1️⃣ Struktur Market Awalnya market bearish / ranging bawah Terlihat CHOCH (Change of Character) di kiri → tanda perubahan struktur dari bearish ke bullish Setelah CHOCH, market mulai membentuk higher high & higher low (bias bullish jangka pendek)
2️⃣ Liquidity Area kiri bawah bertuliskan Liquidity 👉 Itu adalah equal low / sell-side liquidity Harga sengaja ditarik turun untuk: Trigger SL retail Mengambil likuiditas sebelum naik Ini ciri khas smart money accumulation
3️⃣ Range Biru (Area Konsolidasi) Kotak biru besar = area akumulasi / dealing range Harga bolak-balik di area ini → MM build posisi Break ke atas range → konfirmasi bullish intent
4️⃣ Inducement Tulisan Inducement di kanan: Harga naik dikit → bikin orang FOMO buy Lalu drop cepat untuk menjebak buyer lemah Tujuannya: 👉 Membersihkan likuiditas sebelum move naik beneran
5️⃣ OB (Order Block) OB bullish di bawah inducement Ini zona: Entry ideal buy Area reaksi institusi Harga turun → sweep low → masuk OB → langsung reject naik ✔️
6️⃣ Entry, SL, TP (Kotak Hijau & Merah) 🟢 Entry Buy: di area OB / setelah sweep 🔴 Stop Loss: di bawah OB (low liquidity) 🟩 Take Profit: Ke high sebelumnya Atau ke buy-side liquidity di atas Risk : Reward terlihat sehat (±1:2 / 1:3)
7️⃣ RSI RSI ± 61 Tidak overbought Masih ada ruang naik → mendukung bias bullish 📌 Kesimpulan ✔ Liquidity sudah diambil ✔ Ada CHOCH ✔ Inducement + sweep ✔ Reaksi kuat di OB ➡ Setup BUY valid ala ICT / SMC #TRADINGFUTURES #Write2Earn $BTC
Saat ini, Bitcoin berada di zona kritis: support sekitar $100.000 (atau setara dalam USD) sedang diuji ulang.
Jika support ini bertahan dan sentimen membaik → potensi naik moderat hingga kuat.
Jika support ini gagal dan tekanan makro terus berlangsung → risiko retraksi cukup besar ke level ~$90.000 atau bahkan lebih rendah. Jadi arah selanjutnya akan sangat tergantung pada apakah pasar memilih mempercayai kembali risiko atau memilih “flight to safety”.
Biaya yang dikenakan saat kamu jual/beli aset kripto di exchange.
Maker Fee: Saat kamu membuat order yang tidak langsung match (misalnya limit order). Biasanya lebih murah.
Taker Fee: Saat kamu mengambil likuiditas dari order book (misalnya market order). Biasanya lebih mahal.
> 💡 Contoh: Binance mengenakan biaya 0.1% untuk maker/taker, bisa lebih murah jika kamu bayar pakai BNB.
---
2. Network Fees / Gas Fees (Biaya Jaringan)
Biaya yang dibayar ke jaringan blockchain untuk memproses transaksi.
Contoh biaya jaringan:
Blockchain Biaya Rata-Rata Disebabkan Oleh
Ethereum Tinggi (bisa puluhan $) Kompleksitas kontrak & kemacetan jaringan Bitcoin Sedang Ukuran transaksi & traffic jaringan Solana Rendah (sen < $0.01) Efisiensi desain blockchain Polygon Rendah Layer 2 dari Ethereum
> 🛠️ Biaya ini dibayarkan dalam koin native jaringan tersebut (ETH, BTC, SOL, dll).
---
3. Withdrawal Fees (Biaya Penarikan)
Biaya yang dikenakan exchange saat kamu mengirim kripto ke wallet pribadi.
Bisa tetap (flat) atau berbasis jaringan.
Contoh: Binance bisa mengenakan 0.0005 BTC untuk penarikan Bitcoin.
> ⚠️ Biaya bisa sangat berbeda tergantung jaringan yang dipilih (misalnya USDT di ERC-20 vs TRC-20 vs BEP-20).
---
4. Swap Fees (Biaya Tukar di DEX)
Saat kamu swap token di Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap atau PancakeSwap.
Ada fee untuk liquidity provider (biasanya 0.3%)
Ditambah gas fee jaringan
> 🔄 Swap di jaringan murah (seperti Arbitrum, Polygon) bisa lebih hemat.
---
5. Staking Fees
Jika kamu staking di platform pihak ketiga (seperti Lido atau exchange), mereka bisa mengambil potongan dari reward kamu.
Contoh: Lido mengambil ~10% dari reward ETH kamu.
---
6. Hidden Fees (Biaya Tersembunyi)
Slippage: Selisih antara harga order dan harga eksekusi.
Markup Harga: Di beberapa platform swap, harga token bisa di-markup di balik layar.
Spread: Selisih antara harga beli dan harga jual di exchange (terutama di exchange kecil).
Exchange (contoh: Binance, Coinbase, Tokocrypto) digunakan untuk jual beli aset, tapi bukan tempat paling aman untuk penyimpanan jangka panjang.
Wallet (dompet kripto) adalah tempat yang lebih aman untuk menyimpan aset, terutama jika kamu mengendalikan private key-nya.
> 🔑 Prinsip utama: "Not your keys, not your coins"
---
2. Jenis Wallet & Keamanannya
Jenis Wallet Keamanan Keterangan
Hot Wallet Sedang Terhubung ke internet. Mudah digunakan tapi rentan diretas. Contoh: MetaMask, Trust Wallet. Cold Wallet Tinggi Offline. Aman dari serangan online. Contoh: Ledger, Trezor. Paper Wallet Tinggi Private key dicetak di kertas. Aman tapi mudah hilang atau rusak. Custodial Wallet Rendah-Sedang Dikendalikan oleh pihak ketiga. Kamu tidak punya private key-nya.
