Pembuangan telah SELESAI. $FOLKS sedang naik. Momentum sedang terbentuk dengan cepat. Ini adalah pengaturan berisiko tinggi, imbalan tinggi. Masuk SEKARANG. Skala keuntungan. Jangan lewatkan roket ini. Penyangkalan: Risiko tinggi, lakukan riset Anda sendiri 😉
Tutup dan ambil long sekarang balikan kerugian mu kawan
parrot trading
--
$LIGHT can liquidate me exparts???😥 just tell me yes or no😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 $PIPPIN $NIGHT#USNonFarmPayrollReport #USJobsData #TrumpTariffs #WriteToEarnUpgrade #BinanceBlockchainWeek {alpha}(CT_501Dfh5DzRgSvvCFDoYc2ciTkMrbDfRKybA4SoFbPmApump) {alpha}(560xfe930c2d63aed9b82fc4dbc801920dd2c1a3224f) {alpha}(560x477c2c0459004e3354ba427fa285d7c053203c0e)
**China Tuduh AS Curi Rp216 T Bitcoin dalam Kasus Peretasan Terkenal LuBian Tahun 2020**
China’s National Computer Virus Emergency Response Center (CVERC), atau Badan pengawas keamanan siber China, telah merilis analisis kasus lampau, yang menuding pemerintah AS ikut terlibat dalam pencurian besar-besaran aset digital crypto LuBian 2020 silam, dengan 127 Bitcoin dicuri, yang kini bernilai sekitar US$13 miliar atau Rp216 triliun, Selasa (12/11).
Akibatnya, kini Bitcoin dibanderol US$103.500 dengan penurunan 1,76%, menurut CoinMarketCap. Adapun laporan ini merekonstruksi kronologi lengkap pencurian Bitcoin, menganalisis setiap fase serangan, dan mengevaluasi mekanisme keamanan Bitcoin.
Sebagai informasi, pada 29 Desember 2020 silam, terjadi insiden peretasan kolam penambangan Bitcoin di LuBian, yang mengakibatkan 127.272 Bitcoin, yang saat itu bernilai sekitar US$3,5 miliar milik Ketua Prince Group Kamboja Chen Zhi. Bahkan, Zhi mengunggah pesan di platform blockchain untuk mengembalikan Bitcoin yang dicuri meski ada tebusan yang mahal.
Anehnya, seluruh simpanan Bitcoin tersebut kemudian teronggok begitu saja di dalam dompet yang dikuasai para penyerang selama hampir empat tahun. Lalu, pada 14 Oktober 2025, Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan pidana terhadap Chen Zhi dan mengklaim telah menyita 127.000 Bitcoin yang terkait dengannya dan Prince Group.
Namun, bukti menunjukkan bahwa Bitcoin yang disita oleh pemerintah AS cocok dengan nilai Bitcoin yang hilang dari kolam penambangan LuBian oleh peretas sejak awal tahun 2020. Artinya, kini pemerintah China yakin bahwa pemerintah AS kemungkinan telah mencuri 127.000 Bitcoin milik Chen Zhi sejak awal tahun 2020 menggunakan teknik peretasan.
Seperti yang beberapa kali disampaikan bahwa saat ini kita sudah mendekati akhir siklus dari market crypto. Setiap kenaikan selalu diikuti dengan penurunan. Meskipun demikian banyak sekali yang tidak menyadari pentingnya melakukan take profits. Banyak orang yang faktanya lebih suka untuk take pictures akan portofolio mereka daripada melakukan take profits sesungguhnya. Lalu, mengapa take profits itu hukumnya wajib di crypto? 1. Ada Bull Market, Ada Juga Bear Market. Crypto merupakan market yang bergerak sesuai dengan siklus. Ada siklus bull market dimana harga crypto mengalami kenaikan non stop selama 3 tahun berturut-turut. Sedangkan ada juga bear market dimana kemungkinan harga crypto turun 1 tahun lamanya. Maka dari itu, ketika 3 tahun ini kita sudah mengalami keuntungan yang tinggi di crypto, mengatasi potensi adanya bear market tidak salah untuk menurunkan exposure sebelum adanya potensi bear market. 2. Take Profits Membantu Compounding. Meskipun sulit untuk melakukan timing the market secara sempurna, namun ketika kita berhasil melakukan take profits dan menunggu siklus penurunan selesai, maka kita akan melakukan compounding dengan lebih maksimal dengan membeli di harga yang lebih murah (jika diberi) dengan harapan memperoleh koin dalam jumlah yang lebih banyak. 3. Apabila "Nyangkut" Butuh 3 Tahun Untuk Kembali ke Entry. Fakta yang terjadi bagi mereka yang "nyangkut" di harga all time high dan melakukan pembelian dengan metode lump sum adalah: butuh waktu hampir 3 tahun untuk harga bisa kembali ke titik entry. Misalkan kita membeli Bitcoin di puncaknya (harga $60K) di April 2021, butuh 1000 hari untuk harga kembali ke $60K karena baru pada Februari 2024 harga berhasil kembali lagi ke titik itu. Kita bisa memanfaatkan uang kita lebih baik daripada selama 3 tahun tersebut "nyangkut" dan mengalami penurunan. Meski pada akhirnya harga crypto cenderung naik, namun tidak ada orang yang sabar menunggu selama 3 tahun. 4. Metode DCA dan Menabung Tidak Cocok Untuk Semua Orang. Memang kita bisa untuk tidak timing the market dan seperti yang diajarkan: kita bisa melakukan DCA dan melakukan pembelian secara berkala setiap bulannya dengan melihat performa harga di masa lalu dimana cenderung ada performance yang tinggi apabila kita menggunakan metode ini. Namun, banyak juga dari mereka yang "tidak sabar" dengan metode ini dan berharap ini bisa diterapkan dan langsung melihat hasilnya, padahal sama seperti "menabung", butuh waktu untuk memperoleh hasilnya.
