Mengenai Web3, semua orang menganggap ini sebagai tiket masuk masa depan, masalahnya adalah tiket ini sama sekali tidak memberi tahu ke mana data akan disimpan. Ingin memindahkan bisnis global ke blockchain? Bahkan avatar saja bisa membuat biaya Gas menjadi sangat mahal sehingga orang ingin memukuli keyboard.
Hingga Mysten Labs meluncurkan Walrus, sebuah solusi khusus untuk penyimpanan data di blockchain. Nama ini sangat gambaran, makhluk seperti walrus ini terlihat besar dan berat, tetapi sebenarnya penuh dengan keahlian, terutama lapisan lemak tebal itu—di mata komunitas teknologi, ini adalah metafora untuk penyimpanan file besar (Blob).
Bagaimana solusi penyimpanan terdesentralisasi yang ada saat ini bekerja? Sebagai contoh, Arweave, logikanya sangat sederhana: salin file Anda sebanyak lima ratus kali, lalu kirimkan ke seluruh dunia. Keamanannya memang terjamin, tetapi biayanya membuat saldo akun turun secara drastis.
Walrus mengambil jalur yang sama sekali berbeda. Ia memperkenalkan algoritma Reed-Solomon erasure code, memecah file menjadi potongan kecil tak terhitung (disebut Sliver), lalu menyebarkannya secara acak ke node penyimpanan global. Keunggulannya di sini: bahkan jika dua pertiga node di seluruh jaringan mati secara bersamaan, Anda tetap bisa memulihkan file lengkap dari fragmen yang tersisa. Inilah keindahan matematika.
Jika dibandingkan data—solusi tradisional membutuhkan 30 kali lipat bahkan lebih banyak redundansi penyimpanan untuk mencapai tingkat keamanan yang sama, sementara Walrus hanya membutuhkan 4 sampai 5 kali lipat redundansi. Apa artinya ini? Artinya biaya jauh berkurang, kecepatan meningkat secara signifikan, dan ambang aplikasi Web3 juga semakin rendah.
Dari segi arsitektur teknologi, Walrus bukan sekadar cadangan ganda yang kasar, tetapi menggunakan prinsip matematika untuk melakukan optimisasi yang cerdas. Pendekatan ini mungkin memberi inspirasi bagi seluruh jalur penyimpanan di blockchain.

