NOBLE JADI ORGANISASI PENEGAK HUKUM PERTAMA YANG DUKUNG CLARITY ACT
National Organization of Black Law Enforcement Executives (NOBLE) resmi mendukung
#CLARITY Act lewat surat ke Senate Majority Leader John Thune dan Minority Leader Chuck Schumer, menjadikannya organisasi penegak hukum besar pertama yang secara terbuka mendukung RUU ini.
Dukungan ini bertolak belakang dengan sikap empat organisasi penegak hukum lain, termasuk National Sheriffs' Association dan International Association of Chiefs of Police, yang sebelumnya menyoroti Section 604 karena dianggap bisa mempersulit investigasi kejahatan keuangan berbasis crypto. NOBLE menyatakan RUU ini justru memperluas kapabilitas investigasi lewat kewajiban AML baru, wewenang forfeiture yang lebih kuat, dan pengawasan tambahan terhadap kios crypto, tanpa mengubah otoritas kriminal federal yang sudah ada.
Timing dukungan ini krusial karena Senat tengah berupaya mendorong CLARITY Act sebelum reses Agustus. RUU masih butuh 60 suara di Senat, dengan Partai Republik memegang 53 kursi, artinya minimal tujuh senator Demokrat harus menyeberang. Bloomberg Intelligence menaksir peluang pengesahan bulan ini di angka 60 persen.
Analisis CoinbroNwes
Dukungan NOBLE melemahkan argumen utama penentang RUU, yaitu klaim bahwa penegak hukum menolak CLARITY Act. Ini memberi ruang politik bagi senator Demokrat yang masih ragu untuk berbalik mendukung.
Bagi pasar crypto, progres legislatif ini penting sebagai katalis sentimen jangka menengah karena kerangka regulasi yang jelas biasanya mendorong masuknya modal institusional. Risikonya tetap ada di rekonsiliasi teks final antara Komite Perbankan dan Pertanian Senat serta ketentuan etika yang masih diperdebatkan, sehingga jalur RUU ini menuju pengesahan belum sepenuhnya pasti.
$BTC #GillibrandCallsForDigitalAssetEthicsBan