#pixel $PIXEL Apa itu Pixels (PIXEL)? Pixels (PIXEL) adalah cryptocurrency yang dibangun untuk menyediakan platform terdesentralisasi bagi para pembuat konten digital dan seniman. Ide inti di balik PIXEL Coin adalah memberdayakan para kreator dengan memberikan mereka medium yang transparan, aman, dan mudah diakses untuk memonetisasi karya mereka. Ini menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan bahwa semua transaksi dan pertukaran melibatkan token tersebut aman, cepat, dan efisien. Token PIXEL dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembuat konten dan audiens mereka, menyediakan platform di mana pengguna dapat membeli dan menjual konten, termasuk seni digital, musik, video, dan lainnya. Berbeda dengan platform tradisional yang mengenakan biaya signifikan atau mengendalikan distribusi konten, PIXEL menawarkan solusi terdesentralisasi yang memungkinkan para kreator mempertahankan kontrol atas karya mereka dan menerima kompensasi yang adil.
Bagaimana PIXEL Coin Bekerja? PIXEL Coin beroperasi di blockchain, memastikan bahwa semua transaksi dicatat secara transparan dan aman. Blockchain memastikan bahwa pembuat konten dapat berinteraksi langsung dengan audiens mereka, menghilangkan perantara dan biaya transaksi tinggi yang biasanya terlihat di platform terpusat.
1. Platform Konten Terdesentralisasi: Salah satu fitur utama dari Koin PIXEL adalah platform terdesentralisasi nya. Platform ini memungkinkan para pencipta untuk mengunggah dan menjual konten digital mereka sambil tetap memiliki kepemilikan penuh dan kontrol atasnya.
2. Monetisasi untuk Para Pembuat: Dengan menggunakan Token PIXEL, para pencipta dapat memonetisasi aset digital mereka secara langsung. Baik melalui penjualan seni digital, musik, atau video, PIXEL memungkinkan transaksi yang adil dan cepat tanpa perantara.
3. Transaksi Aman: Berkat teknologi blockchain, semua transaksi yang dilakukan menggunakan Koin PIXEL aman dan tidak dapat diubah. Hal ini menghilangkan risiko penipuan, memastikan bahwa para pencipta dan pengguna terlindungi.
Make sure your iOS devices are up-to-date. Stay SAFU.
Google Threat Intelligence Group (GTIG) has identified a new iOS full-chain exploit that leveraged multiple zero-day vulnerabilities to fully compromise devices. Based on toolmarks in recovered payloads, we believe the exploit chain to be called DarkSword. Since at least November 2025, GTIG has observed multiple commercial surveillance vendors and suspected state-sponsored actors utilizing DarkSword in distinct campaigns. These threat actors have deployed the exploit chain against targets in Saudi Arabia, Turkey, Malaysia, and Ukraine.