Tiga Katalis yang Bisa Buat Crypto Pulih di Tahun Ini Menurut Analis
Wintermute, perusahaan market maker crypto, mengungkapkan ketiga katalis atau faktor yang dapat memulihkan pasar crypto secara keseluruhan di tahun 2026 ini. "Hanya beberapa token terpilih yang outperform sementara pasar yang lebih luas terus menurun, tertekan oleh beban unlock. Untuk membalikkan tren ini, setidaknya salah satu dari tiga hal perlu terjadi," tulisnya, melansir laporan resmi. Diketahui, peran institusi besar dan penyedia exchange-traded fund (ETF) dapat mendorong likuiditas pasar crypto. Akan tetapi, pemain besar ini perlu mengalokasikan ke token lainnya, dan tidak terpusat pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Lalu, kedua aset terbesar crypto Bitcoin dan Ethereum perlu melakukan reli peningkatan harga yang lebih tinggi. Sehingga, akan mendorong peralihan modal ke aset crypto lainnya, sebab investor yang telah meraup untung akan memindahkan profitnya ke aset digital lain atau diistilahkan 'spillover effect'. Terakhir, para investor retail juga ikut andil dalam pemulihan dan mereka harus kembali ke pasar crypto. Karena, saat ini para pemain tersebut lebih tertarik dengan pasar saham dan perusahaan teknologi hingga artificial intelligence (AI). Dari ketiga faktor tersebut, satu diantaranya tengah terjadi, yaitu kemunculan opsi ETF crypto yang tidak hanya memberikan opsi Bitcoin dan Ethereum. Terlihat, dalam kesuksesan ETF Solana (SOL) dan XRP yang tercatat mengalami inflow masing-masing US$833 juta serta US$1,2 miliar dalam waktu relatif singkat. -# Image Source: Akademi Crypto
Fiat Iran Jeblos ke US$0, Bitcoin Jadi Seharga 104 Miliar Rial
Nilai tukar mata uang Iran terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tidak berharga yang dibanderol US$0. Hal ini membuat harga Bitcoin (BTC) melejit yang membutuhkan 104 miliar rial untuk mendapat 1 BTC. Hal tersebut terjadi karena Iran tengah menghadapi kerusuhan domesti yang diakibatkan adanya krisis ekonomi dan ketegangan dengan militer AS yang memperburuk keadaan. Diketahui, penurunan tajam nilai tukar rial terjadi kala kurs bebas pasar menyentuh sekitar 1,3-1,4 juta rial per dolar AS. Peristiwa ini menjadikan mata uang Iran sebagai yang terlemah dan terendah di dunia. Sebagai informasi, harga Bitcoin dalam mata uang rupiah nilainya sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan pada nilai mata uang Eropa dibanderol 78 ribu euro. Lalu, pada fiat AS harganya US$92 ribu per tokennya. -# Image Source: Akademi Crypto
Inflasi AS Akhirnya Mereda, Bitcoin Naik ke US$93.000
Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (13/10) malam, stabil berada di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025. Maka dari itu, pasar aset digital crypto bereaksi, dengan Bitcoin (BTC) naik ke US$93.000 atau 1,56% menurut CoinMarketCap. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto terus naik ke US$3,16 triliun. Dengan kata lain, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di mana hal ini memperkuat spekulasi the Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga mendatang, hingga mendorong kenaikan aset digital. Selain itu, tekanan inflasi AS yang mulai terkendali menandai optimisme pasar yang sepanjang tahun 2025 sempat menurun. Terlebih, inflasi yang rendah mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter yang kuat, hingga meningkatkan likuiditas. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Image Source: Akademi Crypto
