Ieri (11 iunie), o adresă de portofel USDT TRC-20 a primit 120,2 milioane USDT pe Tron și a început să transfere mai mult de 17,5 milioane de dolari către adresa de depozit Kucoin și 8 milioane de dolari către diverse burse instant.
Entitatea respectivă a plasat ordine pentru Monero, ceea ce a determinat prețul XMR să sări de la 330 dolari la 420 dolari. Peste 8 milioane de dolari au fost transferați de pe Tron către Bitcoin/Ethereum prin Near Intents.
Cu câteva minute în urmă, Tether a blocat adresa direct legată de sursa fondurilor în valoare de 72 milioane USDT.
10 Iunie 2026. $1,34 milioane raib din Raydium V3. din pool care nu ar fi trebuit să mai existe din 2021. Nu există sisteme active compromise, nu există chei private furate. Doar cod vechi lăsat să supraviețuiască prea mult timp, cu bani reali încă stând în interior. Cinci ani de așteptare, o exploatare pentru a-i pune capăt Selengkapnya ... $SOL
Raydium V3, Kontrak Lama Yang Dibangkitkan Dari Kubur
10 Juni 2026 Deprecated bukan berarti aman.Terlupakan bukan berarti mati.Dan di blockchain, tidak ada yang benar-benar dikubur. Dana Yang Hilang: Address Penyerang: 4WnPebowR4HHfumvNPaDjG6Pa5Hi1jxLm6xmmBq33QVk $RAY Pool Yang Tidak Ada Di Maps Bayangkan sebuah brankas tua di lantai bawah gedung bank. Bank itu sudah pindah ke gedung baru sejak 2021. Lobi baru lebih modern, sistemnya diaudit, stafnya terlatih. Tapi kunci brankas lama itu, entah bagaimana ... tidak pernah dicabut. Dan di dalam brankas itu, masih ada uang. Itulah yang terjadi pada Raydium. Lima kolam likuiditas dalam program AMM V3 Legacy dibiarkan hidup di atas jaringan Solana selama hampir lima tahun setelah protokol resmi menyatakan mereka deprecated. Tidak terlihat di UI. Tidak bisa dijangkau via SDK resmi. Tidak disentuh pengguna aktif sejak musim panas 2021. Tapi kontraknya masih berjalan. Dan di dalam kontrak itu, aset nyata masih duduk tenang, menunggu siapa saja yang cukup teliti untuk menemukannya. Apa Yang Terjadi? Untuk memahami mengapa kolam-kolam ini ada, kita perlu kembali ke masa lalu ekosistem Solana. Raydium membangun AMM V3 nya di atas fondasi Serum, on-chain order book yang saat itu menjadi jantung DeFi Solana. Lima pool yang kelak menjadi korban merupakan pasangan-pasangan aset yang berasal dari era itu: Sollet USDT-RAY, Sollet ETH-RAY, SRM-RAY, USDC-RAY, dan RAY-SOL. Serum kemudian runtuh. Raydium bermigrasi. Versi V4 dan V5 lahir dengan mekanisme virtual supply dan verifikasi akun yang lebih ketat. Kode lama seharusnya dikubur bersama Serum. Tetapi tidak mereka lakukan. Alasannya bukan karena ceroboh semata, ada hambatan teknis yang nyata. Smart contract di blockchain bersifat immutable. Begitu sebuah program di-deploy, tidak ada tombol DELETE yang bisa ditekan. Yang bisa dilakukan tim adalah memigrasikan likuiditas secara aktif dan menonaktifkan program ID. Tampaknya langkah terakhir itu (penonaktifan formal) terlewatkan. Atau ditunda. Atau diasumsikan tidak perlu, karena "siapa yang akan menemukan pool-pool tak terlihat ini?" Tetapi akhirnya seseorang menemukannya. Preseden yang Harusnya Jadi Pelajaran Raydium bukan nama baru dalam daftar korban di DeFi. Desember 2022. Tim Raydium terbangun dengan kabar buruk: sekitar $4,4 juta raib dalam sekejap. Bukan karena bug kode. Bukan karena validasi yang lemah. Murni karena private key dicuri. Seseorang mendapatkan akses ke kunci admin, dan itu sudah cukup untuk menguras pool aktif. Insiden itu menyakitkan tapi bersih secara naratif, musuh yang jelas, vektor serangan yang jelas, solusi yang jelas. Tim memperketat keamanan operasional, migrasi ke kontrak baru yang sudah diaudit, dan bergerak maju. Yang tidak mereka lakukan adalah melihat ke belakang. Kontrak-kontrak lama yang ditinggalkan tetap berdetak pelan di blockchain. Tak bertuan. Tak terjaga. Diisi oleh zombie liquidity yang tidak akan pernah bisa dicairkan melalui antarmuka resmi, tapi masih bisa disentuh siapa saja yang mau berbicara langsung dengan kontraknya. Tiga setengah tahun berlalu. Tidak ada yang mengusik. Tidak ada alarm.Sampai 10 Juni 2026. Anatomi Perampokan Peretas tidak akan pernah mengumumkan ke publik bahwa mereka akan meretas. Semua berjalan sunyi, senyap. Saat semua menyadari, mereka sudah pergi. Menemukan Lubang Kelemahan ada di cara legacy AMM V3 memvalidasi token LP (Liquidity Provider). Logikanya sederhana tapi fatal: program lama itu memercayai suplai token LP untuk menentukan proporsi penarikan. Jika Anda memegang X% dari total suplai LP, Anda berhak menarik X% dari likuiditas pool. Masalahnya: program ini tidak memverifikasi mint address dari token LP tersebut. Ia tidak mengecek apakah token LP yang Anda sodorkan benar-benar berasal dari pool yang sah. Ia hanya melihat angka suplai. Ini bukan celah yang halus. Ini adalah asumsi fundamental yang salah, sebuah logic flaw yang bersembunyi di balik lima tahun keheningan. Eksekusi Langkah-langkahnya brutally simple: Buat SPL token baru. Sembarang token. Tidak ada hubungannya dengan Raydium, dengan pool, dengan apapun.Cetak 1 unit dari token palsu itu. Hanya satu. Suplai total: 1.Panggil fungsi withdraw pada legacy AMM V3 dengan token palsu itu sebagai "bukti kepemilikan LP".Kontrak lama menghitung: si penyerang memiliki 1 dari 1 token LP yang ada → kepemilikan 100%Kontrak melepaskan seluruh isi pool. Ulangi untuk pool berikutnya. Dan berikutnya. Dan berikutnya. Lima pool. Lima iterasi dari teknik yang sama. Seluruh proses selesai dalam satu sesi on-chain yang bisa dilacak siapa saja, tapi terlambat untuk dihentikan. Hasil Panen Dari lima pool yang dikuras: Sollet USDT-RAY Sollet ETH-RAY SRM-RAY USDC-RAY RAY-SOL Total: 150.177 RAY, 5.603 SOL, 893.700 USDC. $1,34 juta dari kode yang secara resmi sudah tidak ada. Jejak Pelarian Source: https://arkm.com/explorer/address/4WnPebowR4HHfumvNPaDjG6Pa5Hi1jxLm6xmmBq33QVk Dari KuCoin, Dengan Salam Sebelum melancarkan serangan, penyerang melakukan satu kesalahan yang akan diingat para investigator: mereka membiayai dompet operasional mereka melalui KuCoin, bursa terpusat yang memiliki prosedur KYC. Ini adalah ironi klasik dalam dunia eksploitasi DeFi. Anda membangun serangan yang memanfaatkan sifat permissionless blockchain, tapi Anda memulainya dari sistem yang justru mencatat identitas Anda. KuCoin tahu siapa yang menyetor dana awal itu. Rute Pelarian Setelah memanen hasilnya di Solana, penyerang bergerak cepat dengan rute yang familiar: PeckShield dan investigator on-chain Specter melacak perpindahan ini secara real-time. 810 ETH ke Tornado Cash. Pola ini sudah menjadi tanda tangan baku dalam aksi cuci uang pascaeksploitasi DeFi. Bukan inovasi. Bukan kejutan. Dan secara teknis, Tornado Cash kini lebih mudah diakses, setelah Departemen Keuangan AS menghapusnya dari daftar sanksi pada Maret 2025. 7 ETH ke FixedFloat. Sebagai jalur tambahan, memecah jejak. Dana selebihnya: hilang ke dalam kebisingan Ethereum. Paradoks KuCoin Di sinilah analisis menjadi menarik. Pipeline KuCoin→Tornado Cash bukan strategi baru. Ini adalah template standar. Tapi ini justru menjadi kelemahan sang penyerang. Karena KuCoin adalah titik kontak dengan sistem yang terregulasi, rekaman KYC mereka menjadi jangkar atribusi yang potensial bagi investigator. Uang sudah masuk mixer, tapi identitas orang yang memasukkan modal awal itu mungkin sudah tercatat di server KuCoin. Apakah itu cukup? Dalam yurisdiksi mana pun yang mau bekerja sama, ini memungkinkan. Respons Raydium Raydium tidak mengulur waktu. Kontributor pseudonim @0xINFRA langsung mengumumkan di X pada hari yang sama. Pengakuan lengkap, rincian teknis yang jujur, dan (yang paling penting) tidak ada upaya mengecilkan insiden. Poin-poin krusial yang dikonfirmasi tim: Bukan kompromi kunci. Bukan serangan pada level otoritas. Murni logic flaw yang terisolasi pada kode legacy.Tidak ada risiko propagasi. Program-program aktif Raydium (CLMM dan AMM versi baru) menggunakan mekanisme berbeda dan tidak terpengaruh.Tidak ada pengguna aktif yang terdampak. Secara harfiah tidak ada satu pun pengguna reguler yang bisa menyentuh pool-pool ini melalui antarmuka resmi.Kompensasi penuh dari treasury. Seluruh $1,34 juta akan diganti dari kas protokol. Tidak ada kerugian yang disosialisasikan ke pengguna aktif.Program ID AMM V3 Legacy sedang dalam proses pensiun formal, menutup kemungkinan panggilan lebih lanjut ke kode tersebut.Tinjauan keamanan menyeluruh sedang diluncurkan untuk semua jalur kode mainnet dan legacy. Token RAY merespons dengan tenang. Naik sekitar 2% dalam 24 jam setelah insiden. Tampaknya pasar memilih membaca transparansi Raydium sebagai sinyal kredibilitas, bukan panik atas angka kerugiannya. Pelajaran Apa Yang Bisa Kita Ambil? Ada pelajaran teknis yang sudah jelas: validasi mint address pada kontrak AMM adalah hal dasar. Memverifikasi bahwa token LP yang disodorkan benar-benar berasal dari pool yang sah bukan merupakan fitur opsional. Ia adalah premis fundamental dari logika penarikan likuiditas. Tapi pelajaran yang lebih dalam bukan soal baris kode. Ini tentang tanggung jawab terhadap sistem yang pernah Anda bangun. Kronologi Ringkas 2021 - Serum deprecated, Raydium migrasi ke AMM V4/V5. Lima kolam legacy ditinggalkan dengan kode aktif dan dana di dalamnya.Desember 2022 - Raydium dieksploitasi $4,4 juta via pencurian private key. Tim memperketat keamanan operasional. Kode legacy tetap tidak disentuh.Maret 2025 - Tornado Cash dihapus dari daftar sanksi OFAC/US Treasury.Sebelum 10 Juni 2026 - Penyerang membiayai dompet operasional melalui KuCoin (data KYC tercatat).10 Juni 2026 - Eksploitasi dijalankan. Lima pool dikuras satu per satu menggunakan token LP palsu bersuplai 1 unit. Total $1,34 juta raib.10 Juni 2026 - PeckShield & Specter mendeteksi dan melacak pergerakan dana secara real-time.10 Juni 2026 - Dana dijembatani dari Solana ke Ethereum. 810 ETH masuk Tornado Cash. 7 ETH ke FixedFloat. 10 Juni 2026 - @0xINFRA mengumumkan insiden di X. Raydium mengonfirmasi kompensasi penuh dari treasury.10 Juni 2026 - Tinjauan keamanan menyeluruh diluncurkan. Program ID legacy dalam proses pensiun formal. Referensi: https://www.cryptotimes.io/2026/06/10/old-code-new-damage-raydium-hit-by-1-34m-legacy-pool-hack/https://cryptonews.com/news/raydium-exploit-fake-lp-tokens-deprecated-solana-pools/https://cryptobriefing.com/raydium-exploit-legacy-amm-v3/https://www.ccn.com/news/crypto/raydium-exploit-legacy-pools-solana/https://blockonomi.com/raydium-legacy-amm-v3-exploited-for-1-34m-via-lp-mint-flaw/https://twitter.com/PeckShieldAlerthttps://twitter.com/0xINFRA Ditulis: 12 Juni 2026 Berdasarkan laporan on-chain dan pengungkapan resmi Raydium $RAY $SOL #analysis #altcoins
Lebih dari 6 insiden kerugian besar yang terdokumentasi sejak 2010, mempercayakan otorisasi keuangan pada mesin (bot / LLM). Insiden Flash Crash di Wallsteet, Knight Capital di tahun 2012, hingga BankrBot x grokAI di tahun 2026.
