Ketika Bitcoin Hampir Ikut Tenggelam Bersama WikiLeaks
Bagaimana keputusan Julian Assange nyaris menghancurkan proyek yang mengubah dunia, dan mengapa Satoshi memilih menghilang selamanya. Tidak Ada Yang Percaya Bitcoin Pada Saat Itu Tahun 2008. Dunia sedang terbakar akibat krisis keuangan global. Di tengah kehancuran itu, seseorang (atau sekelompok orang), menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto mempublikasikan sebuah white paper: "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System." Respons komunitas kriptografi sangat pesimis. Bukan tanpa alasan. Sebelum Bitcoin, puluhan proyek mata uang digital telah mencoba dan gagal (DigiCash, b-money, Bit Gold). Para ahli kriptografi sudah kenyang dengan klaim besar yang berujung pada kehancuran. Namun kali ini ada yang berbeda. Nick Szabo, arsitek konsep Bit Gold. Hal Finney, pengembang kriptografi veteran yang menerima transaksi Bitcoin pertama dalam sejarah. Adam Back, pencipta Hashcash yang menjadi fondasi algoritma proof-of-work Bitcoin. Mereka melihat sesuatu yang orang lain lewatkan. Satoshi tidak hanya menulis kode. Ia membangun komunitas. Forum Bitcointalk menjadi markas besar. Satoshi hadir aktif mendiskusikan, menjelaskan, menjawab pertanyaan teknis yang kompleks dengan kesabaran luar biasa. Bug dilaporkan. Bug diperbaiki. Kepercayaan dibangun satu commit demi satu commit. Proyek ini tumbuh secara organik. Perlahan. Hati-hati. Terlalu hati-hati, ternyata, untuk menghadapi apa yang akan segera datang. WikiLeaks dan Bom yang Meledak 5 April 2010 WikiLeaks merilis sebuah video berjudul "Collateral Murder". Rekaman dari kokpit helikopter militer AS di Baghdad, 2007. Terlihat jelas: pasukan AS menembaki warga sipil, termasuk dua jurnalis Reuters, sambil menertawai korban yang berjatuhan. Dunia terguncang. Julian Assange (pendiri WikiLeaks) mendadak menjadi musuh publik nomor satu bagi pemerintah Amerika Serikat. Bukan hanya karena video itu. WikiLeaks kemudian membocorkan ratusan ribu dokumen diplomatik rahasia AS yang dikenal sebagai Cablegate, hasil kerja sama dengan Chelsea Manning, analis intelijen militer AS. Reaksi Washington: brutal dan sistematis. Seluruh rekening bank WikiLeaks diblokir. Visa, Mastercard, PayPal, semuanya menghentikan layanan ke WikiLeaks atas tekanan yang tidak pernah secara resmi diakui. Donasi dari seluruh dunia tidak bisa masuk. WikiLeaks membutuhkan solusi. Mereka menemukan Bitcoin. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bitcoin memiliki use case yang nyata dan sangat publik: menerobos blokade finansial sebuah negara adidaya. Satoshi Membaca Semuanya Di Bitcointalk, komunitas bergembira. Ini adalah momen validasi. Bukti bahwa Bitcoin bukan sekadar eksperimen akademis. Seorang pengguna bahkan mengajukan usulan secara eksplisit agar WikiLeaks aktif menggunakan Bitcoin. Pengguna lain bersemangat: "bring it on!" Satoshi membaca semuanya. Responsnya tidak mengandung euforia. Tepat pada 5 Desember 2010, ia menulis di Bitcointalk: "Tidak, jangan 'ajak saya'. Proyek ini perlu berkembang secara bertahap sehingga perangkat lunak dapat diperkuat seiring berjalannya waktu. Saya menyampaikan permohonan ini kepada WikiLeaks agar tidak mencoba menggunakan Bitcoin. Bitcoin adalah komunitas beta kecil yang masih dalam tahap awal. Anda tidak akan mendapatkan lebih dari uang receh, dan tekanan yang Anda timbulkan kemungkinan akan menghancurkan kami pada tahap ini."~ Satoshi Nakamoto, Bitcointalk, 5 Jelas. Tegas. Takut. Bukan karena Satoshi tidak bersimpati pada perjuangan WikiLeaks. Melainkan karena ia memahami sesuatu yang komunitas belum pahami: Bitcoin pada 2010 adalah proyek yang sangat rapuh. Jaringannya kecil. Kodenya belum teruji secara nyata di skala besar. Satu serangan terkoordinasi dari lembaga pemerintah AS bisa mengakhiri segalanya dalam semalam. Namun WikiLeaks tetap menerima donasi Bitcoin. Dan media mulai meliput. Sarang Lebah Diusik Beberapa hari kemudian, sebuah artikel diterbitkan di PC World dengan judul: "Could the WikiLeaks Scandal Lead to New Virtual Currency?" ("Mungkinkah Skandal WikiLeaks Mengarah ke Mata Uang Virtual Baru?") Bitcoin kini ada di radar media arus utama. Untuk pertama kalinya. Dan Satoshi menulis komentar lanjutannya tentang WikiLeaks di Bitcointalk: "Akan menyenangkan jika mendapatkan perhatian ini dalam konteks lain. WikiLeaks telah mengusik sarang lebah, dan kawanan lebah itu sedang menuju ke arah kita."