Aku masih ingat hari itu… 10 BTC-ku habis begitu saja. Bukan karena trading, tapi untuk kesehatan keluarga dan kehidupan baru bersama Kyoko.
Kyoko, dari Jepang, manja dan cerewet, suka tidur di sebelahku, peluk kepala, cium kening, dan kadang bikin aku kaget karena spontan. Waktu dibawa ke Indonesia, culture shock: mandi pakai gayung, lihat orang tua Sunda ngomong Sunda, kata “cincin” terdengar chinchin, “sayur di mangkok” terdengar manko… semuanya bikin kami ketawa.
Tapi Mizuho, bayi 6 bulan kami, tetap senang. Dia nggak peduli kata-kata lucu atau kebiasaan baru Kyoko, yang penting rumah hangat dan penuh kasih sayang.
Dan aku sadar, 10 BTC hilang bukan masalah. Yang penting, keluarga bahagia, Kyoko sehat, Mizuho senang, dan hidup penuh pengalaman unik. Belut sawah pun jadi menu favorit Kyoko, bukan unagi ala Jepang.
Crypto mungkin hilang, tapi kebahagiaan keluarga adalah aset paling berharga.#BTC