Apakah Anda masih yakin untuk mendelegasikan kendali keuangan anda pada mesin yang tidak mungkin duduk di kursi pengadilan?
Apa kata para peneliti perihal etika AI? Selengkapnya...
Oamenii continuă să încerce să umanizeze mașinile, deși istoria ne-a învățat deja de mai multe ori. Lumea tehnologiei evoluează atât de rapid. Fuge mai repede decât reglementările autorităților care o urmăresc. Mașinile sunt optimizate pentru a lucra mai repede și mai eficient. Nici algoritmii de analiză și modelele lingvistice mari (LLM) nu fac excepție, fiind deja foarte familiare pentru noi. Pe măsură ce timpul trece, oamenii au început să experimenteze pentru a încerca să ofere viață mașinilor. Nu o viață așa cum o cunoaștem noi din învățăturile teologice, ci abilitatea de a tranzacționa, de a cumpăra și vinde ca și cum ar fi oameni.
29 Mai 2026, a avut loc un incident pe Gravity Bridge. Coridorul Ethereum-Cosmos, o alternativă descentralizată pentru bridge-ul multisig, a fost golit din cauza unei exploatări a mapării denom.
Atacatorul a emis token-uri fără valoare pe Osmosis, încorporând adresa custodianului Ethereum original în string-ul de denom fals și apelând o funcție neautorizată care a fost acceptată de bridge fără întrebări.
$4,3 milioane în $USDC , 274 $WETH $434 mii în $USDT , și 14,16 $PAXG , au fost vândute înainte ca vreun avertisment public să fie emis.
Cu cât un protocol devine mai complex, cu atât mai multe posibilități de exploatare a ușilor ascunse care scapă de verificare, până când, în cele din urmă, atacul se produce. Însă, când a avut loc incidentul, totul era deja prea târziu.
Enam tahun lalu, 127.426 $BTC lenyap begitu saja tanpa jejak di dunia digital
Desember 2020: LuBian mengendalikan hampir 6% dari hashrate jaringan Bitcoin , dengan berani memasarkan dirinya sebagai " pool penambangan dengan hasil tinggi dan teraman di dunia. "
Di balik janji itu tersembunyi keamanan kriptografi yang sangat lemah sehingga laptop gaming pun bisa meretasnya dalam hitungan jam.
Februari 2021: LuBian menghilang tanpa penjelasan , bertepatan dengan penindakan keras terhadap pertambangan di Tiongkok. Semua orang acuh tak acuh dan melanjutkan hidup.
Agustus 2025: Arkham Intelligence mengungkap berita mengejutkan : 127.426 Bitcoin curian tersembunyi di depan mata - jumlah yang melampaui bahkan bencana CEX terbesar sekalipun.
Jika kriptografi yang berhasil diretas dapat menguras lebih banyak uang daripada pendapatan seluruh negara dalam setahun, kesalahan fatal apa lagi yang akan kita lakukan?
Ce-ar fi dacă Zcash ar avea un supply care poate fi minat de 14 trilioane pe secundă în pool-ul Orchard?
Sunt puțin îngrijorat că Zcash ar putea suferi un incident similar cu $LUNC , ale cărui efecte de domino au afectat pe toată lumea și au dus la o cădere a prețului BTC sub 59k. Deși, poate că nu va fi la fel de rău ca $LUNC .
$ZEC se află în prezent pe locul 15 în clasamentul marketcap-ului. După audit, au fost descoperite vulnerabilități care existau de fapt de patru ani.
Shielded Labs afirmă: "Această vulnerabilitate este reală și poate fi exploatată. Taylor, cu ajutorul lui Claude Opus 4.8, a scris un exploit complet care, atunci când a fost testat în mediu regtest local, a generat ZEC fals nelimitat care nu poate fi detectat."
"Vulnerabilitatea poate fi exploatată pentru a crea ZEC fals nelimitat care nu poate fi detectat în Orchard," a spus Zooko Wilcox-O'Hearn.
Shielded Labs a declarat că nu există o metodă criptografică pentru a dovedi din pool că exploit-ul a avut vreodată loc.
Pool-ul Orchard a fost dezactivat temporar pentru moment. Ce se va întâmpla când Orchard va fi activat din nou? #PrivacyCoins
4 sikus $BTC 4 tahunan yang sudah terjadi, terlalu konsisten untuk disebut sebagai kebetulan. Namun secara konsisten multpliernya terus menyusut (581×, 129×, 22×, 8×,...) 2029 nanti mungkin masih mencetak ATH baru tetapi tidak akan melebihi 8× dari bottom. Bottom >59k masih belum pasti dan ATH baru tahun 2029 masih jauh dari kenyataan. Kita akan verifikasi nanti, 3 tahun lagi. #bitcoin
Starategi trading yang membuat saya malas melanjutkan trading. - Money management ketat (2%) - Risk management terukur (2% dari total modal) - Trading plan yang dijalankan secara disiplin. TP, SL, dan Entry yang selalu terencana dengan ketat. - Risk & Reward Ratio minimal 1:2
Strategi ini aman sekaligus membosankan dan membuat saya berhenti trading. Tidak ada euforia, tidak ada kepanikan, semua terukur. Tetapi juga tidak ada motivasi yang cukup kuat untuk saya terus melanjutkan trading. Pada akhirnya saya memilih berhenti trading dan memilih 1 koin yang saya percaya sangat kuat fundamentalnya. Kemudian saya mempelajari secara mendalam agar saya punya alasan kuat untuk tetap HODL. Terpilihlah satu-satunya koin yaitu Bitcoin.
Bitcoin: Impian para Cypherpunks, libertarian, dan anarkis kripto
Pemerintah menindas para rakyatnya selama berabad-abad. Salah satu bentuk penindasan yang pertama lahir yaitu pada masa Kekaisaran Romawi, 2000 tahun yang lalu. Waktu telah berjalan hingga sampai saat ini, namun praktik ini tetap ada. Caranya ada bermacam-macam, seperti pajak langsung, pajak tidak langsung, inflasi, penyensoran akses informasi, dakwaan, pelarangan, perbudakan, peradilan yang tidak adil, pengumpulan informasi pribadi. Namun, semua hal ini mengarah pada tujuan utama yang sama: kekuasaan harus tetap berada di tangan para elit, sementara masyarakat miskin harus bekerja untuk kepentingan para elit. Orang-orang melawan, namun seringkali dengan tangan kosong. Pertempuran epik yang berlangsung sejak zaman kuno ini paling tepat digambarkan oleh Murray Rothbard sebagai "konflik besar yang berlangsung selamanya antara Kebebasan dan Kekuasaan". Salah satu cara untuk meraih kebebasan adalah melalui uang pribadi, namun pemerintah tidak setuju dengan persaingan semacam itu. Dan pemerintah juga memonopoli pencetakan koin sejak Kekaisaran Romawi. Namun, keinginan masyarakat terhadap uang pribadi dimulai berabad-abad yang lalu dan sejarah memberi tahu kita bahwa dalam banyak kesempatan, uang pribadi ada dalam berbagai bentuk. Ekonom dan filsuf ternama Friedrich August von Hayek, pemenang Nobel Ilmu Ekonomi pada tahun 1974, mengangkat perdebatan yang sangat sah dalam mahakaryanya Denasionalisasi Uang: Argumen yang Disempurnakan: "[...] bertanya-tanya mengapa masyarakat harus bertahan begitu lama dengan pemerintah yang menjalankan kekuasaan eksklusif selama dua ribu tahun yang biasa digunakan untuk mengeksploitasi dan menipu mereka". Tokoh penting lainnya yang menopang kebutuhan akan uang swasta adalah Murray Rothbard. Antara tahun 1700 dan 1900 berbagai koin pribadi beredar di Amerika Serikat. Koin pertama dalam sejarah AS adalah koin Higley Copper, dicetak pada tahun 1737 oleh keluarga Higley. Mungkin yang paling populer adalah koin emas Bechtler (pertama kali diterbitkan pada tahun 1831), yang dikenal memiliki kemurnian lebih tinggi dibandingkan koin yang diterbitkan oleh negara. Perusahaan San Francisco, Moffat&Co, juga tertulis dalam halaman sejarah selama demam emas, dengan koin-koinnya yang dicetak. Salah satu koin yang paling dicari adalah Brasher Doubloon, dicetak oleh Ephraim Brasher pada tahun 1787. Koin pribadi terkenal lainnya yang perlu disebutkan: Morgan Dollars, Saint-Gaudens Double Eagles, Barber Quarter. Tentu saja, pemerintah tidak setuju dengan percetakan uang swasta, namun yang pasti adalah bahwa pada suatu waktu, uang percetakan swasta masih ada. Koin-koin ini digunakan dalam skala besar, tidak peduli upaya negara untuk menutupnya. Libertarianisme dan anarkisme “Saya mendefinisikan masyarakat anarkis sebagai masyarakat di mana tidak ada kemungkinan hukum untuk melakukan agresi koersif terhadap orang atau properti individu mana pun” -- Murray Rothbard Bertahun-tahun telah berlalu dan negara terus melarang uang dalam bentuk pribadi dengan segala cara. Penindasan pun semakin kuat. Namun keinginan masyarakat akan kebebasan juga semakin kuat. Dahulu mereka mengekspresikan gagasan tersebut melalui liberalisme, yang kemudian berkembang menjadi libertarianisme. Bentuk pertama libertarianisme muncul antara abad ke-18 dan ke-19. Libertarianisme modern, yang dimulai sejak tahun 1950, disuarakan oleh para pemikir besar, seperti Murray Rothbard, Milton Friedman atau Hayek. Menurut Rothbard, "Keyakinan libertarian bertumpu pada satu aksioma utama: bahwa tidak seorang pun atau sekelompok orang boleh menyerang orang atau properti orang lain. Ini bisa disebut "aksioma non-agresi". "Agresi" didefinisikan sebagai inisiasi penggunaan atau ancaman kekerasan fisik terhadap orang atau properti orang lain. Oleh karena itu, agresi identik dengan invasi”. Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa libertarianisme berfokus pada hak-hak individu, pembatasan pemerintah, dorongan pasar bebas dan perdamaian. Salah satu sisi tertentu dari libertarianisme adalah anarkisme. Meski gerakan ini lebih radikal, namun tetap berorientasi pada individu. Pada dasarnya, anarkisme mengandaikan masyarakat bebas pemerintahan, individu bebas, yang tidak diatur oleh hukum, namun berdasarkan perjanjian bebas. Istilah “anarki” sendiri berarti “tidak adanya pemerintahan”. Namun, anarkisme tidak boleh diasosiasikan dengan kekerasan: anarkisme tidak pernah berkaitan dengan kekerasan dan tidak akan pernah ada kekerasan. Penjelasan yang bagus mengenai hal ini diberikan oleh ahli teori Kanada L. Susan Brown: “Meskipun pemahaman populer mengenai anarkisme adalah gerakan yang penuh kekerasan dan anti-Negara, anarkisme adalah tradisi yang jauh lebih halus dan bernuansa daripada sekadar perlawanan terhadap kekuasaan pemerintah. Kaum anarkis menentang gagasan bahwa kekuasaan dan dominasi diperlukan bagi masyarakat, dan sebaliknya menganjurkan bentuk-bentuk organisasi sosial, politik dan ekonomi yang lebih kooperatif dan anti-hierarki”. Crypto wars/Perang kripto "Jika privasi dilarang, hanya pelanggar hukum yang memiliki privasi" -- Phil Zimmermann Kita meninggalkan tahun 1950 dan memasuki era teknologi: ARPANET, nenek moyang dari Internet, lahir pada tahun 1967; mikroprosesor berevolusi berdasarkan hukum Moore; komputer pribadi (PC) diluncurkan pada tahun 1975; World Wide Web diluncurkan pada tahun 1989. Kriptografi berkembang pesat dengan pikiran brilian Friedman. Namun semua perkembangan teknologi ini (belum) dimaksudkan untuk umum: negara baru saja menemukan cara penindasan yang baru, mungkin yang paling berbahaya – adalah pengawasan. Yang merupakan proses berkelanjutan untuk melanggar privasi orang. Jika seseorang memata-matai tetangganya melalui jendela, dia mungkin akan menghadapi Pengadilan; jika pemerintah memata-matai seluruh negara, tidak ada masalah. Jika orang normal mencoba mencari transaksi keuangan orang lain, dia mungkin akan dituntut; jika negara ingin mengetahui semua transaksi keuangan setiap individu tidak akan ada masalah. Teknologi menawarkan senjata yang hebat bagi pemerintah dan pemerintah mulai menggunakannya dengan kapasitas penuh, agar memiliki kendali penuh, terutama melalui lembaga-lembaga seperti NSA. Rasa haus yang terus-menerus dari pemerintah akan informasi tentang warga negara menjadi haus akan data besar/big data: setiap individu dikondisikan oleh dokumen yang dikeluarkan pemerintah. Anda tidak bisa melahirkan tanpa tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah, Anda tidak bisa menikah tanpa tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah, Anda tidak bisa mati tanpa tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah, Anda tidak bisa membuktikan identitas Anda tanpa tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah, Anda bisa tidak mengakses rumah sakit tanpa tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah dan sebagainya. Dan semua informasi ini dicatat dalam database, yang dikendalikan oleh berbagai lembaga negara; pada akhirnya, mereka dikendalikan oleh negara. Selama masa sulit ini, pada tahun 1975, Whitfield Diffie menemukan kriptografi kunci publik, membawa alat brilian itu ke publik. Pemerintah bereaksi dan menawarkan bantuannya untuk "menjaga keamanan" kunci pribadi masyarakat. Ini tidak pernah terjadi dan sejak saat ini perang kripto telah dimulai. Pada tahun 1977 algoritma enkripsi RSA ditemukan oleh Ron Rivest, Adi Shamir dan Leonard Adleman; algoritmanya menggunakan kriptografi kunci publik. Langkah NSA selanjutnya adalah melarang akses publik terhadap penemuan Diffie dan ekspor algoritma enkripsi ke luar AS. Direktur NSA Bobby Inman menjadi khawatir karena masyarakat dapat mengakses teknologi enkripsi yang selama ini hanya digunakan oleh lembaga tersebut. Artikel tahun 1993 dari Wired membocorkan alamat yang dikirim oleh Inman pada tahun 1979, memperingatkan bahwa " aktivitas dan publikasi kriptologi non-pemerintah [...] menimbulkan risiko yang jelas terhadap keamanan nasional". Algoritme enkripsi dianggap sebagai informasi rahasia dan dilindungi oleh Peraturan Federal, seperti ITAR (International Traffic in Arms Regulations, 22 CFR 121-128). Mengekspornya dapat menyebabkan hukuman 10 tahun penjara. Sebagai tanggapan, masyarakat mencetak beberapa baris kode RSA pada kaos dan badan tersebut memperingatkan bahwa memakai kaos jenis ini saat bepergian ke luar Amerika atau mengekspornya akan berarti hukuman penjara bagi "pelanggar", karena ini jenis kaos dianggap "amunisi". Mereka yang memakai tato dengan algoritma RSA juga dianggap sebagai pelanggar. Mungkin ini pertama kalinya pemerintah khawatir akan kehilangan kendali. Ketakutan tersebut terlihat dari nama sapaan yang dikeluarkan Inman: “Langit telah runtuh”. John Gilmore, seorang pemuda pemberani, berdiri tegap di depan agensi. Artikel Wired yang sama mengutip pernyataannya yang menekankan: "Tunjukkan kepada kami. Tunjukkan kepada publik bagaimana kemampuan Anda untuk melanggar privasi warga negara mana pun telah mencegah bencana besar. Mereka membatasi kebebasan dan privasi semua warga negara—untuk membela kami dari hantu yang mereka tidak akan menjelaskannya. Keputusan untuk benar-benar mengorbankan privasi kita adalah keputusan yang harus diambil oleh seluruh masyarakat, bukan dibuat secara sepihak oleh agen mata-mata militer." Cypherpunks dan crypto-anarchy: "Pemberontak dengan tujuan" "Saya terpesona oleh anarki kripto Tim May. Berbeda dengan komunitas yang secara tradisional diasosiasikan dengan kata "anarki", dalam anarki kripto pemerintah tidak dihancurkan untuk sementara, melainkan dilarang secara permanen dan tidak diperlukan secara permanen. Ini adalah komunitas di mana ancaman kekerasan tidak berdaya karena kekerasan tidak mungkin dilakukan, dan kekerasan tidak mungkin terjadi karena pelakunya tidak dapat dikaitkan dengan nama asli atau lokasi fisik mereka." -- Wei Dai Maju cepat ke tahun 1992. Sekelompok tiga penggemar kode dan kriptografer, dibentuk oleh Timothy C. May, John Gilmore dan Erich Hughes, menemukan bahwa semuanya memiliki visi yang sama tentang pengawasan dan pengawasan pemerintah sensor. Semuanya memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang Ilmu Komputer. May pernah bekerja sebagai kepala ilmuwan di Intel, Gilmore menghabiskan waktu bertahun-tahun di Sun Microsystems sebelum memulai perusahaannya sendiri, sementara Hughes adalah seorang programmer dan ahli matematika. Mereka mulai bertemu satu sama lain di kantor Gilmore, di kawasan Teluk San Francisco, mencoba mencari cara untuk melindungi privasi orang melalui kriptografi. Segera, penggemar lain bergabung dengan mereka: peretas Jude Milhon, juga dikenal sebagai St.Jude. Dia juga menemukan nama untuk grup tersebut: dengan menggabungkan kata "cipher" (terkait dengan kriptografi) dan "cyberpunk" (yang merupakan bagian dari genre fiksi ilmiah berdasarkan realitas distopia dan anarki) dia menemukan nama "Cypherpunks". Kelompok ini berkembang dan banyak lainnya telah bergabung. Untuk tetap berhubungan, mereka meluncurkan mail list; arsip email dapat ditemukan di Metzdowd.com dan Cypherpunks.venona.com. Pada puncaknya, ia memiliki sekitar 2000 pelanggan. Ideologi Cypherpunk membawa libertarianisme dan anarkisme ke tingkat yang baru: crypto-anarchy. "Ada momok yang menghantui dunia modern, momok anarki kripto", kata Tim May pada tahun 1988, yang kemudian dikenal sebagai mahakarya dalam literatur Cypherpunks: "Manifesto Anarkis Kripto". "Cypherpunks menulis kode", tegas Eric Hughes, dalam "Manifesto Cypherpunk", tulisan termasyhur lainnya yang mewakili sepotong sejarah. Dan melalui kode, mereka ingin menawarkan privasi kepada orang-orang. Mereka ingin masyarakat memiliki akses gratis terhadap kriptografi. Hal menarik lainnya adalah anonimitas online, teori permainan, berbagi file yang aman, sistem reputasi, pasar bebas dan pembangkangan sipil. Steven Levy, penulis artikel Wired yang disebutkan di atas, menyebut mereka dengan istilah yang mustahil diterjemahkan dalam bahasa asing: "techie-cum-civil libertarians". Keinginan besar lainnya dari Cypherpunks adalah menciptakan uang elektronik. Suatu bentuk uang yang tidak dapat dilacak yang dapat menghentikan pengawasan pemerintah terhadap kehidupan finansial individu. Belakangan, banyak peminat ideologi ini yang menganut kelompok tersebut. Di antara yang paling terkenal, kami dapat menyebutkan Philip Zimmermann, penemu PGP, Julian Assange, pendiri WikiLeaks, Jacob Appelbaum, pengembang Tor dan Hal Finney, pengembang PGP 2.0 dan Reusable Proof-of-Work. Cypherpunk luar biasa lainnya dapat ditemukan disini: https://en.wikipedia.org/wiki/Cypherpunk #Notable_cypherpunks DigiCash Beberapa kriptografer ini mulai mewujudkan impian mereka: uang elektronik. Dan mereka memiliki panutan: DigiCash dari Dr. David Chaum. Karya David Chaum menjadi inspirasi bagi grup Cypherpunks dan dia bisa disebut sebagai kakek dari Cypherpunks. Tulisannya (seperti "Surat Elektronik, Alamat Pengembalian, dan Nama samaran Digital yang Tidak Dapat Dilacak", "Tanda Tangan Buta untuk Pembayaran yang Tidak Dapat Dilacak" atau "Keamanan tanpa Kartu Identitas Komputer untuk menjadikan Big Brother menjadi usang") membuktikan bahwa dia berpikir jauh ke depan pada masanya. Pada tahun 1989 ia berhasil meluncurkan perusahaan uang elektronik DigiCash Inc. Perusahaan tersebut menawarkan kepada publik sistem pembayaran eCash dan koin CyberBucks, yang merupakan produk dasar.ed pada tanda tangan buta. Proposal tersebut sebenarnya diterapkan dalam pembayaran dunia nyata, diadopsi oleh beberapa bank, seperti Mark Twain Bank dari St. Louis, Deutsche Bank, Credit Suisse, Norske Bank dan Bank Austria. Pemain besar lainnya tertarik dengan kreasi Chaum: Visa, Netscape, ABN Amro Bank, CitiBank dan ING Bank. Bahkan Bill Gates mencoba menanamkan DigiCash di Windows '95. Sayangnya, para pemain yang disebutkan terakhir ini tidak pernah menandatangani kontrak dengan Chaum. Pada akhirnya, pada tahun 1998, DigiCash Inc. bangkrut. Masyarakat tidak tertarik untuk menggunakan sistem ini. Usulan Chaum juga melampaui zamannya. Cypherpunks juga berpikir bahwa kegagalan DigiCash Inc. ditentukan oleh fakta bahwa mereka didasarkan pada otoritas pusat. Kunci suksesnya adalah bentuk uang yang sepenuhnya terdesentralisasi. e-Gold Bisnis serupa dikembangkan antara tahun 1996-2009 oleh perusahaan Gold & Silver Reserve, Inc. Perusahaan ini memulai anak perusahaan bernama e-gold Ltd. untuk mengoperasikan emas elektronik. Pengguna dapat mentransfer emas dari jarak jauh di antara mereka, dalam satuan gram atau troy ons. Bisnis ini berkembang pesat, mencapai puncaknya sekitar 5 juta pengguna. Banyak bursa yang mengadopsi emas elektronik ini dan pengguna juga dapat mentransfernya melalui ponsel mereka. Namun, pada tahun 2007 pemiliknya dituduh oleh pemerintah AS karena mengoperasikan uang tanpa izin. Pemiliknya mengaku bersalah dan mereka dinyatakan bersalah (pada tahun 2008); bursa ditutup. Karena