~ Satoshi Nakamoto, Bitcointalk, 11 Desember 2010 Tiga belas kata itu, "Kawanan itu sedang menuju ke arah kita" , mengandung segala yang perlu diketahui tentang apa yang dirasakan Satoshi saat itu. Bukan kebanggaan. Bukan euforia. Ketakutan yang sangat nyata. Faktor Gavin Andresen Tepat ketika tekanan eksternal sedang memuncak, datang kabar dari dalam komunitas sendiri. Gavin Andresen, salah satu kontributor terpercaya Bitcoin, pengembang yang bahkan pernah menciptakan Bitcoin Faucet dan mengisinya dengan 10.000 BTC dari kantongnya sendiri untuk mengenalkan Bitcoin kepada publik secara gratis, mengumumkan secara publik di Bitcointalk bahwa ia akan bertemu dengan CIA untuk mempresentasikan teknologi Bitcoin. Bagi Satoshi, ini adalah titik kritis. Gavin bukan orang jahat. Ia adalah pengembang yang berdedikasi. Namun pengumuman CIA itu meletakkan Satoshi di posisi yang tidak bisa ia toleransi. Bayangkan posisi Satoshi pada saat itu: Identitasnya anonim, dijaga dengan sangat ketat.Ia menciptakan alat yang kini digunakan oleh organisasi yang sedang diburu FBI dan CIA.Dan sekarang, rekan komunitasnya akan bertatap muka langsung dengan badan intelijen AS untuk "menjelaskan" cara kerja teknologi tersebut. Dalam tradisi cypherpunk, ini bukan hanya ketidaknyamanan. Ini adalah ancaman eksistensial. Postingan Terakhir di Bitcointalk 12 Desember 2010. Satoshi menulis postingan terakhirnya di Bitcointalk. Bukan tentang WikiLeaks. Bukan tentang CIA. Bukan tentang ketakutannya. Tentang pekerjaan teknis yang belum selesai: "Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan pada DoS, tetapi saya sedang membuat versi awal dari apa yang sudah saya buat sejauh ini untuk berjaga-jaga jika diperlukan, sebelum mencoba ide-ide yang lebih kompleks. Versi yang saya buat adalah 0.3.19."~ Satoshi Nakamoto, Bitcointalk, 12 Desember 2010 Profesional hingga kata terakhir. Ia tidak berpamitan. Tidak berpidato. Tidak menulis manifesto perpisahan yang dramatis. Hanya catatan teknis tentang perlindungan denial-of-service, dan kemudian, keheningan total dari forum publik mana pun. Pesan Terakhir yang Pernah Ada Bulan-bulan berlalu. Satoshi masih sesekali berkomunikasi secara privat dengan beberapa pengembang inti. Hingga 23 April 2011. Mike Hearn, pengembang yang membangun BitcoinJ, implementasi Bitcoin dalam bahasa Java, mengirim email kepada Satoshi dan bertanya apakah ia berencana kembali ke komunitas. Satoshi menjawab: "Saya sudah beralih ke hal lain. Sekarang semuanya berada di tangan yang tepat bersama Gavin dan semua orang."~ Satoshi Nakamoto, email kepada Mike Hearn, 23 April 2011 Beberapa hari kemudian, Satoshi mengirim email terpisah kepada Gavin Andresen, menyerahkan alert key jaringan Bitcoin: kunci kriptografis yang memungkinkan siapa pun yang memegangnya untuk menyiarkan peringatan darurat ke seluruh jaringan. Ini bukan sekadar serah terima proyek. Ini adalah penghapusan diri secara sistematis. Gavin kini memegang kunci. Satoshi tidak lagi memiliki apa pun yang mengikatnya pada Bitcoin. Dan kemudian sebuah detail yang terasa terlalu besar untuk menjadi kebetulan: pada 27 April 2011, satu hari setelah Satoshi menyerahkan alert key, Gavin mengumumkan bahwa ia akan berbicara di markas CIA pada bulan Juni. Satoshi menghilang tepat sebelum pengumuman itu. Dompet yang Tidak Bisa Diselamatkan Inilah bagian yang jarang dibicarakan secara serius. Pada 2009–2010, Bitcoin Core tidak mengenal konsep seed phrase. Tidak