Memahami Consumer Price Index (CPI) dan Dampaknya pada Harga Kripto
Consumer Price Index (ICP) atau Indeks Harga Konsumen adalah indikator ekonomi penting yang mengukur perubahan rata-rata harga yang dibayarkan konsumen untuk sekumpulan barang dan jasa dari waktu ke waktu. CPI sering digunakan untuk mengukur inflasi, mencerminkan kenaikan biaya hidup dan penurunan daya beli uang. Dalam keuangan tradisional, CPI menjadi dasar analisis, dan perannya telah meluas ke sektor kripto, memengaruhi harga, tren pasar, sentimen investor, dan adopsi aset digital secara luas. Apa itu Consumer Price Index (CPI)? CPI berfungsi sebagai ukuran statistik yang berfokus pada melacak perubahan harga dalam kelompok barang dan jasa yang telah ditentukan sebelumnya Jenis-Jenis Consumer Price Index(CPI) Ada beberapa jenis indeks CPI, termasuk CPI-U, CPI-W, dan Core CPI. CPI-U mengukur perubahan harga yang berkaitan dengan konsumen perkotaan, mencakup sekitar 88% dari populasi AS.
CPI-W berfokus pada upah dan pekerja kantoran perkotaan, yang merupakan bagian dari CPI-U.
Sementara itu, Core CPI menghilangkan harga energi dan makanan karena volatilitasnya, memberikan penilaian yang lebih akurat tentang tren inflasi.
Data CPI dapat memengaruhi industri kripto dalam beberapa cara. Misalnya, ketika data CPI menunjukkan kenaikan inflasi, investor mungkin beralih ke kripto untuk melindungi dana mereka dari dampak inflasi, yang dapat memicu lonjakan harga aset kripto.
Sebaliknya, jika data CPI menunjukkan penurunan inflasi, investor mungkin menarik dana mereka dari kripto, yang dapat menyebabkan penurunan harga kripto.
Hubungan antara pasar kripto dan data CPI bersifat kompleks. Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi harga kripto termasuk sentimen investor, perkembangan teknologi, dan berita terkait regulasi.
Salah satu cara data CPI mempengaruhi pasar kripto adalah sebagai lindung nilai terhadap inflasi, di mana peningkatan inflasi mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka ke kripto untuk melindungi nilai aset mereka, yang dapat menyebabkan kenaikan harga di sektor kripto.
Kesimpulan
Mengingat kompleksitas ini, sulit untuk memprediksi dampak data CPI pada industri kripto. Namun, CPI tetap menjadi faktor penting bagi investor untuk membuat keputusan investasi yang tepat.
Waspada! Whale Pindahkan 20 Ribu BTC ke Wallet Baru Setelah 14 Tahun Diam
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) yang tidak aktif sejak tahun 2010 memindahkan 20.000 BTC senilai sekitar $2,4 miliar senilai Rp39 triliun ke wallet baru dalam satu transaksi.
Aksi ini langsung memicu kekhawatiran pasar dan spekulasi di kalangan investor karena dompet tersebut telah diam selama 14 tahun sejak awal era Bitcoin.
Data on-chain mencatat bahwa dompet tersebut pertama kali menerima Bitcoin pada 2010, saat harga BTC masih di bawah $1.
Total nilai pembelian awal diperkirakan hanya sekitar $15.400. Dalam satu transaksi, seluruTC dipindahkan, menjadikannya salah satu perpindahan aset terbesar dari wallet era awal.
Strategia Continua Ad acquistare Bitcoin, Questo è l'importo totale ora
Il gigante degli investimenti in Bitcoin, Strategia, è certo di continuare l'azione di acquisto di BTC lunedì dopo aver preso una pausa di una settimana. La notizia è stata confermata direttamente da Michael Saylor, uno dei fondatori di Strategia, in una dichiarazione che riafferma l'impegno dell'azienda nei confronti del più grande asset crittografico del mondo. In precedenza, Strategia era assente nell'acquisto di Bitcoin per una settimana, ma è rimasta attiva dietro le quinte. L'azienda ha annunciato una raccolta fondi di US$ 4,2 miliardi, che si prevede sarà in gran parte utilizzata per acquistare molti BTC.
Prima della pausa, Strategia ha registrato 12 settimane consecutive di accumulo di BTC, compreso l'ultimo acquisto del 30 giugno di 4.980 BTC per un valore di US$ 532 milioni. Attualmente, la totale proprietà di BTC dell'azienda ha raggiunto 597.325 BTC, con un valore di mercato superiore a US$ 70,9 miliardi.
Satoshi Nakamoto Jadi Orang Terkaya ke-11 Dunia, Hartanya Tembus Rp 2.102 Triliun
Sosok anonim di balik penciptaan Bitcoin, kini menempati posisi ke-11 dalam daftar orang terkaya di dunia. Menurut data dari Arkham Intelligence, Nakamoto diperkirakan memiliki 1,096 juta Bitcoin (BTC) dengan nilai total USD 129,23 miliar atau setara Rp 2.102 triliun (estimasi kurs Rp 16.268 per USD).
Jumlah kekayaan ini membuat Nakamoto melampaui pendiri Dell Technologies, Michael Dell, yang kekayaannya dilaporkan sebesar USD 125,1 miliar atau sekitar sekitar Rp 2.034 triliun.
Menurut data Nansen, Bitcoin baru-baru ini mencatat rekor harga baru di atas USD 120.000 atau sekitar Rp 1,952 miliar. Untuk bisa melampaui Elon Musk sebagai orang terkaya dunia, harga Bitcoin perlu naik lebih dari 180%.
Jika harga Bitcoin mencapai USD 366.241 atau Rp 5,958 miliar, maka total aset Nakamoto akan bernilai sekitar USD 401 miliar atau mencapai Rp 6.521 triliun, hanya sedikit di bawah kekayaan Elon Musk saat ini, yaitu USD 404 miliar atau sekitar Rp 6.570 triliun.