SpaceX hat 18.000 Bitcoin (BTC) in der Hinterhand.
@Everyone Ought to Be Rich Vor dem Mega-IPO hat SpaceX 18.000 Bitcoin in der Hinterhand. Die Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) von Elon Musk hat 18.712 Bitcoin (BTC) aufgedeckt. Diese Nachricht wurde durch Dokumente zur Einreichung eines Initial Public Offerings (IPO) bei der SEC bestätigt. Laut offizieller Dokumente hat SpaceX die Bitcoins für etwa 661 Millionen US-Dollar oder durchschnittlich ca. 35.000 US-Dollar pro Coin am 31. Dezember 2024 gekauft. Das Unternehmen hat seit 2021 mit dem Akkumulieren von Bitcoin begonnen, parallel zu den massiven Käufen von Bitcoin durch Tesla.
@everyone AI-Agent wird immer beliebter, Google veröffentlicht Gemini Spark integriert in Gmail-Canva Das führende Technologieunternehmen Google hat einen AI-Agenten namens Gemini Spark vorgestellt, der angeblich verschiedene digitale Arbeiten automatisch unterstützen kann. Dieser AI-Agent kann automatisch Anwendungen im Google-Ökosystem wie Gmail, Docs, Spreadsheet, Google Kalender und verschiedene andere Anwendungen einschließlich Canva und Instacart betreiben. Dieser Agent läuft mit Gemini 3.5 und nutzt Antigravity-Technologie.
@Everyone Ought to Be Rich Gericht weist Elons Klage über 2.275 Billionen Rupiah gegen OpenAI zurück, Drama vorbei? Der Streit zwischen Tesla-CEO Elon Musk und OpenAI-CEO Sam Altman scheint sich dem Ende zuzuneigen. Das Bundesgericht in Kalifornien, USA, hat Elons Klage gegen sein ehemaliges Unternehmen abgewiesen. Das hat Elon wütend gemacht und er hat den Führungskräften von OpenAI, dem Schöpfer von ChatGPT, vorgeworfen, Wohltätigkeitsgelder in Milliardenhöhe zu veruntreuen. Daher plant er, OpenAI zu verklagen. "Es gibt keinen Zweifel für jemanden, der diesen Fall im Detail verfolgt, dass Altman & Brockman sich tatsächlich bereichert haben, indem sie Wohltätigkeitsgelder gestohlen haben," sagte er auf seinem persönlichen X-Account am Dienstag (19.05).
Kepemilikan crypto milik 'antek-antek' alias anak buah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak kurang dari US$193 juta atau sekitar Rp3,4 triliun, menurut laporan The Washington Post. Jika digabungkan, nilainya bisa mencapai triliunan rupiah.
Hal tersebut dapat terjadi kala Trump yang awalnya skeptis terhadap aset digital tersebut, kini menjadi pendukung paling berpengaruh di industri ini dan berniat menjadikan AS sebagai pusat crypto dunia.
@Everyone Ought to Be Rich Antek-Antek Trump Dilaporkan Punya Crypto Triliunan Kepemilikan crypto milik 'antek-antek' alias anak buah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak kurang dari US$193 juta atau sekitar Rp3,4 triliun, menurut laporan The Washington Post. Jika digabungkan, nilainya bisa mencapai triliunan rupiah. Hal tersebut dapat terjadi kala Trump yang awalnya skeptis terhadap aset digital tersebut, kini menjadi pendukung paling berpengaruh di industri ini dan berniat menjadikan AS sebagai pusat crypto dunia. Beberapa di antaranya yang memiliki crypto, sekaligus jabatan strategis antara lain Wakil Presiden JD Vence dengan ratusan ribu dolar dalam bentuk Bitcoin (BTC). Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. juga diketahui memiliki aset crypto maksimal hingga US$5 juta. Ketua The Federal Reserve (The Fed) yang baru Kevin Warsh pun melaporkan kepemilikan di atas US$100 juta dalam crypto. Terakhir, Duta Besar Denmark Dan Ken Howery menduduki daftar teratas, setidaknya US$122 juta dalam aset digital. -# Sumber gambar: Bloomberg
**Investor Bisa Cuan Jutaan Rupiah, Hanya dengan Pegang USDT Setahun Terakhir**
Nilai tukar rupiah yang semakin lemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali jadi sorotan. Kurs menyentuh Rp17.730 per dolar AS, Selasa (19/05), lebih tinggi dibandingkan tanggal sama tahun lalu.
Jika setahun lalu seseorang menukar Rp100 juta menjadi USD Tether (USDT) maka akan memperoleh US$6.087. Jika stablecoin itu masih disimpan sampai sekarang, maka holder tersebut akan cuan 7,9% menjadi Rp107,75 juta alias untung Rp7,5 juta tanpa melakukan apapun.
Kenaikan itu terjadi karena USDT yang dimiliki tetap sama, namun nilai tukar dolar terus menguat. Situasi ini membuat aset berbasis dolar, termasuk stablecoin, ikut terdongkrak saat dikonversi lagi ke rupiah.
Walaupun begitu, makna cuan di sini tidak sepenuhnya benar-benar untung. Sebab ‘keuntungan’ tersebut hanya bersifat nominal, namun secara riil beban ekonomi ikut meningkat akibat melemahnya rupiah.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Bitcoin kehrt bei US$76.000 um, das ist die letzte Widerstandszone, bevor es tiefer geht
Die Daten zum Verbraucherpreisindex (CPI) oder Inflation der Vereinigten Staaten (USA) zeigen einen Anstieg um 3,3%, was den Bitcoin (BTC)-Preis zurück auf US$76.000 drückt. Laut 10x Research ist das die letzte Verteidigungslinie für Bitcoin.