ada 12 kata yang bisa ditulis di atas kertas. Tidak ada BIP-39. Tidak ada frasa mnemonik yang bisa dilaminating dan disimpan di dalam brankas. Yang ada hanya satu file: wallet.dat, sebuah basis data terenkripsi berisi kunci privat. Tidak lebih, tidak kurang. Electrum baru memperkenalkan konsep seed pada 2011, dengan format proprietary mereka sendiri (1.626 kata, bukan standar universal). BIP-39, standar seed phrase yang kini digunakan hampir semua dompet, baru dipublikasikan pada 2013. Hingga hari ini pun, Bitcoin Core tidak menggunakan BIP-39. Artinya: pada saat Satoshi menghilang, satu-satunya cara untuk mengamankan Bitcoin adalah menyimpan file wallet.dat secara fisik. Sekarang bayangkan ulang skenarionya dengan jujur: Anda adalah orang yang menciptakan alat yang kini digunakan oleh target utama FBI dan CIA. Identitas Anda anonim, namun investigasi forensik digital semakin canggih setiap harinya. Rekan kepercayaan Anda akan bertemu CIA bulan depan. Anda memegang sekitar satu juta Bitcoin, seharga ±$230.000 pada saat itu, yang tersimpan dalam sebuah file digital di komputer Anda. Apa yang Anda lakukan? Bagi seorang cypherpunk yang memahami cara kerja forensik digital lebih baik dari siapa pun, jawabannya bukan "sembunyikan." Bukan "enkripsi lebih kuat." Bukan "salin ke flash drive." Jawabannya adalah: hancurkan segalanya. Karena pada 2010, $230.000 tidak ada artinya dibandingkan kebebasan. Dan Satoshi tahu betul bahwa menyimpan wallet.dat dalam bentuk apa pun, di mana pun, adalah risiko yang tidak sepadan dengan nyawa. Mengapa Koin-Koin Itu Tidak Akan Pernah Bergerak Jika suatu hari dompet Satoshi bergerak, hanya ada dua kemungkinan yang layak dipertimbangkan secara serius: Pertama: Satoshi masih hidup, masih memegang wallet.dat asli, dan memutuskan untuk muncul kembali setelah lebih dari 15 tahun, skenario yang semakin tidak masuk akal setiap tahunnya. Kedua: Seseorang berhasil menjalankan algoritma Shor pada komputer kuantum dengan kapasitas yang cukup untuk memecahkan kurva eliptik secp256k1 (ECDSA-256), khususnya pada address P2PK era awal, di mana public key sudah terekspos langsung di blockchain tanpa lapisan perlindungan hash. Untuk skenario kedua: komputer kuantum terbaik yang ada saat ini, IBM Flamingo dengan sekitar 4.158 qubit fisik dalam konfigurasi multi-chip, baru memiliki sekitar 0,032% dari kapasitas fisik yang dibutuhkan (estimasi ±13 juta qubit fisik untuk serangan 1 jam, berdasarkan Webber et al., 2022). NIST memperkirakan komputer kuantum yang mampu mengancam ECDSA-256 tidak akan ada sebelum 2030–2040. Itupun jika perkembangan teknologi berjalan sesuai roadmap. Hambatannya bukan hanya jumlah qubit, melainkan tiga lapisan teknis yang harus diselesaikan bersamaan: jumlah qubit fisik, fidelitas per qubit, dan waktu koherensi. Koin-koin itu diam. Sudah lebih dari 16 tahun. Dan kemungkinan besar, akan terus diam selamanya, bukan karena dijaga, melainkan karena kuncinya mungkin sudah tidak ada. Postingan terakhir Satoshi Nakamoto di Bitcointalk. Saat artikel ini dibuat, Julian Assange akhirnya bebas pada Juni 2024, setelah 12 tahun berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London dan 5 tahun mendekam di penjara Belmarsh, Inggris. Melalui kesepakatan plea deal dengan Departemen Kehakiman AS. Ia kembali ke Australia sebagai orang bebas. Chelsea Manning dibebaskan lebih awal pada 2017, setelah Presiden Obama meringankan hukumannya. Bitcoin, yang pada Desember 2010 diperdagangkan seharga $0,23 per koin, kini menjadi aset dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar. Dan Satoshi Nakamoto? Tidak ada yang tahu. Mungkin ia menonton semua ini dari suatu tempat, tanpa sepeser pun Bitcoin yang pernah ia tambang. Atau mungkin tidak ada lagi yang tersisa untuk ditonton, karena hard drive-nya telah lama menjadi debu. Yang jelas: koin-koin itu diam. Dan keheningan itu, dengan caranya sendiri, adalah jawaban yang paling jujur dari semua yang