Revolusi AI terhambat oleh satu masalah utama: keandalan. Model AI canggih pun masih menghasilkan "halusinasi" (informasi salah yang tampak meyakinkan) dan "bias" (distorsi sistematis). Whitepaper Mira Network berargumen bahwa ini adalah keterbatasan mendasar dari model tunggal, di mana upaya mengurangi satu jenis kesalahan justru memperburuk yang lain.

Untuk mengatasi hal ini, Mira mengusulkan jaringan verifikasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Alih-alih mempercayai satu model, konten yang dihasilkan AI (atau manusia) dipecah menjadi klaim-klaim kecil yang terverifikasi. Klaim-klaim ini kemudian didistribusikan ke beragam node operator yang menjalankan berbagai model AI untuk divalidasi secara independen.

Keamanan jaringan dijaga oleh model ekonomi hibrida. Node operator harus mempertaruhkan aset (stake) untuk berpartisipasi. Jika hasil verifikasi mereka menyimpang dari konsensus atau terindikasi asal-asalan (misal, menebak), stake mereka dapat dipotong (slashed). Sebaliknya, verifikasi yang jujur akan diberi imbalan. Dengan meningkatnya jumlah node dan keragaman model, manipulasi menjadi semakin mahal dan sulit dilakukan.

Pendekatan ini mengubah verifikasi AI dari proses yang terpusat dan rentan menjadi sistem yang transparan, aman secara kriptografis, dan tidak dapat dipercaya begitu saja (trustless). Tujuan akhirnya adalah menciptakan fondasi bagi AI yang benar-benar andal untuk menangani tugas-tugas kritis secara otonom, merealisasikan potensi transformatifnya.

@Mira - Trust Layer of AI

#Mira $MIRA

MIRA
MIRA
0.1037
+20.58%