---
3. Private Key vs Seed Phrase
Private Key: Akses langsung ke satu wallet.
Seed Phrase (12/24 kata): Master key untuk mengakses semua wallet yang dibuat dari frasa itu.
> ⚠️ Jangan pernah membagikan seed phrase atau private key ke siapa pun!
---
4. Lindungi Akun & Wallet Kamu
Gunakan password kuat dan unik untuk setiap akun kripto.
Aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication) di semua exchange dan wallet.
Jangan pernah menyimpan seed phrase atau private key di cloud (Google Drive, iCloud, dsb).
Simpan backup seed phrase di tempat fisik yang aman (misalnya, brankas).
---
5. Waspada terhadap Phishing dan Scams
Selalu cek URL website sebelum login. Banyak situs palsu meniru situs exchange.
Jangan klik link mencurigakan dari email, Telegram, atau DM Twitter.
Waspadai airdrop palsu, scam bot, dan proyek DeFi yang belum diaudit.
---
6. Perhatikan Kontrak Pintar (Smart Contract)
Jangan sembarangan konek wallet ke dApp/web yang tidak jelas reputasinya.
Gunakan tools seperti DeBank atau Revoke.cash untuk mengecek dan mencabut izin smart contract yang tidak kamu kenal.
Crypto chart (grafik kripto) adalah visualisasi pergerakan harga suatu aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum dari waktu ke waktu. Chart membantu trader menganalisis tren, menentukan entry/exit point, dan memahami psikologi pasar.
---
🧱 1. Jenis Chart yang Umum Digunakan
Jenis Chart Penjelasan
Line Chart Garis tunggal yang menghubungkan harga penutupan tiap periode. Sederhana. Bar Chart Menampilkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan (OHLC). Candlestick Chart 🕯️ Versi visual dari bar chart, paling populer di crypto trading.
---
🕯 2. Cara Membaca Candlestick
Setiap candlestick menunjukkan pergerakan harga selama periode waktu tertentu (misalnya 1 menit, 1 jam, 1 hari).
Body: antara harga pembukaan (open) dan penutupan (close)
Hijau (bullish): close > open
Merah (bearish): close < open
Wick (shadow): garis atas dan bawah menunjukkan harga tertinggi dan terendah
Ukuran candle menunjukkan kekuatan pergerakan
Contoh: Jika BTC 1H candle besar berwarna hijau → artinya pembeli mendominasi 1 jam terakhir.
---
📈 3. Tren Harga (Trend)
Uptrend: harga membuat higher high dan higher low
Downtrend: harga membuat lower high dan lower low
Sideways / Konsolidasi: harga bergerak dalam range sempit (support & resistance)
Gunakan trendline atau moving average untuk mengidentifikasi tren.
---
🛠 4. Alat & Indikator Penting
Indikator Fungsi
Moving Average (MA) Menunjukkan arah tren umum RSI (Relative Strength Index) Menilai apakah aset overbought (>70) atau oversold (<30) MACD Mengukur momentum & potensi pergantian tren Volume Menunjukkan kekuatan pergerakan harga (volume tinggi = konfirmasi kuat) #CryptoCharts101
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok ke aset stabil seperti USD, EUR, atau emas. Tujuannya adalah menghadirkan stabilitas harga di tengah volatilitas pasar kripto.
---
🧠 Mengapa Big Tech Tertarik ke Stablecoin?
Perusahaan teknologi besar ingin:
🔁 Mengontrol sistem pembayaran dalam ekosistemnya
💳 Mempermudah transaksi digital lintas negara
💼 Masuk ke sektor finansial tanpa jadi bank
---
🏢 Contoh Stablecoin dari Big Tech
1. Libra → Diem (Facebook / Meta)
🌍 Inisiatif awal: Libra (2019)
🎯 Visi: Stablecoin global dengan dukungan keranjang aset
🔄 Rebranding ke Diem, fokus ke USD
❌ Dibatalkan tahun 2022 karena tekanan regulator
#Libra #Diem #MetaCrypto
---
2. Amazon Coin? (Spekulatif)
🔍 Belum resmi, tapi sering dirumorkan
Amazon punya sistem kredit internal di beberapa layanan
Potensi stablecoin internal untuk e-commerce global
#AmazonCoin #Speculation
---
3. PayPal USD (PYUSD)
✅ Resmi diluncurkan Agustus 2023
Stablecoin berbasis USD diterbitkan oleh Paxos
Digunakan untuk pembayaran, remitansi, dan transfer dalam PayPal/Venmo
🔒 Fully backed by USD & short-term treasuries 🧾 Tersedia juga di beberapa CEX (seperti Crypto.com, Kraken)
#PYUSD #PayPalCrypto
---
4. Apple & Google
❌ Belum ada stablecoin resmi, tapi:
Apple Pay & Google Pay sudah integrasikan infrastruktur pembayaran digital
Berpotensi jadi platform stablecoin di masa depan
#AppleCrypto #GoogleCrypto #FintechFuture
---
🔐 Tantangan Big Tech Stablecoin
⚖️ Tekanan regulasi tinggi (khususnya dari AS & EU)
🏛️ Dikhawatirkan menggantikan peran bank sentral
🔍 Masalah privasi & dominasi data pengguna
💥 Resiko monopoli finansial dalam ekosistem tertutup
---
🔮 Masa Depan: Stablecoin + Big Tech = Fintech 2.0?
Kombinasi teknologi, user base besar, dan infrastruktur global membuat stablecoin dari Big Tech sangat berpengaruh secara makro.
Tapi perlu pengawasan ketat agar tidak merusak sistem keuangan tradisional.