Bitcoin Kian Tancap Gas ke US$96 Ribu, Ratusan Ribu Short Trader Rungkad
Bitcoin kembali memuncak ke US$96.000 atau 4,3% dalam 24 jam terakhir, Rabu (14/01) pagi. Kenaikan ini memicu posisi short di US$590 juta atau Rp9 triliun lenyap terlikuidasi di waktu yang sama, menurut CoinGlass. Adapun katalis kenaikan ini terjadi setelah laporan Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS) stabil di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025. Artinya, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di ini memperkuat spekulasi the Fed dalam menghentikan kenaikan suku bunga mendatang. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Image Source: Akademi Crypto
Analitycy twierdzą, że obniżenie stóp procentowych jest 'kluczem' do powrotu detalistów na rynek kryptowalut
Dyrektor Wykonawczy Clear Street Owen Lau powiedział, że obniżenie stóp procentowych przez Rezerwę Federalną (The Fed) lub bank centralny Stanów Zjednoczonych (USA) może zachęcić detalistów do powrotu na rynek kryptowalut. "Ale z drugiej strony, jeśli stopy procentowe spadną, zazwyczaj oznacza to, że rynek jest w trybie ryzyka. Więc detaliści będą bardziej entuzjastyczni, aby wejść w kryptowaluty, instytucje również będą bardziej entuzjastyczne, aby wejść w kryptowaluty," powiedział, cytując YouTube CNBC Televesion. Z drugiej strony, w roku 2025 The Fed obniżył stopy procentowe trzy razy. Jednak rynek kryptowalut nie zareagował dobrze na te wieści i miał tendencję do stagnacji, a następnie spadku.
Fundusz ETF (Exchange-traded fund) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) oraz XRP doświadcza napływu świeżych funduszy od inwestorów kryptowalutowych, którzy zaczynają pozycjonować swoje środki. Dzieje się to tuż przed sylwestrem 2025 roku. Co więcej, ETF Bitcoin otrzymał netto fundusze w wysokości 355 milionów USD, co stanowi około 5,9 biliona Rp, następnie Ethereum o wartości 67,8 miliona USD, czyli 1,1 biliona Rp, a XRP osiągnęło 15,5 miliona USD, co odpowiada 259,3 miliardom Rp, co miało miejsce we wtorek (30/12). To zdarzenie odzwierciedla, że inwestorzy zaczynają przejmować momentum, aby mieć alokację funduszy wobec aktywów cyfrowych kryptowalut poprzez ETF.
Fundusz ETF (Exchange-traded fund) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) oraz XRP doświadcza napływu świeżych funduszy od inwestorów kryptowalutowych, którzy zaczynają pozycjonować swoje środki. Dzieje się to tuż przed sylwestrem 2025 roku. Co więcej, ETF Bitcoin otrzymał netto fundusze w wysokości 355 milionów USD, co stanowi około 5,9 biliona Rp, następnie Ethereum o wartości 67,8 miliona USD, czyli 1,1 biliona Rp, a XRP osiągnęło 15,5 miliona USD, co odpowiada 259,3 miliardom Rp, co miało miejsce we wtorek (30/12). To zdarzenie odzwierciedla, że inwestorzy zaczynają przejmować momentum, aby mieć alokację funduszy wobec aktywów cyfrowych kryptowalut poprzez ETF.
Gorzka Prawda, BNB Daje Więcej 'Zysku' Niż Bitcoin-Ethereum w Roku 2025
Binance Coin (BNB) w swoim rozwoju w roku 2025 zapewnia pozytywne wyniki dla swoich inwestorów, rosnąc o 21%. Ten aktyw był w stanie pokonać dwa największe aktywa krypto, takie jak Bitcoin (BTC), który spadł o 6%, oraz Ethereum (ETH), które spadło o 11%. To mogło się zdarzyć z powodu wzrostu aktywności w sieci BNB, co miało pozytywny wpływ; odnotowano 31 milionów transakcji w grudniu, a w październiku 33 miliony transakcji. Jednak istnieje gorzka prawda, że Bitcoin i Ethereum są testowane pod kątem spadków w roku 2025, które zaczęły się w październiku.
