit besar. Saat kamu profit, otak melepas yang namanya dopamin; rasa puas, rasa lega, rasa percaya diri. Dan di titik itu, disiplin mulai mengendur pelan-pelan. Mulai muncul kalimat halus di kepala: 'Wah, market kok gampang ya?', 'Uh, kayaknya lagi on fire nih!', 'Wah, trading nih jalan ninjaku ini!', 'Wah, setup-ku tadi pas banget ya!'.
Masalahnya itu tadi bukan kepercayaan diri yang sehat, itu yang namanya overconfidence. Ego pelan-pelan naik ke kemudi; leverage dinaikkan sedikit, rule dilanggar tipis-tipis, entry tanpa konfirmasi lengkap. Nah, itu bukan karena kamu bodoh, tapi karena otakmu sedang mabuk kemenangan.
Market nggak peduli kamu lagi pede atau ragu. Market nggak tahu kamu baru aja profit gede. Market tetap acak, netral, nggak berhutang apa pun padamu. Satu profit tidak membuktikan apa-apa. Satu profit tidak membuatmu jago, sama kayak loss; satu kali loss tidak membuatmu bodoh. Karena yang diuji di market bukan satu momen, tapi konsistensimu.
Itulah kenapa banyak trader berpengalaman punya aturan yang terdengar aneh: setelah profit besar, stop trading. Bukan karena takut, bukan karena trauma, tapi karena mereka sadar emosinya sedang naik, dan emosi yang naik adalah musuh dari disiplin. Disiplin sejati bukan diuji saat kamu rugi, tapi saat kamu merasa hebat. Kalau kamu pernah merasa overconfident setelah profit, ya itu manusiawi sebenarnya. Pertanyaannya cuma satu: kamu sadar atau membiarkannya menghancurkan akunmu?
Pernah ngalamin momen tersebut? Tulis di kolom komentar, nanti kita diskusi bareng-bareng.