Dies hat zu einem Abfluss von Geldern aus dem Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) von bis zu US$1 Milliarde in der letzten Woche geführt. Dieses Ereignis spiegelt wider, dass die Marktakteure ihr Kapital aus diesem digitalen Vermögenswert abziehen, während die Inflation steigt.
Infolge des Abflusses von Geldern der Investoren ist das Sentiment der Marktakteure von 87% auf 45% gesunken. Daher ist Ethereum (ETH) ebenfalls betroffen, was jetzt ein bärisches Signal auslöst.
"Bitcoin testet die Schlüsselunterstützung. Ethereum löst ein bärisches Signal aus. Zwei Schritte nach vorne, ein Schritt zurück, aber der Tiefpunkt des Zyklus ist erreicht. Bitcoin testet den 30-Tage-Moving Average," merkt der Bericht an, unter Berufung auf offizielle Quellen auf X am Montag (18.05.)
_Disclaimer Alert. Keine Finanzberatung (NFA). Mach deine eigene Recherche (DYOR)._
**Uni Emirat Arab Izinkan Warganya Bayar Pajak Pakai Bitcoin-Crypto**
Pemerintah Emirat Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengizinkan warga membayar pajak dan biaya layanan memakai Bitcoin serta aset crypto lain. Langkah ini membuat Dubai semakin dikenal sebagai pusat crypto paling progresif.
Meski pembayaran dilakukan memakai aset digital, pemerintah tetap menerima dana dalam bentuk dirham atau stablecoin resmi yang disetujui bank sentral. Jadi, risiko volatilitas Bitcoin dan pasar crypto tidak langsung memengaruhi kas negara.
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Cryptocom setelah mengantongi lisensi Stored Value Facilities dari Bank Sentral UEA. Lisensi itu membuat platform tersebut jadi penyedia layanan aset virtual pertama di negara tersebut yang mendapat izin penuh untuk menyimpan dan mentransfer nilai moneter pengguna. $BTC #BinanceSquareTalks #BinanceSquare
**Iran Bikin Asuransi Selat Hormuz Pakai Bitcoin, Incar Cuan Rp170 T per Tahun**
Iran dikabarkan meluncurkan platform asuransi maritim berbasis Bitcoin (BTC) bernama Hormuz Safe. Layanan itu menyasar kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz yang masuk kawasan perairannya.
Kementerian Ekonomi Iran disebut menargetkan pendapatan lebih dari US$10 miliar atau setara Rp176 triliun per tahun. Informasi tersebut pertama kali ramai setelah media pemerintah Fars News secara terang-terangan menulis “bayar pakai Bitcoin” dalam lamannya.
Menurut laporan tersebut, pembayaran polis memakai Bitcoin dengan sistem verifikasi blockchain. Setelah terkonfirmasi, pemilik kargo langsung memperoleh perlindungan asuransi beserta bukti resminya.
“Sebuah dokumen yang diperoleh koresponden Fars menunjukkan Kementerian Ekonomi telah mengejar rencana sejak awal Mei untuk memungkinkan pengelolaan Selat Hormuz melalui asuransi,” tulisnya.
Di sisi lain, sejumlah pakar kepatuhan internasional mengingatkan potensi pelanggaran sanksi Amerika Serikat (AS). Meski begitu, Iran terus mendorong penggunaan crypto sebagai alternatif transaksi lintas negara di tengah tekanan sistem keuangan berbasis dolar.
@everyone Iran Bikin Asuransi Selat Hormuz Pakai Bitcoin, Incar Cuan Rp170 T per Tahun Iran dikabarkan meluncurkan platform asuransi maritim berbasis Bitcoin (BTC) bernama Hormuz Safe. Layanan itu menyasar kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz yang masuk kawasan perairannya. Kementerian Ekonomi Iran disebut menargetkan pendapatan lebih dari US$10 miliar atau setara Rp176 triliun per tahun. Informasi tersebut pertama kali ramai setelah media pemerintah Fars News secara terang-terangan menulis “bayar pakai Bitcoin” dalam lamannya. Menurut laporan tersebut, pembayaran polis memakai Bitcoin dengan sistem verifikasi blockchain. Setelah terkonfirmasi, pemilik kargo langsung memperoleh perlindungan asuransi beserta bukti resminya. “Sebuah dokumen yang diperoleh koresponden Fars menunjukkan Kementerian Ekonomi telah mengejar rencana sejak awal Mei untuk memungkinkan pengelolaan Selat Hormuz melalui asuransi,” tulisnya. Di sisi lain, sejumlah pakar kepatuhan internasional mengingatkan potensi pelanggaran sanksi Amerika Serikat (AS). Meski begitu, Iran terus mendorong penggunaan crypto sebagai alternatif transaksi lintas negara di tengah tekanan sistem keuangan berbasis dolar. -# Sumber gambar: Akademi Crypto (2026)
Es ist, als ob jemand Aktien besitzt, bevor die Aktien gehandelt werden. Vielleicht und ganz sicher hat der Entwickler sie bereits und hat viele seiner eigenen Aktien auf Lager, nur darauf wartend, dass die Leute sie kaufen, damit sein Vermögen auf dem Mond wachsen kann, aber was? über BTC, Bruder. . ? 😄 #BTC #BULLRUN #ASET #INVESTOR #SATHOSHI
Selbst wenn ein erneuter Test auf 31400 erfolgt, ist das normal? ? Für mich ist das normal, weil unser Tf 1 M gerade den Bereich von 25.000 bis 30.000 durchbrochen hat, der BTC schon sehr lange hält. . Was denkst du, Bruder? ? Kommentar ja 😁