mengakui bahwa mereka melanggar hukum dan menerima bahwa mereka memerlukan izin operasional uang, mereka menerima tuntutan yang lebih ringan. Namun, menurut hukum AS, karena mereka dinyatakan bersalah, mereka tidak diizinkan untuk mendapatkan lisensi tersebut dan e-Gold tidak ada lagi. Hashcash Pada tahun 1997, Dr. Adam Back datang dengan proposal di mailing list bernama HashCash. Itu adalah era ketika spam internet (terutama spam email) mulai menjadi masalah serius. Masalahnya masuk ke radar perusahaan-perusahaan besar, sehingga langkah pertama diambil pada tahun 1992 oleh IBM, dengan proposal bernama Harga melalui Memproses atau Memerangi Surat Sampah. Proposal para peneliti IBM akan diberi nama di masa depan sebagai Proof-of-Work. Penemuan Adam Back tidak didasarkan pada usulan IBM; Namun, ada banyak kesamaan di dalamnya. Konsep HashCash mengasumsikan prosedur Proof-of-Work untuk membatasi spam email dan serangan DDos, berdasarkan biaya setiap email yang pada akhirnya akan membuat spam menjadi terlalu mahal untuk digunakan. Nantinya, HashCash akan menjadi bagian dari mesin Bitcoin, yang juga disebutkan dalam whitepaper Bitcoin. Selain itu, Adam Back tetap dikenal sebagai orang yang menunjuk Satoshi Nakamoto ke Wei Dai, setelah menemukan kesamaan antara proposal uang elektronik mereka. Hanya ada dua orang yang dihubungi secara pribadi oleh Satoshi sehubungan dengan Bitcoin: yang pertama adalah Adam Back; yang kedua adalah Wei Dai. B-Money Pada tahun 1998, Cypherpunk luar biasa lainnya datang dengan proposal uang elektronik: Wei Dai diperkenalkan b-uang. Draf tersebut juga didasarkan pada Proof-of-Work dan disajikan dalam dua versi. Sayangnya, b-money rentan terhadap serangan Sybil dan Wei Dai tidak menyelesaikan pekerjaannya. Usulan itu tidak pernah dilaksanakan. Dan dia tidak pernah menyelesaikan penemuannya karena dia tidak lagi mempercayai kegunaan b-money atau ideologi crypto-anarchy. Dalam diskusi selanjutnya di forum LessWrong, dia mengakui : "Saya tidak mengambil langkah apa pun untuk membuat kode b-money. Sebagian karena b-money belum merupakan desain praktis yang lengkap, namun Saya tidak melanjutkan mengerjakan desain tersebut karena saya sudah sebenarnya menjadi agak kecewa dengan cryptoanarchy pada saat saya selesai menulis b-money, dan saya tidak menyangka bahwa sistem seperti itu, setelah diterapkan, dapat menarik begitu banyak perhatian dan penggunaan di luar kelompok kecil dari cypherpunk hardcore". Tuduhan ini digandakan dalam diskusi yang dia kirimkankepada Adam Back dan Cypherpunks lainnya, membuktikan bahwa dia tidak percaya pada penerapan praktis b-money: "Saya pikir b-money paling banyak akan menjadi mekanisme penegakan kontrak/mata uang khusus, melayani mereka yang tidak mau atau tidak dapat menggunakan yang disponsori pemerintah". Namun, meskipun Wei Dai tidak terlalu mempercayai penemuannya, orang lain mempercayainya. Satu dekade kemudian, mengikuti saran Adam Back, Satoshi Nakamoto menghubunginya untuk meninjau proposal uang elektronik bernama Bitcoin. Mereka bertukar tiga email. Yang pertama, mulai 22 Agustus 2008, Satoshi menulis: "Saya sangat tertarik membaca halaman b-money Anda. Saya bersiap untuk merilis makalah yang mengembangkan ide-ide Anda ke dalam sistem kerja yang lengkap. Adam Back (hashcash.org) memperhatikan kesamaannya dan mengarahkan saya ke situs Anda. Saya perlu mengetahui tahun penerbitan halaman b-money Anda untuk kutipan di makalah saya. Ini akan terlihat seperti: [1] W. Dai, "b-money," http://www.weidai.com/bmoney.txt, (2006?). Anda dapat mengunduh draf pra-rilis di http://www.upload.ae/file/6157/ecash-pdf.html. Jangan ragu untuk meneruskannya kepada siapa pun yang menurut Anda tertarik." Wei Dai membalas email ini. Dia menulis: "Hai Satoshi. b-money diumumkan di mailing list cypherpunks pada tahun 1998. Berikut arsip postingannya: http://cypherpunks.venona.com/date/1998/11/msg00941.html Ada beberapa diskusi tentangnya di http://cypherpunks.venona.com/date/1998/12/msg00194.html. Terima kasih telah memberi tahu saya tentang makalah Anda. Saya akan memeriksanya dan memberi tahu Anda jika saya mempunyai komentar atau pertanyaan." Tapi Wei Dai tidak menganalisis rancangan Satoshi dan dia juga tidak kembali dengan tanggapan terhadap Satoshi. Dia menerima email lain pada tanggal 10 Januari 2009 dari Satoshi, yang memberitahukan kepadanya bahwa Bitcoin berfungsi penuh: "Saya ingin memberi tahu Anda, saya baru saja merilis implementasi penuh dari makalah yang saya kirimkan kepada Anda beberapa bulan yang lalu, Bitcoin v0.1. Detail, unduhan, dan tangkapan layar ada di www.bitcoin.org Saya pikir ini mencapai hampir semua tujuan yang Anda tetapkan untuk diselesaikan di kertas b-money Anda. Sistem sepenuhnya terdesentralisasi, tanpa server atau pihak tepercaya. Infrastruktur jaringan dapat mendukung berbagai transaksi dan kontrak escrow, namun untuk saat ini fokusnya adalah pada dasar-dasar uang dan transaksi." Wei Dai tidak menjaga hubungan dengan Satoshi karena alasan yang hanya dia yang tahu. Mungkin dia tidak mempercayai potensi Bitcoin atau mungkin dia tidak setuju dengan mata uang yang tidak memiliki nilai stabil. Yang pasti setelah bertahun-tahun dia menyesali miliknya tindakan: “Saya menganggap Bitcoin telah gagal sehubungan dengan kebijakan moneternya (karena kebijakan tersebut menyebabkan volatilitas harga yang tinggi sehingga menimbulkan kerugian besar bagi penggunanya, yang harus mengambil risiko yang tidak diinginkan atau melakukan lindung nilai yang mahal untuk menggunakan mata uang tersebut) . (Ini mungkin sebagian kesalahan saya karena ketika Satoshi menulis surat kepada saya untuk meminta komentar mengenai rancangan makalahnya, saya tidak pernah membalasnya. Kalau tidak, mungkin saya bisa menghalangi dia (atau mereka) dari gagasan "persediaan uang tetap". .)" Meskipun tanpa disadari pada saat itu, Wei Dai tetap tercatat dalam sejarah sebagai salah satu dari dua orang yang dihubungi secara pribadi oleh Satoshi Nakamoto sebelum meluncurkan Bitcoin. Bit Gold Cypherpunk terkemuka lainnya yang mencoba solusi untuk uang elektronik bentuk pribadi adalah Nick Szabo. Dia mengetahui ide tersebut, pernah bekerja dengan Dr. Chaum di DigiCash. Pada tahun 2005, dia mengumumkan proposal yang disebut Bit Gold. Namun dia membuat proposal tersebut sejak tahun 1998. Menurut WhitePaper, penemuannya seharusnya "menggunakan fungsi benchmark, serta teknik kriptografi dan replikasi, untuk membangun sistem keuangan baru, bit gold, yang tidak hanya berfungsi sebagai skema pembayaran, namun juga sebagai penyimpan nilai jangka panjang yang independen dari otoritas terpercaya”. Rincian lebih lanjut tentang proposal ini dapat ditemukan juga di blog Szabo. Bit Gold menggunakan Reusable Proof-of-Work tetapi juga rentan terhadap serangan Sybil, mirip dengan b-money. Konsep tersebut tidak pernah diluncurkan sebagai aplikasi kehidupan nyata dan tetap tercatat dalam sejarah sebagai postingan blog, karena menghadapi terlalu banyak kesulitan teknis untuk bekerja di lingkungan nyata. Namun, ide dasar di balik Bit Gold lebih menginspirasi Satoshi untuk karya besarnya – Bitcoin. --- Apakah Satoshi, adalah Cypherpunk terakhir (?) "Akar permasalahan mata uang konvensional adalah kepercayaan yang dibutuhkan agar mata uang tersebut dapat berfungsi. Bank sentral harus dipercaya untuk tidak menurunkan nilai mata uang, namun sejarah mata uang fiat penuh dengan pelanggaran terhadap kepercayaan tersebut. Bank harus dipercaya untuk menyimpan uang kita dan mentransfernya secara elektronik, namun mereka meminjamkannya dalam gelombang kredit dengan cadangan yang hampir tidak ada. Kita harus memercayai mereka dengan privasi kita, memercayai mereka untuk tidak membiarkan pencuri identitas menguras akun kita." -- Satoshi Nakamoto Gambar Satoshi Nakamoto pada pagi hari tanggal 3rd Januari 2009. Dia baru saja membeli koran The Times dari kios di lantai bawah. Sekembalinya ke rumahnya, dia sedang minum kopi panas dan membaca judul utama: "Rektor di Ambang Bailout Kedua untuk Bank". Masih menunggu blok genesis ditemukan. Pikiran apa yang dia miliki? Mungkin dia berbisik pada dirinya sendiri, "sekarang ini sudah keterlaluan! Pemerintah telah melewati batas apa pun! Tapi Bitcoin ada di sini sekarang...". Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan hari itu. Namun yang pasti pada tanggal 3 Januari 2009, blok genesis Bitcoin telah ditambang. Dan dicap dengan judul artikel utama dari The Times. Bitcoin dimulai hampir 2 tahun sebelumnya, pada tahun 2007. Satoshi, yang juga bergabung dengan mailing-list Cypherpunks, pasti telah membantu apa yang terjadi pada e-Gold dan pemiliknya. Negara sudah jelas mengenai niatnya untuk menggunakan uang swasta. Konteks ekonomi dan politik buruk, karena dunia sedang menghadapi krisis yang sangat besar. Mungkin Bitcoin adalah impian pribadi Satoshi. Atau mungkin konteks dunia menentukan dia untuk mengerjakan penemuannya. Apa pun kebenarannya, faktanya dia mengikuti impian para Cypherpunks ini, impian yang juga dimiliki oleh nenek moyang libertarian. Berdasarkan ideologi libertarian dan crypto-anarchic, mengikuti konsep pendahulunya, Satoshi Nakamoto berhasil menciptakan "sistem uang elektronik baru yang sepenuhnya peer-to-peer, tanpa pihak ketiga yang tepercaya". Sistem ini "akan memungkinkan pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa beban melalui lembaga keuangan. Tanda tangan digital memberikan sebagian solusinya, namun manfaat utama akan hilang jika pihak yang dipercaya masih diperlukan untuk mencegah penggandaan pembayaran." -pengeluaran." Dengan kata lain, Bitcoin adalah bentuk uang pribadi elektronik pertama, yang pada akhirnya mampu membebaskan masyarakat dari pengawasan pemerintah, karena dana tersebut dapat ditransfer secara langsung antar individu, tanpa campur tangan pihak ketiga mana pun – seperti bank, yang bertindak. sebagai tangan