Coinbase menilai usulan Payment Account akan memberi perusahaan fintech dan kripto akses langsung ke infrastruktur pembayaran Federal Reserve tanpa harus memiliki lisensi bank komersial penuh. Akses ini memungkinkan mereka terhubung langsung ke sistem pembayaran utama, tanpa bergantung pada bank perantara.
Saat ini, mayoritas perusahaan kripto masih menggunakan bank mitra—umumnya yang diasuransikan FDIC—untuk menyelesaikan transaksi dolar AS. Ketergantungan tersebut menambah biaya, memperlambat proses, dan meningkatkan risiko pihak ketiga.
Coinbase menyatakan bahwa pengurangan peran perantara akan membuat layanan pembayaran lebih aman dan efisien, sekaligus menekan biaya serta mendukung pertumbuhan penyedia pembayaran baru. Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, menambahkan bahwa model akses serupa telah diterapkan di Inggris, Uni Eropa, Brasil, dan India, dengan hasil berupa peningkatan persaingan dan penurunan risiko penyelesaian.
Namun, Coinbase memperingatkan bahwa proposal Federal Reserve saat ini berpotensi tidak efektif karena dinilai terlalu membatasi. Perusahaan mengkritik sejumlah ketentuan, seperti tidak adanya bunga atas saldo akhir hari dan batas saldo malam hari yang rendah, yang dianggap dapat mengurangi manfaat bagi institusi berskala besar.
Coinbase juga menilai pendekatan berbasis ukuran neraca kurang tepat, karena risiko utama dalam layanan pembayaran bersifat operasional, bukan kredit, pasar, atau likuiditas. Selain itu, perusahaan meminta agar institusi diizinkan menampung dana pelanggan secara omnibus untuk meningkatkan efisiensi penyelesaian transaksi.
Melalui dorongan terhadap kerangka yang lebih sederhana dan layak secara komersial, Coinbase menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang ingin terintegrasi lebih dalam ke sistem keuangan arus utama.
#CryptoNews #crypto #coinbase #FYp #cryptocurrency $BTC $ETH $BNB