Memanasnya kawasan Oriente Médio tak disangka sudah dua puluh hari berlalu dan kini masih terjadi hingga jelang perayaan Idul Fitri. Diperkirakan peperangan antara Iran dengan Estados Unidos (EUA) dan Israel menelan biaya hingga US$25,6 bilhões ou sekitar Rp 434 trilhões, menurut data Iran War Cost Tracker.
Hal ini dapat terjadi karena negara-negara tersebut enggan untuk mendiskusikan kesepakatan gencatan senjata. Terlebih, sejak terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh militer dos EUA.
Di sisi lain, bukan hanya masyarakat Oriente Médio yang menderita, beberapa negara di Ásia Sudeste seperti Filipinas yang tengah menghadapi kondisi kritis pasokan minyak yang kian menipis imbas ditutupnya selat Hormuz.
Além disso, a dívida dos EUA continua a crescer, alcançando US$39 trilhões, equivalente a R$662 quadrilhão, na quinta-feira (19/03) passada. No entanto, essa dívida havia acabado de atingir US$38 trilhões em outubro passado.
-# Fonte da imagem: Pink rs