pemerintahan. Libertarianisme Satoshi terlihat dalam banyak perkataannya. “Model perbankan tradisional mencapai tingkat privasi dengan membatasi akses informasi kepada pihak-pihak yang terlibat dan pihak ketiga yang dipercaya. Keharusan untuk mengumumkan semua transaksi secara publik menghalangi metode ini, namun privasi masih dapat dipertahankan dengan memutus arus informasi di tempat lain: dengan menjaga kunci publik tetap anonim. Masyarakat dapat melihat seseorang mengirimkan sejumlah uang kepada orang lain, namun tanpa adanya informasi yang menghubungkan transaksi tersebut dengan siapapun. Hal ini mirip dengan tingkat informasi yang dirilis oleh bursa saham, di mana waktu dan ukuran perdagangan individu, yang disebut dengan ‘rekaman’, dipublikasikan, namun tanpa memberitahukan siapa pihak-pihak yang terlibat.” Contoh bagus lainnya mengenai masalah ini diberikan pada artikel dari The Verge, yang menggambarkan diskusi pertamanya dengan Martti Malmi, yang nantinya akan menjadi administrator dari BitcoinTalk. Martti juga seorang individu dengan pandangan anarkis, karena ia adalah anggota forum anti-state.org yang sudah tidak ada lagi. Artikel itu berbunyi: “Dalam email pertamanya kepada Satoshi Nakamoto, pada Mei 2009, Martti menawarkan jasanya: “Saya ingin membantu dengan Bitcoin, jika ada yang bisa saya lakukan,” tulisnya. Sebelum menghubungi Satoshi, Martti telah menulis tentang Bitcoin di anti-state.org, sebuah forum yang didedikasikan untuk kemungkinan masyarakat anarkis yang diorganisir hanya oleh pasar. Menggunakan nama layar Trickster, Martti memberikan gambaran singkat tentang ide Bitcoin dan menanyakan pemikirannya: "Apa pendapat Anda tentang ini? Saya sangat bersemangat dengan pemikiran tentang sesuatu yang praktis yang benar-benar dapat membawa kita lebih dekat pada kebebasan dalam hidup kita. :-)" Martti menyertakan tautan ke postingan ini di email pertamanya ke Satoshi, dan Satoshi dengan cepat membacanya dan merespons. "Pemahamanmu tentang Bitcoin sangatlah tepat," balas Satoshi." Bagian berikut menunjukkan tanda-tanda pertama perkembangan Bitcoin (n.b. -- terima kasih, cygan untuk bagian ini!) -- 5 email antara Satoshi dan Adam Back. Jika 5 email ini dapat dipercaya (dan tidak ada cara untuk melakukannya dengan mudah), telah ada kontak antara Satoshi Nakamoto dan Adam Back sejak Agustus 2008, ketika Satoshi menanyakan pendapat Adam tentang kertas tersebut. Dengan 5 'dokumen' penting ini kita dapat sekali lagi memetakan periode waktu tertentu dan menyadari bahwa Satoshi telah melakukan kontak dengan beberapa Cypherphunks. Kata-kata Satoshi menunjukkan visinya dengan sangat baik. Dan pelajaran-nya tidak boleh dilupakan. Hal yang sama juga berlaku pada dirinya ketika kita berbicara tentang berbagi tempat menarik Cypherpunks - dia memberi orang akses gratis ke Bitcoin, ke privasi yang ditawarkan oleh Bitcoin. Akses gratis dan kemudahan penggunaan kunci kriptografi yang digunakan oleh protokolnya. Bitcoin seharusnya (dan berhasil) sepenuhnya mengubah pasar bebas. Pada akhirnya, ini adalah bentuk pembangkangan publik. Sebuah metode untuk mengambil posisi di depan uang pemerintah - uang yang dapat dilacak, uang yang digelembungkan, uang yang hari demi hari kehilangan nilainya, karena percetakan pemerintah terus-menerus mengeluarkan uang baru. Dia ingin membantu orang untuk bebas kembali. Dan ini dimungkinkan melalui Bitcoin. Tidak ada lagi bank dan pemerintahan yang bisa “memerah” uang rakyatnya dengan mekanisme yang kurang lebih canggih, seperti pajak untuk transfer dana, pajak untuk penjualan produk, pajak untuk penjualan tenaga kerja. Bitcoin gratis untuk siapa saja dan kebebasan ada di dalamnya; jika Anda ingin memiliki kendali atas privasi dan keuangan Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah menerimanya. Bitcoin telah diperkirakan selama bertahun-tahun, dalam berbagai kesempatan, oleh Tim May. Misalnya, dalam essay Crypto Anarchy and Virtual Communities tahun 1994 dia mengatakan "Teknologi telah membiarkan jin keluar dari botol. Anarki kripto membebaskan individu dari paksaan oleh tetangga fisik mereka—yang tidak dapat mengetahui siapa mereka di Internet—dan dari pemerintah. . Bitcoin benar dan akan bertahan lama. Langit mulai runtuh sejak 1979 dan terus runtuh sejak saat itu. Pemerintah kalah perang. Kebebasan ada di tangan kita. --- Referensi: Artikel ini diposting pertama kali di Forum Bitcointalk oleh GazetaBitcoin Diterjemahkan oleh dansus021 di Forum Bitcointalk sub forum Indonesia. Sumber: https://bitcointalk.org/index.php?topic=5255623Sumber terjemahan: https://bitcointalk.org/index.php?topic=5497889.msg64131982 $BTC #Bitcoin
Descentralizarea și Paradoxul Puterii care Nu S-a Schimbat
Este o întrebare care apare întotdeauna în fiecare eră a civilizației, în fiecare limbă, în fiecare sistem politic pe care oamenii au încercat să-l construiască: Cum să facem astfel încât să nu existe nicio putere care să fie prea mare pentru a fi oprită? Această întrebare nu provine din îngrijorările moderne legate de monopolurile tehnologice, supravegherea digitală a statului sau concentrarea bogăției în mâinile câtorva entități. Este mult mai veche decât atât. Și faptul că este pusă din nou — cu aceeași urgență, cu aceeași neliniște — ar trebui să fie suficient pentru a stârni o suspiciune mai profundă:
Kesalahan Epistemik yang Menghancurkan Mayoritas Trader
Ada sebuah asumsi yang hampir tidak pernah dipertanyakan dalam komunitas trading: bahwa kualitas sebuah metode analisa adalah variabel paling menentukan dalam kesuksesan seorang trader. Asumsi ini terasa intuitif. Ia juga hampir sepenuhnya salah. Bukan karena metode tidak penting. Metode tetap diperlukan. Tetapi menempatkan metode sebagai variabel dominan adalah sebuah kesalahan epistemik — sebuah kekeliruan dalam cara kita memahami apa yang sebenarnya sedang kita lakukan ketika kita trading. Kesalahan ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia memiliki akar historis, mekanisme psikologis, dan insentif ekonomi yang saling memperkuat satu sama lain. AKAR HISTORIS: MENGAPA METODE MENJADI DOMINAN Obsesi terhadap metode teknikal dalam trading modern berakar pada pertengahan abad ke-20, ketika analisa teknikal mulai mendapat legitimasi akademis. Charles Dow, yang meletakkan fondasi teori teknikal di akhir abad ke-19, sejatinya membangun sebuah kerangka filosofis tentang perilaku pasar — bukan buku panduan trading. Namun warisan intelektualnya kemudian disederhanakan secara dramatis oleh generasi berikutnya menjadi sesuatu yang bisa diajarkan, diukur, dan dijual: pola, indikator, sinyal. Pada tahun 1948, Robert D. Edwards dan John Magee menerbitkan Technical Analysis of Stock Trends — buku yang oleh banyak praktisi dianggap sebagai kitab suci analisa teknikal. Kerja ini mengkodifikasi ratusan pola chart menjadi sistem yang terlihat ilmiah dan dapat direplikasi. Janji implisitnya jelas: jika Anda menguasai pola-pola ini, Anda menguasai pasar. Janji tersebut terbukti sangat mudah dijual. Industri edukasi trading kemudian tumbuh di atas fondasi ini — sebuah industri yang insentif ekonominya secara struktural mendorong proliferasi metode. Setiap metode baru adalah produk baru. Setiap indikator baru adalah kursus baru. Kompleksitas adalah komoditas, bukan hambatan. Dalam ekosistem ini, pertanyaan yang paling jarang diajukan adalah pertanyaan yang paling fundamental: apakah masalah trading memang terletak pada metode? PROPORSI YANG TIDAK NYAMAN Dr. Van Tharp — psikolog dan peneliti yang mendedikasikan sebagian besar karirnya untuk mempelajari performa trader profesional — sampai pada sebuah kesimpulan yang bertentangan langsung dengan asumsi dominan industri: Psikologi berkontribusi sekitar 60% terhadap kesuksesan trading. Money management sekitar 30%. Metode dan sistem — seluruh apparatus analisa teknikal yang menjadi obsesi komunitas trading — hanya sekitar 10%. Proporsi ini beredar dalam berbagai versi. Ada yang menyebut 70/20/10. Ada yang menyebut 60/30/10. Angka pastinya memang tidak bisa diverifikasi melalui studi terkontrol — sifat trading yang sangat individual membuat kuantifikasi semacam ini secara inheren bermasalah. Namun konsistensi proporsinya — bahwa psikologi selalu mendominasi, jauh di atas metode — menemukan dukungan dari arah yang tidak terduga: neurologi. MEKANISME NEUROLOGIS: KETIKA OTAK MENGKHIANATI TRADER Pada tahun 1994, Antonio Damasio menerbitkan Descartes' Error, sebuah karya yang mengubah cara ilmu pengetahuan memandang hubungan antara emosi dan pengambilan keputusan. Melalui studinya terhadap pasien dengan kerusakan pada korteks prefrontal ventromedial — bagian otak yang mengintegrasikan sinyal emosional ke dalam proses pengambilan keputusan — Damasio sampai pada kesimpulan yang paradoksikal: Manusia yang kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi tidak menjadi pengambil keputusan yang lebih rasional. Mereka menjadi pengambil keputusan yang lebih buruk. Tanpa sinyal emosional sebagai penanda nilai, setiap pilihan menjadi setara secara subjektif — kelumpuhan dalam kondisi di mana keputusan harus dibuat di bawah ketidakpastian. Implikasinya bagi trading jauh melampaui klise "kendalikan emosi Anda." Emosi bukan gangguan pada proses rasional. Emosi adalah komponen integral dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Masalahnya bukan bahwa trader terlalu emosional — masalahnya adalah bahwa respons emosional yang tidak terlatih secara sistematis menghasilkan keputusan yang bertentangan dengan rencana yang telah ditetapkan secara rasional. Ini yang menjelaskan sebuah fenomena yang hampir universal di kalangan trader: kemampuan untuk mendiagnosis kesalahan sendiri dengan presisi yang sempurna — tetapi secara konsisten mengulanginya. Pengetahuan tentang apa yang benar tidak secara otomatis menghasilkan eksekusi yang benar. Di antara pengetahuan dan tindakan, terdapat sebuah lapisan yang