Bukan karena Bitcoin naik.

Tapi karena untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun menjadi mesin pembeli Bitcoin paling brutal di dunia...

STRATEGY MENJUAL BITCOIN.

Memang cuma 32 BTC. Jumlah yang bahkan terlihat seperti debu dibanding lebih dari 843.000 BTC yang mereka kuasai.

Tapi pasar tidak panik karena jumlahnya.

Pasar panik karena simbolnya. Karena selama ini ada satu keyakinan yang dianggap hampir suci di dunia Bitcoin:

"Strategy hanya tahu satu tombol... BELI."

Saat perusahaan lain ketakutan, mereka membeli.. Lalu tiba-tiba...NMereka menjual. Dan di saat yang sama tekanan mulai berdatangan dari berbagai arah.

Investor mulai mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan. Kewajiban dividen mulai disorot. Harga Bitcoin melemah.

Dua eksekutif senior mengajukan penjualan saham bernilai jutaan dolar.

Satu per satu tanda tanya mulai muncul.

Lalu Michael Saylor melempar bensin ke dalam api. Ia mengunggah grafik akumulasi Bitcoin. Grafik yang selama ini hampir selalu muncul sebelum pengumuman pembelian baru.

Pesannya singkat. "Waktunya menambahkan lebih banyak titik."

Dan sekarang seluruh pasar menunggu.

Karena jika Strategy kembali membeli Bitcoin... Maka kepanikan soal 32 BTC bisa terlihat seperti drama yang dibesar-besarkan.

Tapi jika pembelian itu tidak datang...

Masalahnya jauh lebih besar dari sekadar 32 Bitcoin. Karena pertanyaan yang akan muncul adalah:

Apakah perusahaan yang selama ini menjadi simbol keyakinan terbesar terhadap Bitcoin mulai mencapai batas kemampuannya? Inilah yang sebenarnya ditakuti pasar.

Bukan 32 BTC. Tetapi kemungkinan bahwa benteng terbesar Bitcoin mulai menunjukkan retakan.

Dan sejarah pasar selalu mengajarkan satu hal: Kepanikan besar sering dimulai dari retakan yang awalnya terlihat sangat kecil.

#Binance $BTC

BTC
BTC
62,959.98
+0.23%