Drama Tarif Trump Jadi Katalis Besar yang Guncang Pasar Crypto Tahun Ini
Bitcoin (BTC) harus merugi sepanjang tahun 2025 ini sebesar 6,2% dengan harga saat ini di level US$87.700, menurut CoinMarketCap, Selasa (30/12). Namun, jika melihat katalis penurunan Bitcoin, tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi yang paling besar. Seperti diketahui, pasar crypto mencatat total likuidasi sebesar US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun dalam sehari hingga membuat jutaan trader terlikuidasi, Sabtu (11/10). Angka itu menjadi likuidasi terbesar dalam sejarah yang disebabkan keputusan Trump mengancam tarif luar biasa kepada China. Bahkan, drama tarif AS telah terjadi sejak awal tahun ini dan membuat likuidasi besar-besaran, di mana pada 25 Februarilalu saat Trump jatuhkan tarif 25% kepada Kanada dan China, pasar crypto alami likuidasi sebesar Rp22 triliun. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Sentimen Ketakutan Pasar Mereda, Bitcoin Rebound ke US$90 Ribu
Bitcoin akhirnya rebound ke US$90.000 atau naik 2,4%. Tak hanya itu, fear and greed atau sentimen ketakutan dan keserakahan pasar telah mereda dengan pulih ke level 30, menurut CoinMarketCap, Senin (29/12). Adapun pemulihan ini didukung oleh potensi berhentinya penarikan (outflow) ETF selama pekan natal sekitar US$750 juta jelang akhir tahun. Selain itu, para analis memproyeksikan akan banyak arus masuk (inflow) institusi pada Januari mendatang. Tak hanya itu, volume perdagangan Bitcoin selama 24 jam naik 22,4% menjadi US$16,9 miliar, menunjukkan adanya minat baru. Tak hanya itu, Ethereum (ETH) ikut naik ke US$3.000 atau 3%, sementara BNB naik US$868 atau 3%, dan XRP ke US$1.91 atau 2,1%. *Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Bitcoin Musi Wzrosnąć o 6% Aby Nie Zakończyć Tego Roku na Minusie
Bitcoin (BTC) doświadcza rocznej obniżki o 5,8% przy cenie US$89.000, według CoinMarketCap, poniedziałek (29/12). Z tego powodu analityk Nic Puckrin ocenia, że Bitcoin musi wzrosnąć o około 6% powyżej ceny otwarcia roku wynoszącej około US$93.374, aby móc zakończyć ten rok z wyższą ceną. Jednak, według obliczeń redakcji Akademii Crypto przy obecnej cenie Bitcoina, potrzebne jest 4,5%, aby nie zakończyć tego roku na minusie. Dla informacji, Bitcoin osiągnął najwyższy poziom wszech czasów przy cenie US$126.299 w zeszłym miesiącu. Jednak wkrótce po tym cena Bitcoina nadal spadała, szczególnie gdy wybuchła wojna handlowa między Chinami a USA.