selama ini hampir tidak pernah dilatih secara serius. PARADOKS DEMO DAN REAL: BUKTI YANG SERING DIABAIKAN Ada sebuah observasi sederhana yang seharusnya sudah lama mempertanyakan asumsi dominasi metode, namun nyaris tidak pernah dibahas secara serius: Trader yang sama, dengan strategi yang sama, hampir selalu menunjukkan performa yang berbeda secara signifikan antara akun demo dan akun real. Ini bukan anekdot. Ini adalah pola yang begitu konsisten sehingga hampir menjadi aksioma tidak resmi di komunitas trading. Dan implikasinya sangat jelas: jika variabel yang berubah bukan strateginya, bukan pasarnya, bukan timeframe-nya — satu-satunya variabel yang berubah adalah realitas konsekuensi finansial — maka yang gagal bukan sistemnya. Yang gagal adalah kemampuan trader untuk mengeksekusi sistem tersebut di bawah tekanan psikologis yang nyata. Metode yang identik menghasilkan hasil yang berbeda pada orang yang berbeda, atau pada orang yang sama di kondisi yang berbeda. Ini bukan karakteristik dari kegagalan metodologis. Ini adalah karakteristik dari kegagalan psikologis. INSENTIF YANG MELANGGENGKAN KESALAHAN Mengapa kesalahan epistemik ini begitu persisten? Mengapa industri tidak mengoreksi dirinya sendiri? Jawabannya terletak pada struktur insentif yang sangat tidak simetris. Metode bisa dikemas, dijual, dan dievaluasi. Ia memiliki bentuk yang konkret: chart dengan garis-garis yang terlihat presisi, backtesting dengan angka-angka yang terlihat meyakinkan, panduan langkah demi langkah yang memberi ilusi kepastian. Industri kursus trading hidup dari penjualan konkretisasi ini. Psikologi trading tidak bisa dikemas dengan cara yang sama. Ia tidak menghasilkan sinyal yang bisa di-screenshot. Ia tidak menghasilkan angka win rate yang bisa dipromosikan. Lebih dari itu, ia menuntut pengakuan yang tidak nyaman: bahwa masalahnya bukan pada instrumen atau strategi, melainkan pada cara seseorang berhubungan dengan ketidakpastian, dengan kekalahan, dan dengan uang itu sendiri. Tidak ada yang secara ekonomis rasional untuk menjual cermin kepada orang yang lebih nyaman menyalahkan pasar. POLA YANG TIDAK BERUBAH Jika kita menarik garis dari sejarah berbagai disiplin yang melibatkan pengambilan keputusan di bawah ketidakpastian — dari strategi militer hingga kedokteran klinis, dari negosiasi diplomatik hingga kompetisi atlet profesional — satu pola konsisten selalu muncul: Di tingkat pemula, pengetahuan teknis adalah pembatas utama. Seseorang gagal karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Di tingkat menengah, eksekusi menjadi pembatas utama. Seseorang tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak bisa melakukannya secara konsisten. Di tingkat lanjut, psikologi adalah satu-satunya pembatas yang tersisa. Pengetahuan teknis sudah tidak lagi membedakan siapa yang unggul. Trading mengkompres ketiga tahapan ini menjadi sangat pendek. Pengetahuan teknis dasar bisa diperoleh dalam hitungan minggu. Celah antara tahu dan eksekusi — celah yang ditentukan oleh psikologi — bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dijembatani, atau tidak pernah dijembatani sama sekali jika seseorang tidak pernah menyadari bahwa itulah celah yang perlu diisi. IMPLIKASI PRAKTIS YANG TIDAK POPULER Kesimpulan dari seluruh argumentasi ini memiliki implikasi yang tidak akan disambut baik oleh mayoritas pelaku industri: Investasi terbesar yang bisa dilakukan seorang trader bukan pada kursus strategi berikutnya. Investasi terbesar adalah pada pemahaman sistematis tentang cara dirinya sendiri merespons ketidakpastian, kekalahan, dan tekanan finansial — serta pada latihan yang disengaja untuk memodifikasi respons-respons tersebut. Ini tidak berarti mengabaikan metode. Ini berarti memahami bahwa metode adalah lapisan teratas dari sebuah bangunan, bukan fondasinya. Sebuah bangunan yang dimulai dari atap tidak akan pernah berdiri — berapapun kualitas material yang digunakan. Van Tharp mengatakannya dengan cara yang berbeda, namun substansinya sama: sistem trading yang baik di tangan trader yang secara psikologis tidak siap akan menghasilkan hasil yang buruk. Sistem trading yang biasa-biasa saja di tangan trader yang secara psikologis matang akan menghasilkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi. Variabel yang menentukan bukan sistemnya. Variabel yang menentukan adalah siapa yang menjalankannya. --- Referensi: Dr. Van Tharp — "Trade Your Way to Financial Freedom" (1998) | Antonio Damasio — "Descartes' Error: Emotion, Reason and the Human Brain" (1994) | Robert D. Edwards & John Magee — "Technical Analysis of Stock Trends" (1948)
Guvernul Indonezian retrage o parte din surplusul BI la bugetul de stat, aceasta este îngrijorarea economiștilor
Iată o explicație completă referitoare la această știre: --- ## Ce se întâmplă? Guvernul a emis Regulamentul Ministrului Finanțelor (PMK) Nr. 115 din 2025 care permite Ministrului Finanțelor să solicite Băncii Indonezia să transfere o parte din surplusul BI rămas înainte de încheierea anului fiscal. [JPNN](https://www.jpnn.com/news/pemerintah-bisa-tarik-duit-surplus-dari-bi-untuk-apbn) Pe scurt: BI generează profituri (surplus) din activitățile sale operaționale în fiecare an. Anterior, acest surplus era transferat la bugetul de stat doar după ce raportul financiar al BI era finalizat și auditat. Acum, guvernul poate să-l retragă mai devreme, chiar înainte ca anul fiscal să se încheie.
Bitcoin Akan Mati Saat Internet Mati? Seberapa Mungkin Itu Terjadi?
Ada sebuah argumen yang sering dilontarkan untuk meragukan ketahanan aset digital: "Jika internet mati, Bitcoin akan menjadi sampah." Argumen ini terdengar masuk akal di permukaan. Namun ia mengandung sebuah kesalahan mendasar — asumsi bahwa internet adalah sesuatu yang bisa dimatikan. Untuk menjawab argumen tersebut, kita perlu memahami apa sebenarnya internet itu — bukan sebagai sebuah layanan, bukan sebagai sebuah perusahaan, bukan sebagai sebuah infrastruktur milik satu pihak. Internet, pada hakikatnya, adalah sebuah ide: jaringan komputer yang saling terhubung secara sukarela menggunakan protokol bersama. Dan ide, seperti yang akan kita lihat dalam sejarah panjangnya, tidak bisa dimatikan. SEBELUM INTERNET ADA Ketakutan yang Melahirkan Sebuah Jaringan Adalah sebuah ironi sejarah bahwa teknologi yang kemudian menjadi simbol kebebasan informasi lahir dari ketakutan akan perang nuklir. Pada era Perang Dingin, militer Amerika Serikat dihadapkan pada sebuah kekhawatiran yang sangat nyata: jika Uni Soviet menjatuhkan bom nuklir pada pusat-pusat komando komunikasi, seluruh jaringan militer AS bisa lumpuh seketika. Solusinya bukan membangun pusat komunikasi yang lebih kuat — tapi membangun jaringan yang tidak memiliki pusat sama sekali. Inilah yang kemudian melahirkan ARPANET pada tahun 1969, proyek yang dibiayai oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Konsepnya revolusioner: packet switching. Alih-alih mengirimkan data melalui satu jalur terpusat seperti telepon, data dipecah menjadi paket-paket kecil yang masing-masing bisa menemukan jalurnya sendiri melalui jaringan. Jika satu jalur terganggu, paket akan mencari jalur lain secara otomatis. Pada 29 Oktober 1969, pesan pertama dikirimkan melalui ARPANET dari UCLA ke Stanford Research Institute. Pesan itu hanya dua huruf: "LO" — sistem crash sebelum sempat mengirimkan kata "LOGIN". Namun koneksi itu telah terjadi. Sejarah telah berubah. Taman Tertutup: Era Akademis 1970–1980an Selama lebih dari satu dekade, ARPANET adalah taman tertutup. Hanya universitas-universitas riset terpilih dan institusi militer yang memiliki akses. Publik umum tidak mengetahui keberadaannya. Pemerintah AS secara aktif mengontrol siapa yang boleh bergabung dan untuk tujuan apa. Namun di dalam taman tertutup itu, sesuatu tumbuh dengan cara yang tidak terduga. Para peneliti mulai menggunakan jaringan ini bukan hanya untuk berbagi data ilmiah, tapi juga untuk berkomunikasi secara personal. Email pertama dikirimkan oleh Ray Tomlinson pada tahun 1971 — dan tanda '@' yang ia pilih untuk memisahkan nama pengguna dari nama komputer kini menjadi simbol universal komunikasi digital. Pada tahun 1983, protokol TCP/IP distandarisasi — sebuah momen yang sering disebut sebagai "kelahiran internet modern". TCP/IP adalah bahasa universal yang memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Ini adalah fondasi yang hingga hari ini menopang seluruh internet global. KELAHIRAN WORLD WIDE WEB — KEPUTUSAN YANG MENGUBAH DUNIA Pada tahun 1989, seorang ilmuwan di laboratorium CERN di Swiss mengajukan sebuah proposal sederhana kepada atasannya. Tim Berners-Lee ingin membangun sistem untuk memudahkan para peneliti berbagi informasi. Atasannya menuliskan satu komentar di atas proposal itu: "Vague but exciting" — samar tapi menarik. Dua tahun kemudian, World Wide Web lahir. Berners-Lee menciptakan tiga komponen yang kini kita anggap biasa: HTTP (protokol transfer), HTML (bahasa markup halaman web), dan URL (alamat sumber daya). Bersama-sama, ketiganya membuat informasi di internet bisa diakses dengan cara yang mudah dipahami manusia. Pilihan yang Menentukan Segalanya CERN dihadapkan pada sebuah pilihan yang memiliki konsekuensi tak terhingga: mempatenkan World Wide Web dan mengendalikannya sebagai aset komersial, atau melepaskannya ke domain publik secara gratis. Pada tahun 1993, CERN membuat keputusan yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan dampaknya: WWW dilepaskan ke publik tanpa biaya, tanpa royalti, tanpa kendali. Siapapun bisa membangun di atasnya. Siapapun bisa menggunakannya. Keputusan ini mengubah segalanya. Dalam waktu dua tahun, jumlah situs web meledak dari puluhan menjadi puluhan ribu. Browser Mosaic dan kemudian Netscape membuat internet bisa diakses oleh orang awam tanpa pengetahuan teknis. Gerbang taman tertutup itu terbuka — bukan karena pemerintah mengizinkannya, tapi karena teknologinya