Il trading non riguarda chi guadagna più spesso. Ma chi rimane disciplinato quando il mercato non si comporta come sperato.
Molti si concentrano a cercare la “direzione”, ma ciò che è più importante è avere un sistema chiaro e da seguire con coerenza.
Perché nel lungo termine, sistema + disciplina > sensazioni momentanee.
Se non hai ancora un diario di trading ben organizzato, inizia subito a registrare tutti gli entry, le ragioni di buy/sell, e valuta le tue operazioni di trading.
Beli Bitcoin di Area ATH Dulu? Historinya Malah Selalu Profit 👀
Banyak trader takut beli Bitcoin saat harga dekat all time high. Tapi menariknya, secara historis beli BTC di area ATH siklus sebelumnya justru selalu berakhir profit dalam jangka panjang.
Menurut postingan based16z, tekanan beli di cycle sekarang jauh lebih besar dibanding ATH sebelumnya.
Dulu, market cuma ditopang pembelian sekitar US$1-2 juta per hari dari pelaku besar tertentu. Sekarang situasinya beda total.
Ada tambahan tekanan beli dari ETF Bitcoin spot, whale besar seperti Purr, sampai institusi lain yang terus akumulasi setiap hari. Bahkan ETF sendiri disebut menyerap sekitar US$7 juta per hari.
Artinya, demand Bitcoin saat ini jauh lebih kuat dibanding cycle sebelumnya. Sementara supply BTC tetap terbatas dan makin tipis di market.
Meski begitu, market tetap bisa mengalami koreksi jangka pendek. Karena di area ATH biasanya volatilitas dan profit taking juga meningkat.
Tapi kalau melihat data historis dan arus dana institusi sekarang, banyak analis mulai melihat area ATH lama bukan lagi zona “takut beli”, tapi justru area validasi strength market.
Follow akun Menjadi Trader buat update crypto paling relevan setiap hari.
BTC ha finalmente rimbalzato di circa +1,8% fino all'area di 76,7K dopo essere entrato in una condizione di ipervenduto estremo.
Ieri il mercato è stato davvero "in fiamme" sul lato ribassista. L'RSI è addirittura sceso fino all'area di 10, che di solito non resta a lungo senza un rimbalzo tecnico.
Il risultato è stato che i compratori sono entrati in modo piuttosto aggressivo, spingendo il prezzo da 74K sopra 77K. Dal punto di vista tecnico, anche il MACD ha iniziato a formare un crossover rialzista, un segnale che il momentum ribassista sta iniziando a placarsi.
Oltre al rimbalzo tecnico, il mercato è stato anche spinto da una nuova narrazione riguardo la riserva strategica di BTC negli USA. Un disegno di legge che propone una riserva di 1 milione di BTC è stato nuovamente discusso, e questo ha portato un sentimento positivo per le prospettive a lungo termine.
È interessante notare che, mentre le istituzioni stanno ancora distribuendo, i compratori retail e i compratori contrari stanno iniziando ad assorbire l'offerta. Molti iniziano a vedere l'attuale situazione come un "liquidity trap" prima della ripresa del mercato.
Ma la pressione principale non è ancora realmente svanita:
• Gli ETF hanno ancora outflow per 6 giorni consecutivi • BlackRock e grandi istituzioni stanno ancora riducendo l'esposizione • Tassi d'interesse elevati e inflazione rimangono un grosso ostacolo per gli asset rischiosi
Inoltre, alcune corporazioni stanno cominciando a smussare la narrazione del "never sell", il che significa che c'è ancora potenziale di offerta aggiuntiva.
Conclusione: Il rimbalzo attuale appare più come un relief bounce dopo che il mercato è stato troppo ipervenduto.
Per cambiare la struttura in bullish di nuovo, BTC deve ancora dimostrare che i compratori sono in grado di mantenere il momentum senza dipendere solo dal rimbalzo tecnico.
Finché la pressione macro e l'outflow degli ETF non cambiano, il mercato rimane vulnerabile ad alta volatilità.
Polymarket Bloccato Ufficialmente in Indonesia, Komdigi Lo Definisce Simile al Gioco D'azzardo
Il governo tramite Komdigi ha ufficialmente bloccato l'accesso a Polymarket in Indonesia. Questa piattaforma di mercato delle previsioni basata su crypto è considerata una forma di gioco d'azzardo online poiché implica scommesse in denaro su risultati di eventi.