Cryptografis | Digadang-gadang Jadi Emas Digital, Bitcoin Malah Loyo Tahun Ini
Tahun ini menjadi tahun yang mengejutkan bagi investor Bitcoin. Pasalnya, aset yang digadang-gadang sebagai emas digital tersebut malah anjlok 7% selama setahun terakhir dibandingkan aset-aset lainnya. Tak hanya itu, perak juga mengejutkan pasar dengan muncul sebagai top gainer tahun ini. Aset tradisional tersebut telah naik 174%, mengalahkan emas yang merupakan aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kenaikan ini juga merupakan tren naik terpanjang sejak 1980, yang menjadikannya sebagai aset paling berharga ketiga di dunia, mengalahkan perusahaan teknologi Apple. Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Kala Bitcoin Loyo, Investor Kabur ke Perak hingga Capai ATH US$79
Bitcoin masih betah di harga US$87.000 sejak November lalu, yang membuat sejumlah investor jenuh dan memindahkan dananya ke aset tradisional, salah satunya perak. Harga perak melonjak menembus US$79 per ons, naik sekitar 170% sepanjang 2025. Kenaikan ini menjadikannya sebagai tren naik terpanjang sejak 1980, bahkan mengalahkan pertumbuhan Bitcoin selama setahun yang justru turun 7%. Melonjaknya perak dengan cepat juga membuatnya kini jadi aset paling berharga ketiga di dunia. Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Lonjakan ini menarik perhatian publik luas, terlihat dari pencarian Google tentang perak yang mencapai rekor tertinggi, sementara harga perak fisik di China bahkan melampaui US$91 per ons. Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis. Berbeda dengan emas yang hampir seluruhnya masih ada karena tidak dikonsumsi, sebagian besar perak justru habis terpakai dalam proses industri dan sulit serta mahal untuk didaur ulang, sehingga secara efektif “hilang” dari peredaran. #AkademiCryptoNews Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Belum Kunjung Pulih, Ternyata Whale Telah Jual Total Rp251 Triliun Bitcoin Sepanjang 2025
Bitcoin sedang mengalami kuartal keempat terburuk kedua sepanjang sejarah, menandai pembalikan tajam dari pola tahunan di mana Q4 biasanya menjadi periode terkuat. Salah satu pemicunya yaitu aksi jual masif dari para whale yang melepas sekitar 161 ribu BTC senilai hampir US$15 miliar sepanjang 2025, meski sebagian tekanan ini diimbangi oleh akumulasi bertahap dari holder menengah (“sharks”). Padahal Bitcoin sempat mencetak rekor baru di sekitar US$126.000 pada awal Oktober, harga berbalik turun tajam hingga sekitar US$87.000 hingga saat ini. Hal ini dikarenakan aset digital terbesar di dunia itu tertekan oleh kelelahan permintaan karena pembeli utama seperti exchange-traded funds (ETF) spot dan treasury korporasi menghentikan akumulasi. Secara teknikal, Bitcoin masih terjebak dalam kisaran US$85.000-US$90.000 dengan partisipasi pasar yang rendah, membuat pemulihan sulit menembus resistensi. Meski sentimen lemah dan risiko penurunan lanjutan masih ada, analis menilai kondisi ini bukan kehancuran struktural, melainkan fase penyesuaian yang dipicu rotasi institusional dan mekanika pasar, dengan peluang membangun fondasi pemulihan ke depan.
Faktanya, Hadiah Bitcoin-Dogecoin Natal Tahun Lalu Malah Bikin Buntung
Sejumlah investor telah membuat terobosan dalam memberikan hadiah Natal dan tahun baru, yakni memberikan crypto. Namun ternyata hadiah aset digital ini telah ada sejak 2017, dimulai oleh Andy L yang memberi Bitcoin. Namun hadiah crypto tidak selalu membuat untung. Faktanya, saat Natal 2024 ternyata memberikan hasil yang mengecewakan hingga hari ini karena harga crypto sempat berada di level tinggi pada Desember 2024 lalu kemudian turun di 2025. Investasi hadiah sebesar US$100 pada Natal 2024 setara dengan 0,0010 BTC Bitcoin, 292,94 DOGE Dogecoin, dan 0,02823 ETH Ethereum, yang kini masing-masing bernilai US$87,77 (turun 12,2%), US$37,70 (turun 16,9%), dan US$83,13 (turun 62,3%). Hal ini membuat total hadiah US$300 dalam tiga crypto tersebut kini hanya bernilai US$208,60, turun 30,5%. Di sisi lain, jika US$300 emas dijadikan hadiah pada Natal tahun lalu akan bernilai US$516,47 saat ini, karena aset itu mencapai rekor tertingginya pada Q4. Meski demikian, secara historis hadiah crypto sebelumnya sangat menguntungkan, karena US$300 dari Natal 2023 ke Natal 2024 tumbuh menjadi US$725,32 (naik 141,8%) dan dari Natal 2022 ke Natal 2023 menjadi $559,61 (naik 86,5%).