sendiri yang mendorong pintu itu terbuka. Komersialisasi: Pintu Dibuka dengan Agenda Perlu dicatat bahwa sebelum tahun 1991, penggunaan internet untuk keperluan komersial secara eksplisit dilarang oleh National Science Foundation (NSF) yang mengelola tulang punggung internet AS. Larangan ini dicabut bukan karena kebaikan hati pemerintah — tapi karena kapitalisme melihat peluang ekonomi yang terlalu besar untuk diabaikan. Ini adalah pola yang berulang dalam sejarah teknologi: penguasa tidak "membebaskan" sesuatu karena idealisme. Mereka membebaskan sesuatu ketika potensi keuntungannya melebihi potensi ancamannya — atau ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi mengendalikannya. KEPANIKAN PENGUASA Begitu internet meledak ke publik, kepanikan menyusul di berbagai level kekuasaan. Para penguasa — baik pemerintah maupun korporasi — yang semula tidak memperhatikan internet secara serius, tiba-tiba menyadari bahwa sesuatu yang sangat sulit dikendalikan telah ada di tangan jutaan orang. Crypto Wars: Pertempuran untuk Enkripsi Salah satu pertempuran paling penting yang sering terlupakan adalah Crypto Wars di era 1990-an. Pemerintah AS mengklasifikasikan enkripsi kuat sebagai senjata — secara harfiah dimasukkan dalam kategori yang sama dengan senapan dan misil dalam peraturan ekspor senjata. NSA mengajukan proposal Clipper Chip: sebuah chip enkripsi yang akan dipasang di semua perangkat komunikasi, dengan satu perbedaan kritis — pemerintah akan memegang kunci cadangannya. Setiap komunikasi terenkripsi bisa dibuka oleh pemerintah kapan saja. Komunitas kriptografi dan publik menolak keras. Philip Zimmermann merilis PGP (Pretty Good Privacy) — enkripsi kuat yang bisa digunakan siapapun secara gratis. Pemerintah AS menyelidikinya selama tiga tahun dengan tuduhan ekspor senjata ilegal. Zimmermann tidak pernah didakwa. Dan enkripsi kuat kini ada di setiap smartphone di planet ini. Pengawasan Diam-diam: Revelasi Snowden Negara-negara Barat memilih pendekatan berbeda dari China atau Iran: biarkan internet berkembang bebas di permukaan, tapi awasi diam-diam di bawahnya. Pada tahun 2013, Edward Snowden membocorkan dokumen NSA yang mengungkap program PRISM — pengawasan massal terhadap seluruh traffic internet global, termasuk komunikasi dari warga negara asing. Revelasi ini mengkonfirmasi apa yang selama bertahun-tahun hanya menjadi teori: internet yang "bebas" di negara-negara demokratis pun berada di bawah pengawasan yang masif dan sistematis. Kebebasan internet, ternyata, adalah kebebasan yang diizinkan — bukan kebebasan yang sejati. APA SEBENARNYA INTERNET ITU? Hierarki Jaringan yang Sering Disalahpahami Untuk memahami mengapa internet tidak bisa dimatikan, kita harus memahami apa internet itu sebenarnya secara teknis. Banyak orang mengira internet adalah sesuatu yang dimiliki oleh satu perusahaan atau satu pemerintah. Ini adalah kesalahpahaman fundamental. Internet adalah hierarki jaringan yang saling terhubung: Intranet: jaringan privat dalam satu organisasi (kantor, universitas, rumah sakit). Sepenuhnya terisolasi dari luar jika dikehendaki.Local Area Network (LAN): jaringan dalam satu lokasi fisik. Komputer di ruangan yang sama bisa saling berkomunikasi tanpa menyentuh internet global sama sekali.Subnet: subdivisi dari jaringan yang lebih besar, memungkinkan routing yang efisien dan segmentasi keamanan.Internet: "jaringan dari semua jaringan" (network of networks). Bukan satu jaringan tunggal, tapi jutaan jaringan independen yang memilih untuk saling terhubung menggunakan protokol TCP/IP. Kata "internet" sendiri berasal dari "internetwork" — antar jaringan. Ini bukan nama produk atau layanan. Ini adalah deskripsi arsitektur: jaringan-jaringan yang saling terhubung. Desentralisasi sebagai Sifat Dasar, Bukan Fitur Tidak ada "server pusat internet". Tidak ada "tombol mati internet global". Ketika Anda mengirimkan data melalui internet, data itu melewati ratusan router yang dimiliki oleh ratusan entitas berbeda di puluhan negara berbeda — dan setiap router secara otomatis menemukan jalur terbaik yang tersedia. Ini bukan kebetulan. Ini adalah desain yang disengaja sejak awal — lahir dari logika militer bahwa jaringan harus tetap berfungsi meski sebagian besarnya hancur. Desentralisasi adalah DNA internet, bukan tambahan. UPAYA-UPAYA MEMATIKAN INTERNET China: Ambisi Terbesar, Kegagalan Terbesar China telah membangun infrastruktur sensor internet paling canggih dan paling mahal di dunia — The Great Firewall. Ribuan engineer bekerja penuh waktu untuk memblokir konten yang dianggap mengancam stabilitas politik. Google, Facebook, YouTube, Twitter, WhatsApp, semuanya diblokir. Hasilnya? Ratusan juta pengguna VPN aktif di China. Teknologi circumvention terus berkembang lebih cepat dari kemampuan Great Firewall untuk memblokirnya. Setiap kali satu celah ditutup, sepuluh celah baru terbuka. Perlombaan ini tidak pernah dimenangkan oleh sensor. Kasus-kasus Pemadaman Internet Beberapa negara telah mencoba memadamkan internet sepenuhnya — biasanya saat terjadi krisis politik atau militer. Myanmar saat kudeta 2021. Iran saat protes 2019. Ethiopia saat konflik Tigray. Hasilnya konsisten: pemadaman bersifat temporer, merusak ekonomi domestik secara masif, dan tidak pernah berhasil menghentikan penyebaran informasi sepenuhnya. Bahkan dalam kondisi pemadaman total, jaringan mesh lokal, radio amatir digital, dan koneksi satelit darurat tetap mempertahankan aliran informasi. Ketika pemerintah Mesir memadamkan internet saat Arab Spring 2011, para aktivis beralih ke koneksi dial-up melalui server di luar negeri dan siaran faks — teknologi yang dianggap sudah usang. Internet Satelit: Menutup Pintu Terakhir Sensor Starlink dan konstelasi satelit serupa telah secara fundamental mengubah persamaan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, koneksi internet yang tidak bisa diblokir oleh infrastruktur darat tersedia secara luas. Koneksi ini tidak melewati kabel laut yang bisa dipotong, tidak melewati ISP domestik yang bisa disensor, tidak melewati router yang bisa dikendalikan pemerintah. Satu-satunya cara memblokir Starlink adalah dengan menembak jatuh satelitnya — sebuah tindakan yang setara dengan deklarasi perang. Untuk semua tujuan praktis, internet kini tidak bisa dimatikan. MENJAWAB ARGUMEN "JIKA INTERNET MATI" Kini kita bisa menjawab argumen yang sering digunakan untuk meragukan aset digital: "Jika internet mati, Bitcoin/kripto akan menjadi sampah." Premis yang Salah Pertama, seperti yang telah kita telusuri, internet tidak bisa "mati" dalam pengertian yang absolut. Bahkan dalam skenario bencana sekalipun — perang besar, bencana alam masif, serangan siber skala penuh — yang akan terjadi adalah fragmentasi dan degradasi, bukan kematian total. Jaringan Lokal Tetap Berfungsi Yang sering diabaikan: dalam skenario di mana internet global terganggu, jaringan-jaringan lokal — intranet, LAN, mesh network — tetap berfungsi. Transaksi peer-to-peer dalam jaringan lokal tetap mungkin dilakukan. Protokol Bitcoin dan Monero tidak memerlukan koneksi ke server pusat manapun — mereka hanya memerlukan koneksi ke node lain. Ini identik dengan argumentasi yang sama terhadap internet itu sendiri: "Jika pemerintah memblokir seluruh internet, email dan web akan mati." Kenyataannya, komunitas selalu menemukan cara untuk tetap terhubung — melalui VPN, Tor, jaringan mesh, radio digital, atau teknologi yang bahkan belum terpikirkan hari ini. Perbandingan yang Lebih Jujur Jika argumen "jika internet mati" valid untuk meragukan kripto, maka argumen yang sama berlaku untuk hampir semua sistem keuangan modern. Seluruh sistem perbankan global bergantung pada internet. SWIFT, kartu kredit, transfer wire, semua bergantung pada konektivitas digital. Jika internet benar-benar mati secara total, sistem fiat digital pun akan kolaps jauh lebih cepat dari Bitcoin. POLA SEJARAH YANG TIDAK PERNAH BERUBAH Jika kita menarik garis dari mesin cetak Gutenberg hingga internet, dari enkripsi PGP hingga Monero, satu pola konsisten selalu muncul: Teknologi yang memungkinkan penyebaran informasi atau nilai secara bebas selalu mengancam mereka yang berkepentingan mengendalikan aliran tersebut.Penguasa selalu berusaha melarang, membatasi, atau mengendalikan teknologi tersebut.Upaya tersebut selalu gagal jika teknologinya benar-benar kuat secara fundamental.Kegagalan tersebut justru membuktikan dan memperkuat teknologi itu. Mesin cetak tidak bisa dihentikan. Enkripsi tidak bisa dihentikan. Internet tidak bisa dihentikan. Setiap teknologi yang bertahan dari upaya penghancuran tersebut keluar dengan fondasi yang jauh lebih kuat. Intensitas upaya penghancuran adalah ukuran paling jujur dari seberapa efektif dan mengancam sebuah teknologi bagi status quo. Tidak ada yang berusaha keras menghancurkan sesuatu yang tidak mereka takuti. JARINGAN YANG TIDAK BISA DIMATIKAN Internet lahir dari ketakutan akan kematian. Ia dirancang untuk bertahan dari kehancuran. Ia tumbuh bukan karena penguasa mengizinkannya, tapi karena sifat dasarnya — desentralisasi, protokol terbuka, tanpa titik kegagalan tunggal — membuatnya terlalu tangguh untuk dihentikan. Selama masih ada dua komputer yang terhubung satu sama lain dan bersepakat menggunakan protokol yang sama, internet masih ada. Mungkin lebih kecil. Mungkin lebih lambat. Tapi ia ada. Dan selama internet ada — dalam bentuk apapun, pada skala apapun — jaringan yang dibangun di atasnya pun tetap hidup. Teknologi yang benar-benar kuat tidak membutuhkan izin untuk bertahan. Ia hanya membutuhkan dua hal: protokol yang benar secara fundamental, dan komunitas yang mempercayainya. Internet bukan produk. Internet bukan layanan. Internet adalah ide bahwa jaringan harus milik semua orang — dan tidak ada seorangpun yang bisa mencabut sebuah ide yang sudah hidup di jutaan pikiran.
Mengapa Bitcoin Sulit Dijelaskan Kepada Lingkungan Di Sekitar Kita?