Attualmente, il sito di Polymarket non è più accessibile dall'Indonesia secondo gli ultimi aggiornamenti.
Secondo il Direttore Generale della Sorveglianza dello Spazio Digitale, Alexander Sabar, l'uso della blockchain e delle crypto non cambia la sostanza delle attività. Finché ci sono elementi di scommessa su outcome specifici, il governo continuerà a considerarlo una pratica di gioco d'azzardo illegale in Indonesia.
Questo passo porta l'Indonesia a seguire il percorso di altri paesi come Singapore, Brasile e India che avevano già precedentemente limitato l'accesso a Polymarket.
Per il mercato crypto, questa notizia è piuttosto interessante poiché il mercato delle previsioni era stato ampiamente utilizzato per speculazioni politiche, economiche e su eventi globali. Tuttavia, la regolamentazione in molti paesi è ancora piuttosto severa nei confronti di modelli di piattaforme come questa.
Ora, l'attenzione del mercato potrebbe concentrarsi su se altre piattaforme di mercato delle previsioni affronteranno pressioni regolatorie simili in futuro.
Segui l'account Menjadi Trader per aggiornamenti crypto e macro più pertinenti ogni giorno.
BTC kembali turun sekitar -2,3% ke area 75,5K dan market masih berada dalam tekanan besar.
Penyebab utamanya belum berubah: ETF outflow dan distribusi dari pemain besar masih mendominasi market.
Dalam seminggu terakhir, aliran dana keluar dari ETF sudah mencapai sekitar -$1,46B. Ini menunjukkan institusi besar masih cenderung defensif dan belum kembali agresif masuk.
Tekanan makin berat setelah beberapa entitas besar memindahkan ribuan BTC ke exchange. Aktivitas seperti ini biasanya langsung dianggap market sebagai potensi distribusi tambahan.
Secara teknikal, kondisi market sekarang cukup ekstrem: • RSI jatuh ke area 13 → oversold berat • Harga breakdown di bawah lower Bollinger Bands • Momentum bearish masih sangat dominan
Artinya seller masih mengontrol market dalam jangka pendek.
Namun di balik tekanan ini, ada beberapa sinyal yang tetap menjaga narasi jangka panjang: • SpaceX dilaporkan memiliki exposure BTC besar • SEC mulai menyetujui produk pasar baru terkait crypto • Beberapa desk institusional justru mulai akumulasi diam-diam
Ini menunjukkan smart money belum benar-benar meninggalkan market.
Yang perlu diperhatikan sekarang: Semakin oversold market bergerak, semakin besar peluang muncul relief bounce yang agresif.
Tapi selama ETF masih outflow dan distribusi belum selesai, pantulan berpotensi hanya bersifat sementara.
Kesimpulan: Jangka pendek BTC masih bearish dan rawan volatilitas tinggi.
Namun market juga mulai masuk area yang sering memicu rebound cepat karena tekanan jual sudah terlalu ekstrem.
Fokus utama sekarang adalah melihat apakah buyer mulai mampu menyerap supply besar yang masuk ke market.
2 Loyang Pizza Ini Sekarang Nilainya Bisa Bikin Melongo 🍕
Hari ini dunia crypto kembali merayakan Bitcoin Pizza Day, salah satu momen paling legendaris dalam sejarah Bitcoin.
Tepat pada 22 Mei 2010, seorang programmer bernama Laszlo Hanyecz melakukan transaksi nyata pertama menggunakan Bitcoin. Ia membeli 2 loyang pizza dengan 10.000 BTC.
Di masa itu, Bitcoin bahkan belum dianggap aset serius. Nilainya masih receh dan kebanyakan orang menganggap BTC cuma eksperimen internet biasa.
Tapi kalau dihitung dengan harga Bitcoin sekarang, 10.000 BTC itu nilainya sudah mencapai triliunan rupiah.
Yang bikin momen ini spesial bukan cuma soal “pizza termahal di dunia”, tapi karena transaksi tersebut jadi bukti pertama bahwa Bitcoin benar-benar bisa dipakai sebagai alat tukar di dunia nyata.
Dari cuma beli pizza, sekarang Bitcoin berubah jadi aset global yang diperebutkan institusi, negara, sampai perusahaan raksasa.
Kadang market memang dimulai dari hal yang terlihat kecil dan absurd.
Follow akun Menjadi Trader buat update crypto paling relevan setiap hari.