Indeks Kryptowalut Osiąga Poziom 11 Ekstremalnego Strachu, Podobnie Jak Podczas Zimy Kryptowalutowej 2022
Indeks Strachu i Chciwości, wskaźnik sentymentu rynku, który mierzy poziom strachu lub chciwości inwestorów kryptowalutowych, osiągnął poziom 11 lub ekstremalny strach. To najniższy poziom w ciągu roku, nawet porównywalny z czasem fenomenu zimy kryptowalutowej 2022 roku. Bitcoin doświadczył najgorszego miesiąca od kryzysu kryptowalutowego w 2022 roku, spadając o około 23% w listopadzie, a jego wartość spadła o 35% od rekordowego poziomu 126000 USD, osiągniętego w październiku. Spadek ten wystąpił pomimo sentymentu politycznego i licznych adopcji instytucjonalnych.
Carousel | Najbogatszy wieloryb uciekł z rynku po sprzedaży tysięcy Bitcoinów o wartości 21 T rupii
Owen Gunden, jeden z ósmych najbogatszych wielorybów, niespodziewanie uciekł z rynku po sprzedaży 11.000 Bitcoinów (BTC) o wartości 1,3 miliarda USD lub 21 bilionów rupii, według danych Arkham Intelligence, w piątek (21/11). Ten duży wieloryb sprzedał prawie wszystkie swoje posiadłości Bitcoin i zostawił tylko 0,5 Bitcoin. Decyzja ta została podjęta po tym, jak Bitcoin spadł do najniższego poziomu, obecnie wycenianego na 85.000 USD. Ponadto, największa i ostatnia wypłata Gunden miała miejsce w czwartek (20/11) wieczorem, ten wieloryb wysłał 2.499 Bitcoinów z giełdy kryptowalut Kraken. Ta sprzedaż zbiegła się z osłabieniem sentymentu detalicznego i wygaszeniem spekulacji na rynku.
Nie Bitcoin, Zcash pojawia się jako jedyny główny zwycięzca, gdy rynek kryptowalut płonie
Zcash ($ZEC ) pojawił się jako jedyny główny zwycięzca, gdy rynek kryptowalut był na czołowej czerwonej fali, w piątek (21/11). Nawet ten kryptowaluta przewyższyła wzrost Bitcoina, rosnąc prawie o 2%, podczas gdy największy aktyw cyfrowy spadł o 9% w ciągu ostatnich 24 godzin. ZEC otrzymuje silne wsparcie od akumulacji instytucjonalnej po tym, jak podmiot związany z Winklevoss kupił ponad 233 tys. ZEC, zmniejszając podaż płynności i wzmacniając byczy sentyment, który wcześniej został wywołany wsparciem Arthura Hayesa. Technicznie, ZEC porusza się powyżej EMA 50-dniowego, pokazując momentum wzrostu wspieranego przez byczy crossover MACD i potencjalne wybicie wzoru odwróconej głowy i ramion w kierunku celu 956 USD, o ile obszar 600–605 USD pozostaje wsparciem.
Bitcoin spadł do 85 000 USD, uczestnicy rynku są pewni dalszych spadków
Bitcoin spadł o ponad 13% w ciągu tygodnia, co sprawiło, że obecnie jego cena wynosi 85 000 USD, w piątek (21/11). To również sprawiło, że spadł o 9,23% od początku roku, chociaż największy na świecie aktyw cyfrowy osiągnął najwyższy poziom 126 000 USD w zeszłym sierpniu. Ten spadek sprawił również, że Bitcoin wrócił do poziomu na początku 2025 roku, co oznacza, że wszystkie wzrosty cen, które miały miejsce w tym roku, zniknęły. Nawet inwestorzy, którzy zainwestowali swoje fundusze na początku roku, tj. 92 000 USD, ponieśli straty z powodu tego krachu na rynku.
Zaloguj się, aby odkryć więcej treści
Poznaj najnowsze wiadomości dotyczące krypto
⚡️ Weź udział w najnowszych dyskusjach na temat krypto