Hampir semua orang yang memahami Bitcoin pernah mengalami momen yang sama: duduk berhadapan dengan seseorang teman, keluarga, atau rekan kerja mencoba menjelaskan apa itu Bitcoin, dan gagal. Bukan karena penjelasannya buruk. Bukan karena pendengarnya tidak cerdas. Melainkan karena ada sesuatu yang struktural dalam sifat Bitcoin itu sendiri yang membuat penjelasan apapun terasa tidak pernah benar-benar cukup. Artikel ini menelusuri empat alasan mendasar mengapa Bitcoin adalah salah satu konsep yang paling sulit dikomunikasikan kepada orang awam dan mengapa kesulitan itu bukan sekadar masalah teknis. I. BITCOIN TIDAK MEMILIKI ANALOGI YANG SEMPURNA Ketika seseorang mencoba menjelaskan konsep baru, cara paling efektif adalah analogi. Temukan sesuatu yang sudah diketahui oleh pendengar, lalu hubungkan konsep baru ke dalamnya. Otak manusia memang bekerja dengan cara ini memahami hal baru dengan cara mengikatnya pada hal yang sudah familiar. Masalahnya, Bitcoin tidak memiliki padanan yang benar-benar akurat di dunia nyata. Setiap analogi yang tersedia hanya menangkap sebagian dari sifatnya, sambil secara bersamaan menyesatkan aspek yang lain. Disebut "uang digital" pendengar langsung membayangkan saldo rekening bank yang berbentuk angka di layar. Mereka kemudian bertanya: "Lalu apa bedanya dengan transfer bank biasa?" Analogi ini mengangkat aspek digitalnya, tetapi gagal menyampaikan aspek desentralisasi dan ketiadaan perantara. Disebut "emas digital" pendengar langsung beralih ke mode investasi. Mereka mulai berpikir tentang harga, spekulasi, dan kapan waktu yang tepat untuk membeli. Analogi ini mengangkat aspek kelangkaan dan penyimpan nilai, tetapi justru menanamkan framing yang paling menyesatkan: bahwa Bitcoin pada dasarnya adalah instrumen spekulatif. Disebut "protokol seperti email" ini mungkin analogi yang paling akurat secara konseptual, tetapi juga yang paling abstrak. Sebagian besar orang tidak benar-benar memahami apa itu protokol, dan analogi ini tidak memberikan gambaran konkret tentang apa yang bisa dilakukan Bitcoin. Disebut "buku besar digital yang dibagikan ke semua orang" pendengar menganggukkan kepala, tetapi tidak benar-benar memahami mengapa hal itu penting atau apa implikasinya. Setiap analogi menciptakan pemahaman parsial yang seringkali lebih berbahaya dari ketidaktahuan total, karena pendengar merasa sudah mengerti padahal yang mereka pegang hanyalah bayangan dari satu sisi objek yang jauh lebih kompleks. II. BITCOIN ADALAH JAWABAN ATAS PERTANYAAN YANG TIDAK PERNAH DITANYAKAN Ini adalah akar dari hampir semua kesulitan penjelasan Bitcoin, dan ini yang paling sering diabaikan. Sebelum Bitcoin, ada satu masalah dalam ilmu komputer terdistribusi yang dianggap sangat sulit diselesaikan: bagaimana dua pihak yang tidak saling percaya dapat menyepakati satu kebenaran yang sama, secara bersamaan, tanpa membutuhkan wasit atau otoritas pusat? Masalah ini dikenal sebagai Byzantine Generals Problem, dan dalam konteks keuangan digital ia berwujud sebagai pertanyaan: bagaimana mencegah seseorang membelanjakan uang digital yang sama dua kali tanpa melibatkan bank sebagai penengah? Bitcoin adalah solusi pertama yang berhasil menjawab pertanyaan tersebut. Namun inilah masalahnya: kebanyakan orang tidak pernah menyadari bahwa pertanyaan itu ada. Bagi mereka, sistem yang ada (bank, transfer antar rekening, kartu kredit) tampak bekerja dengan cukup baik. Mereka tidak pernah merasakan secara langsung keterbatasan fundamental dari sistem terpusat. Mereka tidak pernah perlu memikirkan apa yang terjadi ketika sebuah bank dibekukan, ketika pemerintah memblokir akses ke sistem keuangan, atau ketika dua pihak di negara berbeda harus bertransaksi tanpa lembaga perantara yang dipercaya bersama. Menjelaskan sebuah solusi kepada seseorang yang tidak menyadari adanya masalah adalah pekerjaan yang hampir selalu gagal. Bukan karena penjelasannya salah, melainkan karena pendengar tidak memiliki konteks untuk mengevaluasi mengapa solusi itu penting. Ini berbeda dengan menjelaskan teknologi baru yang memperbarui sesuatu yang sudah ada. Smartphone mudah dijelaskan karena semua orang sudah tahu apa itu telepon dan kamera. Mobil listrik mudah dijelaskan karena semua orang sudah tahu apa itu mobil. Bitcoin tidak memiliki preseden langsung yang dirasakan oleh pendengar awam sebagai masalah nyata dalam kehidupan mereka. Untuk memahami nilai Bitcoin secara mendalam, seseorang sebenarnya perlu terlebih dahulu memahami: Mengapa sistem keuangan terpusat memiliki kelemahan struktural yang inherenApa yang dimaksud dengan sensor transaksi dan mengapa itu relevanBagaimana inflasi bekerja pada level mekanisme pencetakan uang, bukan sekadar definisi kamusMengapa kepercayaan kepada pihak ketiga selalu mengandung risiko yang tersembunyi Membangun semua fondasi pemahaman ini sebelum bisa menjelaskan Bitcoin dengan efektif adalah beban yang sangat besar dan di sinilah sebagian besar percakapan runtuh jauh sebelum sampai pada penjelasan Bitcoin itu sendiri. III. BITCOIN BEROPERASI DI BEBERAPA LAPISAN SEKALIGUS Sebagian besar objek di dunia dapat didefinisikan dengan relatif mudah karena mereka beroperasi pada satu atau dua lapisan yang jelas. Mobil adalah kendaraan bermesin. Rumah adalah tempat tinggal. Bahkan internet pun dapat dijelaskan dengan cukup memadai sebagai "jaringan komputer global." Bitcoin tidak demikian. Ia beroperasi secara simultan pada setidaknya empat lapisan yang berbeda, dan setiap lapisan memiliki implikasi yang berbeda pula. Pada lapisan teknis, Bitcoin adalah protokol konsensus terdistribusi seperangkat aturan yang memungkinkan ribuan komputer di seluruh dunia untuk menyepakati satu versi kebenaran tentang siapa memiliki apa, tanpa ada satu pun komputer yang menjadi otoritas pusat. Pada lapisan ekonomi, Bitcoin adalah jaringan pembayaran dan penyimpan nilai dengan suplai yang terbatas secara matematis dan terjadwal tidak dapat dicetak lebih, tidak dapat disita tanpa akses ke kunci privatnya, dan dapat dikirimkan ke siapapun di manapun tanpa izin dari pihak manapun. Pada lapisan sosial, Bitcoin adalah koordinasi kolektif dari jutaan individu yang memutuskan untuk mempercayai dan mengikuti aturan yang sama tanpa ada satu entitas pun yang memiliki atau mengontrolnya. Pada lapisan politik, Bitcoin adalah pernyataan bahwa kontrol atas uang tidak harus berada di tangan negara atau lembaga keuangan tertentu sebuah proposisi yang memiliki implikasi besar terhadap hubungan antara individu dan institusi. Ketika seseorang menjelaskan hanya satu lapisan, pendengar mendapat gambaran yang tidak lengkap dan seringkali menyesatkan. Tetapi menjelaskan keempat lapisan sekaligus dalam satu percakapan adalah tuntutan yang tidak realistis bagi sebagian besar pendengar awam. IV. FRAMING AWAL YANG SALAH SANGAT SULIT DIKOREKSI Ada satu faktor eksternal yang memperparah semua kesulitan di atas: sebagian besar orang sudah memiliki gambaran tentang Bitcoin sebelum ada yang menjelaskannya kepada mereka. Dan gambaran itu hampir selalu salah.Media meliput Bitcoin terutama dalam dua konteks: ketika harganya naik dramatis, dan ketika harganya jatuh dramatis. Sesekali, Bitcoin juga muncul dalam berita kejahatan penipuan, pencucian uang, atau ransomware. Inilah framing yang ditanamkan ke dalam benak publik jauh sebelum ada percakapan yang lebih substansial. Framing ini tidak netral. Ia secara aktif membentuk cara seseorang memproses setiap informasi baru tentang Bitcoin. Ketika seseorang sudah terkondisi untuk melihat Bitcoin sebagai instrumen spekulasi atau alat kejahatan, penjelasan apapun tentang sifat teknisnya atau relevansi filosofisnya akan difilter melalui prasangka awal tersebut. Ini bukan masalah kecerdasan atau keterbukaan pikiran pendengar. Ini adalah cara otak manusia bekerja secara normal: informasi baru diinterpretasikan melalui kerangka yang sudah ada, bukan secara independen. Mengubah kerangka yang sudah terbentuk membutuhkan jauh lebih banyak energi kognitif daripada membangun pemahaman dari nol. Paradoksnya, seseorang yang sama sekali tidak pernah mendengar Bitcoin mungkin lebih mudah dijelaskan daripada seseorang yang sudah memiliki opini kuat berdasarkan berita-berita permukaan yang ia baca bertahun-tahun. Kesimpulannya, Bukan Masalah Teknis, Melainkan Masalah Konteks Bitcoin sulit dijelaskan bukan karena teknologinya terlalu rumit untuk dipahami orang awam. Banyak teknologi yang jauh lebih kompleks secara teknis rekayasa genetika, fisika kuantum, kriptografi asimetris dapat dijelaskan dengan cara yang memberikan pemahaman yang cukup memadai kepada pendengar awam. Kesulitan Bitcoin bersifat lebih mendasar: ia adalah solusi atas masalah yang tidak dirasakan, beroperasi pada lapisan yang tidak terlihat, dan sudah terlanjur dibingkai secara salah oleh mayoritas saluran informasi publik. Menjelaskan Bitcoin dengan efektif pada akhirnya bukan tentang menemukan analogi yang lebih baik atau menyederhanakan penjelasan teknisnya. Tetapi tentang membangun konteks membantu pendengar merasakan masalah yang dipecahkan Bitcoin sebelum memperkenalkan solusinya. Dan itu adalah pekerjaan yang jauh lebih panjang, jauh lebih sabar, dan jauh lebih jarang berhasil dalam satu percakapan. Mungkin itulah yang paling jujur untuk diakui, beberapa pemahaman memang tidak bisa dipercepat.
PROYEKSI BOTTOM — SIKLUS 4 dengan metode regresi linear.
ATH Penutup Siklus 3 (Terkonfirmasi) Tanggal : 2025-10-05 Harga : $126,272.00
Bottom Siklus 4 [ESTIMASI] Tanggal : 2026-09-26 Harga : $31,962.74 Jarak ATH: ~356 hari (proyeksi) Turun : -74.7% (proyeksi) Range : $21,581 - $33,404
Estimasi ATH Siklus 4 Tanggal : 2029-08-04 Harga : ~$238,623 Jarak Bot: ~1043 hari Naik : +647% Range : $79,621 - $1,710,148
⚠ DISCLAIMER: Proyeksi ini hanya referensi statistik berbasis pola historis. Bukan prediksi, bukan saran investasi. N siklus sangat kecil → interval ketidakpastian sangat lebar.
Cele Mai Revoluționare Proiecte Cripto Din Toate Timpurile!
În oceanul miliardelor de proiecte cripto, adesea ne pierdem în euforia pe termen scurt. Totuși, există o mică grupă de proiecte care au scris istoria, introducând inovații fundamentale și fiind primele care au reușit să implementeze soluții critice care au format landscape-ul descentralizării de astăzi. Aceasta nu este doar o simplă "altcoin", ci pilonii care au construit baza ecossistemului Web3. Am filtrat această listă cu criterii stricte: proiectul trebuie să fie autonom (nu un DApp sau token pe un alt blockchain) și să fie un pionier autentic în categoria sa, în special cel care se concentrează pe confidențialitatea implicită, mai degrabă decât confidențialitatea opțională, care adesea este ambiguă.
BTC, de la lansarea sa inițială, a suferit numeroase actualizări, mai ales în ceea ce privește implementarea adreselor BTC. Cu toate acestea, aceste schimbări au păstrat compatibilitatea inversă. Cu alte cuvinte, deși noile adrese au fost implementate, adresele vechi pot continua să fie utilizate. Mai jos sunt prezentate diferite tipuri de adrese BTC, ordonate cronologic după lansare: 1. P2PK L-am numit Satoshi Address deoarece acest tip de adresă a apărut prima dată. Este de obicei denumit "Pay-to-public-key" (P2PK). Această adresă este o cheie publică directă rezultată din cheia privată.