Al prezzo di un piatto di mie ayam, ora puoi goderti la qualità dei segnali premium Analisi più mirata, entry più chiara e gestione del rischio più ordinata Il trading non deve essere costoso. L'importante è essere coerenti e utilizzare i dati giusti.
Bitcoin Gagal Bertahan di Atas Level Penting Bull Market, Rally Masih Rawan?
Bitcoin sempat kembali naik ke area US$82 ribu dan berhasil reclaim level on-chain penting di sekitar US$78,3 ribu. Tapi menurut data Glassnode, BTC masih gagal bertahan kuat di atas area tersebut.
Level “True Market Mean” ini dianggap krusial karena secara historis sering jadi batas transisi antara bear market ke bull market. Masalahnya, breakout saja belum cukup. Biasanya market butuh konsolidasi berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum benar-benar konfirmasi balik bullish.
Sekarang market masih terlihat berada di zona transisi. Belum ada tanda kuat bahwa reversal bull market sudah benar-benar confirmed.
Data positioning juga menunjukkan kondisi market masih cukup rapuh. Open interest tetap tinggi sementara funding mulai kembali positif, artinya leverage mulai masuk lagi meski struktur market belum sepenuhnya aman.
Kalau BTC gagal mempertahankan area US$78,3 ribu, potensi volatilitas dan fake breakout masih cukup besar dalam jangka pendek.
Untuk sekarang, market lebih cocok disebut fase “testing confidence” dibanding full bull confirmation.
Follow akun Menjadi Trader buat update on-chain dan crypto paling relevan setiap hari.
Polymarket Mulai Pasang Odds Soal Prabowo, Market Politik Crypto Heboh
Platform prediction market Polymarket mulai menampilkan market spekulasi terkait kemungkinan Prabowo Subianto keluar dari jabatan Presiden Indonesia dalam beberapa periode waktu tertentu.
Dari data yang beredar, probabilitas terbesar masih menunjukkan market percaya skenario itu kecil terjadi dalam waktu dekat. Tapi munculnya market seperti ini langsung bikin ramai karena menunjukkan bagaimana prediction market crypto mulai dipakai buat spekulasi politik global, termasuk Indonesia.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di dunia crypto. Polymarket sering dipakai trader untuk bertaruh pada event politik, ekonomi, sampai geopolitik karena dianggap lebih cepat merefleksikan sentimen dibanding polling tradisional.
Meski volume market ini masih relatif kecil, kemunculannya tetap menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana blockchain dan prediction market mulai masuk ke ranah politik domestik.
Tapi perlu dicatat, prediction market bukan berarti fakta atau kepastian kejadian. Ini murni refleksi spekulasi dan sentimen pengguna market.
Follow akun Menjadi Trader buat update crypto dan macro paling relevan setiap hari.
Rusia Siap Buka Trading Crypto di Bursa Resmi, Institusi Mulai Masuk?
Bursa Efek Moskow atau MOEX dikabarkan siap mulai memperdagangkan aset crypto setelah regulasi digital asset Rusia resmi diberlakukan dalam beberapa minggu ke depan.
Menurut CEO MOEX, Viktor Zhidkov, tahap pengujian bakal dimulai awal musim panas dan target trading crypto penuh diperkirakan berjalan akhir tahun ini. Mereka sekarang lagi menyiapkan infrastruktur agar sistem keuangan tradisional Rusia siap masuk ke pasar aset digital.
Yang menarik, ini bukan cuma soal exchange biasa. Karena MOEX adalah salah satu bursa terbesar di Rusia, langkah ini bisa jadi sinyal kalau institusi keuangan tradisional mulai makin serius masuk ke industri crypto.
Rusia sendiri sebelumnya dikenal cukup keras terhadap crypto. Tapi sekarang arah kebijakannya mulai berubah, terutama di tengah tekanan geopolitik dan tren global yang makin terbuka terhadap aset digital.
Kalau bursa besar seperti MOEX benar-benar buka trading crypto, market bisa melihat ini sebagai dorongan baru untuk adopsi institusional di luar dominasi AS.
Follow akun Menjadi Trader buat update macro dan crypto paling relevan setiap hari.
Turki Diam-Diam Buang Hampir Semua US Treasury, Sinyal De-Dollarisasi Makin Serius?
Turki dilaporkan baru saja melepas hampir seluruh kepemilikan US Treasury mereka pada bulan Maret lalu. Langkah ini langsung bikin market mulai ramai bahas soal tren de-dollarisasi yang makin agresif di beberapa negara.