Mending beli koin baru listing atau yang udah terkenal?”
💥 Koin baru: Potensi cuan besar Risiko rugi cepet 🧱 Koin besar: Stabil, cocok buat pemula Cuan-nya gak instan 📊 Pilihan tergantung gaya kamu. Tapi satu hal pasti: jangan asal ikut-ikutan. #DYOR #CryptoTips #ListingBinance
Masih mikir crypto itu cuma buat orang kaya? Nih gue kasih tau faktanya.
📉 Banyak yang nyesel kenal crypto telat. 💰 Bukan karena pengen jadi sultan instan, tapi karena pengen ngerti arah uang di masa depan. ⚠️ Kalau sekarang lo nggak belajar, nanti lo bakal jadi penonton doang. 👇 Follow akun ini buat belajar dari nol, tanpa ribet & tanpa bahasa alien. #CryptoPemula #BinanceSquare #BelajarCrypto
2025 ini istilah $BTC dan Crypto menjadi sangat booming di Indonesia, sebagai suatu kelas aset yang masuk daftar 10 besar aset paling besar di dunia, Bitcoin menjadi "magnet" yang menarik banyak sekali orang. Lalu, apa keuntungan belajar crypto? Mempelajari Industri yang Berkembang Pesat. Saat ini crypto adalah teknologi paling terbarukan di finansial modern, maka dari itu tidak ada salahnya bagi orang modern untuk terjun dan mempelajari bidang ini. Saat ini dengan mempelajari crypto maka kita secara aktif berinvestasi untuk masa depan. 2. Ada Potensi Upside Dari Market yang Masih Baru Dibandingkan dengan market lain, crypto cenderung market yang masih "baru". Maka dari itu potensi upside potential nya masih sangat tinggi, dibandingkan dengan kelas aset lain yang sudah mulai sunset. Ditambah lagi, adopsi crypto juga masih belum sebesar aset lain meskipun sangat populer. 3. Semua Aspek Akan Menggunakan Blokchain. Blokchain merupakan teknologi yang benar-benar memiliki use case artinya bukan hanya sebuah "dekorasi", melainkan memiliki kegunaan yang benar-benar bisa dimanfaatkan bukan hanya di sistem keuangan, melainkan sistem sains modern hingga sistem tata kelola adminitrasi publik. Mempelajari blokchain saat ini bisa memberikan kita competitive advantage dibandingkan bidang lain. 4. Potensi Bekerja di Sektor WEB3 Sektor Web3 terbukti merupakan salah satu sektor pekerjaan yang paling diminati ketika crypto booming saat ini. Sektor ini juga secara statistik memberikan reward dan insentif yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sektor Web2. Ditambah lagi, pekerjaan di Web3 memiliki waktu dan setting mengerjakan yang sangat fleksibel, memungkinkan orang untuk menjadi digital nomad. Banyak member Akademi Crypto setelah belajar di dalam akhirnya bekerja di Web3 firm hingga exchange top di Indonesia.
Banyak yang menjadikan $BTC sebagai aset "tabungan" untuk masa depan karena thesis Gold 2.0 yang dimilikinya. Banyak yang tidak peduli dengan potensi penurunan atau bear market dan terus melakukan pembelian bahkan ketika harga mengalami penurunan. Lalu, bagaimana saja cara "menabung" $BTC sesuai dengan cara yang tepat? 1. Dollar Cost Averaging (DCA). DCA merupakan suatu metode untuk melakukan pembelian berkala dalam jumlah tetap tidak peduli naik atau turun. DCA bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. Contoh, menyisihkan 10% dari gaji setiap bulan untuk membeli Bitcoin. Gaji 4 juta dan 400 ribunya dibelikan Bitcoin. 2. BELI Memanfaatkan Fear and Greed. Fear and greed bisa dijadikan sebagai indikator untuk membeli. Misalkan kita melakukan pembelian ketika indikator berada dalam keadaan extreme fear yang mana pasti harga sedang mengalami koreksi. Juga, kita harus menghindari momen greed untuk membeli. Meskipun demikian metode ini membutuhkan expertise khusus dan ada peluang untuk ketinggalan momen penting di market.
3. Buy the Dip Style. Style ini bisa dibilang sebagai "smart DCA" karena kita akan mengalokasikan capital yang kita miliki setiap kali terjadi koreksi yang dalam di market dan tidak menggunakan capital ketika tidak ada koreksi. Sayangnya dengan metode ini, ada chance kita tersidelined atau tidak memiliki barang, ketika kita kehilangan momentum bottom.
4. Strategi Buy the Breakout
Strategi ini paling buruk karena kita menunggu momentum bullish baru melakukan pembelian. Di era yang mana penuh manipulasi saat ini, ada chance bahwa kita bisa membeli fake breakout dan harga kembali mengalami penurunan dari range yang kita harapkan dan ada kecenderungan untuk cut loss sehingga bisa dibilang bukan langkah "menabung" yang tepat.
Chief Technology Officer (CTO) Ripple David Schwartz mengungkapkan visi masa depan $XRP Ledger (XRPL) yang jauh melampaui sekadar alat pembayaran, bahkan bisa mendukung aset tertokenisasi hingga DeFi. Dengan inovasi ini, $XRP berada diposisi sebagai pilar ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, memungkinkan berbagai layanan keuangan efisien di atas satu jaringan blockchain. Lantas, apakah XRP akan tergantikan dengan dijaringan Ripple
سجّل الدخول لاستكشاف المزيد من المُحتوى
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية