@everyone
**Penambang Bitcoin Disebut Lebih Hemat Energi Ketimbang AI, Kenapa?**
Kepala Operasional Luxor Technology Ethan Vera mengungkapkan para penambang Bitcoin (BTC) jauh lebih hemat energi ketimbang yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah kecerdasan buatan (AI). Padahal, keduanya sama-sama membutuhkan konsumsi listrik dalam jumlah besar.
Alasannya adalah penambang Bitcoin dapat mengurangi beban terhadap peralatan dan daya dalam setiap alatnya. Meski begitu, operasional tetap berjalan normal tanpa ada yang harus dikorbankan alias dikurangi.
Sedangkan AI, teknologi ini membutuhkan pusat data yang berfungsi untuk menjalankan suatu platform AI. Sehingga, pusat data AI tidak dapat mengurangi beban karena harus melatih Large Language Model (LLM).
“Penambang Bitcoin dapat mengurangi beban peralatan dan daya mereka dalam hitungan milidetik tanpa kehilangan pekerjaan apa pun, sementara sebagian besar pusat data AI saat ini tidak dapat menghentikan pelatihan LLM atau beban kerja inferensi mereka tanpa mengalami kerugian besar,” ungkapnya melansir Bloomberg, Jumat (26/06).
Hal tersebut membuat operator jaringan listrik kurang mampu memenuhi kebutuhan bagi pusat data AI. Selain itu, penggunaan energi yang ekstrim dapat mencemari lingkungan, terlebih bagi pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara sebagai penggeraknya.
Akan tetapi, peluang efisiensi yang muncul bagi para penambang muncul kala pasar tidak memberikan peluang yang baik. Terlebih, Bitcoin sudah terkoreksi 53% dari titik tertingginya yaitu US$126 ribu, menurut CoinMarketCap.
$BTC
**Penambang Bitcoin Disebut Lebih Hemat Energi Ketimbang AI, Kenapa?**
Kepala Operasional Luxor Technology Ethan Vera mengungkapkan para penambang Bitcoin (BTC) jauh lebih hemat energi ketimbang yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah kecerdasan buatan (AI). Padahal, keduanya sama-sama membutuhkan konsumsi listrik dalam jumlah besar.
Alasannya adalah penambang Bitcoin dapat mengurangi beban terhadap peralatan dan daya dalam setiap alatnya. Meski begitu, operasional tetap berjalan normal tanpa ada yang harus dikorbankan alias dikurangi.
Sedangkan AI, teknologi ini membutuhkan pusat data yang berfungsi untuk menjalankan suatu platform AI. Sehingga, pusat data AI tidak dapat mengurangi beban karena harus melatih Large Language Model (LLM).
“Penambang Bitcoin dapat mengurangi beban peralatan dan daya mereka dalam hitungan milidetik tanpa kehilangan pekerjaan apa pun, sementara sebagian besar pusat data AI saat ini tidak dapat menghentikan pelatihan LLM atau beban kerja inferensi mereka tanpa mengalami kerugian besar,” ungkapnya melansir Bloomberg, Jumat (26/06).
Hal tersebut membuat operator jaringan listrik kurang mampu memenuhi kebutuhan bagi pusat data AI. Selain itu, penggunaan energi yang ekstrim dapat mencemari lingkungan, terlebih bagi pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara sebagai penggeraknya.
Akan tetapi, peluang efisiensi yang muncul bagi para penambang muncul kala pasar tidak memberikan peluang yang baik. Terlebih, Bitcoin sudah terkoreksi 53% dari titik tertingginya yaitu US$126 ribu, menurut CoinMarketCap.
$BTC