Secara teori, pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS bisa jadi narasi positif buat aset alternatif seperti Bitcoin dan emas dalam jangka panjang. Karena semakin banyak negara cari alternatif selain dolar, semakin besar juga perhatian ke hard assets yang dianggap lebih independen dari sistem keuangan tradisional.
Tapi market juga sadar situasinya belum tentu sesederhana itu. Ada kemungkinan langkah Turki ini lebih ke strategi darurat untuk menopang mata uang Lira yang terus melemah dan menjaga stabilitas ekonomi domestik mereka.
Artinya, belum tentu ini langsung jadi bullish besar buat crypto dalam waktu dekat. Tapi yang jelas, tren de-dollarisasi global sekarang makin sering muncul dan Bitcoin perlahan mulai masuk dalam pembahasan sebagai alternatif aset lindung nilai.
Kalau tren ini terus berkembang, narasi Bitcoin sebagai “digital gold” bisa makin kuat di mata market global.
Follow akun Menjadi Trader buat update macro dan crypto paling relevan setiap hari.
BTC masih berada di bawah tekanan dan bergerak dekat area 77K setelah kombinasi outflow ETF dan kekhawatiran makro kembali menghantam market. Tekanan terbesar datang dari institusi. Dalam seminggu terakhir, ETF spot mencatat outflow hampir $1B, ditambah beberapa institusi besar mulai mengurangi exposure mereka ke BTC. Ini bikin sentimen jangka pendek makin berat.
Secara teknikal juga mulai melemah: • MACD sudah masuk area negatif • Volume sell meningkat tajam • Momentum downside mulai lebih dominan Market sekarang terlihat masih dalam fase risk-off.
Faktor makro jadi penyebab utama: Ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama mulai naik lagi setelah muncul narasi perubahan arah kepemimpinan The Fed. Ini biasanya kurang bagus untuk aset berisiko seperti crypto. Tapi di tengah tekanan ini, ada beberapa sinyal positif yang belum hilang. Institusi di Asia masih menunjukkan minat ekspansi, termasuk broker Jepang yang mulai menyiapkan produk investasi terkait BTC. Selain itu, penggunaan BTC di level negara juga mulai berkembang. Integrasi Bitcoin untuk kebutuhan pembayaran tertentu menunjukkan utilitas BTC mulai bergerak lebih luas dari sekadar aset spekulasi. Namun market tetap dibayangi aksi profit taking dari whale. Beberapa holder besar mulai melepas sebagian posisi setelah rally sebelumnya, bikin tekanan jual makin terasa.
Jangka pendek BTC masih cenderung lemah karena tekanan makro dan distribusi institusi. Tapi secara struktur besar, adopsi dan akumulasi belum benar-benar berhenti. Area sekarang kemungkinan masih rawan volatilitas tinggi sampai market mendapatkan kepastian arah dari faktor makro global.
BTC è sceso di circa -2,3% fino all'area 79K dopo che il mercato non è riuscito a mantenere il livello di resistenza a 81K.
La pressione principale questa volta proviene da una combinazione di fattori macro e distribuzione istituzionale. Gli ETF spot hanno registrato nuovamente un grande outflow, mentre uno dei principali asset manager ha trasferito migliaia di BTC su exchange istituzionali, alimentando preoccupazioni per una potenziale pressione di vendita continua.
Dal punto di vista tecnico, il rifiuto nell'area 81K ha subito innescato un selloff abbastanza aggressivo. L'RSI a breve termine è addirittura sceso in una zona di ipervenduto estremo prima di un piccolo rimbalzo.
Anche i fattori macro non stanno aiutando: • Le preoccupazioni per l'inflazione sono nuovamente aumentate • Il prezzo del petrolio continua a rafforzarsi • Il dollaro USA diventa sempre più forte → gli asset a rischio sono sempre più sotto pressione
In aggiunta, il mercato inizia a preoccuparsi per la direzione della politica della Fed nel prossimo futuro, che potrebbe essere più restrittiva riguardo alla liquidità.
Ma nel mezzo di questa pressione, c'è un segnale interessante: I retail continuano ad accumulare.
Il numero di BTC detenuti da acquirenti alle prime armi continua a salire, mentre l'offerta sugli exchange è scesa ai minimi livelli dal 2018. Ciò significa che l'offerta liquida è sempre più scarsa, anche se il prezzo sta correggendo.
Dal punto di vista normativo, gli sviluppi rimangono positivi. Il Clarity Act che avanza nel Senato offre speranze a lungo termine per un'adozione istituzionale più ampia.
Conclusione: Nel breve termine, il mercato è ancora oscurato da pressioni macro e distribuzione istituzionale.
Ma a livello strutturale, l'accumulazione retail e gli sviluppi normativi mantengono viva la narrazione bullish a lungo termine.
L'area attuale è ancora vulnerabile a una volatilità alta, soprattutto se il supporto più vicino non riesce a essere mantenuto.
Trump Abbandona la Cina, il Mercato Inizia a Scommettere sulla Direzione dell'Accordo USA-Cina
La visita di Donald Trump in Cina è ufficialmente terminata oggi pomeriggio dopo che l'Air Force One è decollato da Pechino. L'incontro con il Presidente Cinese è stato descritto come molto positivo, tanto che entrambe le parti dichiarano che i risultati della discussione sono stati “fantastici”.
Anche se i dettagli dell'accordo non sono stati annunciati ufficialmente, il mercato si concentra subito sulle potenziali ripercussioni sulla guerra commerciale, sulla tecnologia e sulla geopolitica globale.
Ciò che ha attirato maggiormente l'attenzione è che Trump era accompagnato dai big della tecnologia americana come Elon Musk, Tim Cook e Jensen Huang. Questo ha fatto sì che molti analisti vedessero che il focus della discussione non riguarda solo le tariffe commerciali, ma anche la dominazione tecnologica, l'IA, i chip e la catena di approvvigionamento globale.
Se le relazioni USA-Cina iniziano a migliorare, il sentiment del mercato globale potrebbe seguire. Tuttavia, i trader devono rimanere vigili poiché i dettagli delle politiche ufficiali non sono ancora stati rilasciati e le tensioni geopolitiche possono cambiare in qualsiasi momento.
Per ora, il mercato probabilmente monitorerà se questo incontro apre davvero nuove strade per la cooperazione economica o se si tratta solo di una pausa temporanea nella guerra commerciale.
Segui l'account Menjadi Trader per aggiornamenti macro e crypto più rilevanti ogni giorno.
BlackRock Kembali Transfer BTC ke Bursa, Tanda Tekanan Jual Mulai Naik?
BlackRock kembali terpantau memindahkan Bitcoin ke exchange menurut beberapa layanan pemantauan on-chain. Di saat yang sama, arus keluar dari ETF Bitcoin mulai muncul lagi karena sebagian investor memilih ambil profit atau keluar sementara dari market.
Biasanya, transfer BTC ke bursa sering dianggap sebagai sinyal potensi tekanan jual jangka pendek. Apalagi kalau dibarengi ETF outflow, market langsung jadi lebih sensitif.
Meski begitu, ini belum tentu tanda bearish besar. Bisa aja hanya rebalancing atau penyesuaian likuiditas dari pihak institusi. Tapi yang jelas, pergerakan wallet raksasa seperti BlackRock selalu jadi perhatian trader karena dampaknya bisa mempengaruhi sentimen market dengan cepat.
Sekarang market bakal fokus lihat apakah outflow ETF ini cuma sementara atau mulai jadi tren baru. Kalau tekanan jual institusi makin besar, Bitcoin bisa menghadapi volatilitas lebih tinggi dalam waktu dekat.
Follow akun Menjadi Trader buat update crypto dan on-chain paling relevan setiap hari.
BTC turun sekitar -1,2% ke area 80,5K setelah market kembali ditekan data inflasi AS yang lebih panas dari ekspektasi.
CPI di angka 3,8% bikin harapan penurunan suku bunga makin menjauh. Ini jadi tekanan besar untuk aset risk seperti crypto karena likuiditas berpotensi tetap ketat lebih lama.
Tapi menariknya, di tengah market yang mulai takut, institusi justru masih terus akumulasi.
Beberapa perusahaan besar dilaporkan menambah lebih dari 3.500 BTC, bahkan jumlah itu jauh di atas supply harian hasil mining. Ini menunjukkan demand jangka panjang masih sangat kuat.
Holder jangka panjang juga sekarang menguasai sekitar 75% supply BTC beredar. Artinya, supply liquid di market makin tipis dan struktur jangka panjang masih cukup sehat.
Selain itu, ada harapan baru dari sisi regulasi. RUU CLARITY mulai membuka peluang kerangka aturan yang lebih jelas untuk industri crypto, yang bisa jadi katalis institusi ke depan.
Namun risiko market tetap besar:
• Inflasi tinggi → Fed cenderung tetap hawkish • Posisi leverage long masih terlalu padat di bawah market • Tekanan jual dari korporasi & cadangan negara masih berjalan
Kalau support penting gagal dijaga, efek liquidasi bisa mempercepat penurunan.
Kesimpulan: Fundamental jangka panjang masih kuat karena institusi terus masuk dan supply makin ketat.
Tapi jangka pendek, market masih berada di bawah tekanan makro dan rawan volatilitas besar.
Fase sekarang lebih cocok untuk disiplin risk management daripada terlalu agresif mengejar arah. $BTC
Inflasi AS Naik ke 3,8%, Mimpi Rate Cut Makin Berat?
Data CPI terbaru AS bikin market langsung panas. Inflasi tahunan naik ke 3,8% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi analis dan melonjak cukup jauh dibanding data sebelumnya di 3,3%.
Ini jadi sinyal kalau tekanan harga di ekonomi AS ternyata belum benar-benar reda. Artinya, peluang The Fed buat cepat turunin suku bunga makin sulit.
Market sebelumnya berharap rate cut bisa datang lebih agresif tahun ini. Tapi kalau inflasi malah naik lagi, The Fed kemungkinan bakal tetap hawkish lebih lama demi tahan laju kenaikan harga.
Buat market crypto dan saham, kondisi ini biasanya bikin volatilitas meningkat. Likuiditas bisa lebih ketat dan aset berisiko rawan kena tekanan dalam jangka pendek.
Sekarang fokus market bakal kembali ke langkah The Fed berikutnya. Semakin tinggi inflasi, semakin kecil kemungkinan suku bunga turun dalam waktu dekat.
Follow akun Menjadi Trader buat update macro dan crypto paling relevan setiap hari.
Bank of Japan Mulai Hawkish, Yen Carry Trade Bisa Kena Tekanan Besar
Beberapa anggota dewan Bank of Japan mulai dorong kenaikan suku bunga lebih cepat kalau inflasi akibat perang Iran dan lonjakan harga energi terus memanas.
Di ringkasan rapat terbaru, ada anggota BOJ yang bilang kenaikan bunga harus dilakukan “tanpa jeda lama”. Bahkan ada yang minta pengetatan dilakukan “tanpa ragu” kalau ekonomi Jepang tetap stabil di tengah konflik global.
Ini jadi sinyal penting buat market karena Jepang selama ini dikenal ultra longgar soal kebijakan moneter. Kalau BOJ benar-benar agresif naikkan bunga, efeknya bisa besar ke Yen Carry Trade yang selama bertahun-tahun jadi bahan bakar likuiditas global.
Buat trader crypto dan saham, kondisi ini wajib dipantau. Saat Yen Carry Trade mulai goyah, market berisiko mengalami pengurangan likuiditas dan volatilitas bisa meningkat tajam.
Intinya, bukan cuma Bitcoin dan The Fed yang perlu diperhatikan sekarang. Jepang mulai masuk radar market global.
Follow akun Menjadi Trader buat update macro dan crypto paling relevan setiap hari.
Michael Saylor Makin Gila? Strategy Sekarang Udah Pegang Hampir 4% Supply Bitcoin Dunia
Strategy kembali ngumumin rencana beli Bitcoin lagi, dan total kepemilikan mereka sekarang udah tembus 818.334 BTC. Itu setara sekitar 3,9% dari total supply Bitcoin global.
Yang bikin market melongo, mereka tetap agresif akumulasi meski laporan Q1 kemarin catat rugi per saham. Artinya Saylor masih super bullish dan percaya BTC bakal naik jauh lebih tinggi dalam jangka panjang.
Tapi ada sisi yang mulai bikin banyak trader waspada. Pendanaan buat beli BTC ini sebagian datang dari skema saham preferen dengan dividen sampai 11%. Selama Bitcoin terus naik, strategi ini terlihat jenius. Tapi kalau market tiba-tiba koreksi dalam, tekanan finansialnya bisa jadi cukup berat.
Di satu sisi, langkah Saylor nunjukin conviction yang luar biasa ke Bitcoin. Di sisi lain, leverage dan beban dividen tinggi juga bikin risikonya makin besar.
Kalau menurut kamu, ini strategi visioner atau terlalu nekat?
Follow akun Menjadi Trader buat update crypto terbaru setiap hari.