pernah dikatakan Satoshi. .................. Referensi: https://satoshi.nakamotoinstitute.org/posts/bitcointalk/523/https://satoshi.nakamotoinstitute.org/posts/bitcointalk/threads/241/https://satoshi.nakamotoinstitute.org/quotes/general/https://blockchain.oodles.io/blog/satoshi-nakamoto-last-email/https://vancelian.com/en/news/the-elusive-satoshi-nakamoto-last-emails-reveal-bitcoin-creators-thoughts-before-disappearing-over-a-decade-agohttps://thedefiant.io/news/people/bitcoin-creator-satoshi-nakamoto-sent-final-email-to-mike-hearn-on-april-23-2011-6735013chttps://en.wikipedia.org/wiki/WikiLeakshttps://en.wikipedia.org/wiki/Satoshi_Nakamotohttps://avs.scitation.org/doi/10.1116/5.0073075
Eksploitasi yang berkaitan dengan mata uang kripto yang terjadi sejak awal Januari 2026 telah menarik perhatian saya pada satu entitas yang seringkali disebut-sebut namanya: Lazarus Group. Nama ini menjadi familiar di telinga saya sejak insiden Bybit Exploit. Hingga hari ini, entitas tersebut telah menarik perhatian dari para detektif on-chain, termasuk Specter dan juga ZachXBT. Ini juga membuat saya semakin memusatkan perhatian ke entitas tersebut. Kali ini di artikel ini, saya akan membagikan beberapa penelusuran saya tentang Lazarus Group yang mungkin tidak lengkap dan mungkin juga ada beberapa kesalahan yang perlu dikoreksi. Apa sebenarnya Lazarus Group ini? Mari kita telusuri lebih lanjut Akar Historis (Sebelum "Lazarus" Ada) Pembentukan kapasitas cyber Korea Utara jauh lebih tua dari nama "Lazarus" itu sendiri. Direktur NK Intellectuals Solidarity, Heung Kwan Kim, menyatakan Korea Utara terinspirasi dari unit cyberwar Tiongkok dan belajar dari mereka. Menyadari kekuatannya, Korea Utara mendirikan unit pertama di pemerintahan pusat pada 1993. Versi lain menyebut periode pembentukan sedikit berbeda: genesis Bureau 121 bisa dilacak ke akhir 1990-an ketika Korea Utara mulai menyadari potensi teknologi informasi sebagai alat pertahanan dan ofensif nasional. Rezim menyadari operasi cyber bisa jadi strategi peperangan asimetris melawan musuh yang superior secara teknologi, khususnya musuh utama mereka Korea Selatan dan Amerika Serikat. Riset lain (Hunt & Hackett) menyebut tahun pembentukan yang lebih spesifik: tanda-tanda paling awal Lazarus bisa dilacak ke 2007, saat Korea Utara di bawah kekuasaan Kim Jong Il, ayah dari pemimpin saat ini Kim Jong Un. Lazarus diyakini didirikan sebagai unit cyberwarfare di bawah Reconnaissance General Bureau (RGB), agensi intelijen utama Korea Utara. Pada periode ini, pengembangan kapasitas cyber dipandang esensial bagi strategi peperangan asimetris rezim. Kutipan ideologis penting dari Kim Jong Il yang menjelaskan mengapa rezim berinvestasi besar di cyber warfare: Kim Jong Il dikabarkan sangat mendukung pendekatan ini, menyatakan "serangan cyber itu seperti bom atom" dan "perang dimenangkan atau dikalahkan oleh siapa yang punya akses lebih besar ke informasi teknis militer musuh di masa damai." Meski tidak pasti, kemungkinan mereka juga berada di belakang serangan 2007 yang menyasar Korea Selatan. Operasi Pertama yang Terdokumentasi (Operation Troy) Serangan pertama yang dikenal dan diatribusikan ke kelompok ini disebut "Operation Troy", berlangsung dari 2009 sampai 2012. Sebuah kampanye cyber-espionage yang memanfaatkan teknik DDoS yang tidak terlalu sofistikan untuk menyasar pemerintah Korea Selatan di Seoul. Insiden hacking besar pertama Lazarus Group terjadi pada 4 Juli 2009, memicu awal dari "Operation Troy". Serangan ini menggunakan malware Mydoom dan Dozer untuk meluncurkan serangan DDoS skala besar namun tidak terlalu sofistikan terhadap website AS dan Korea Selatan. Rentetan serangan ini menghantam sekitar tiga lusin website dan menaruh teks "Memory of the Independence Day" di master boot record (MBR). Evolusi taktik berlanjut, serangan Maret 2011 yang disebut "Ten Days of Rain" menyasar media, finansial, dan infrastruktur kritis Korea Selatan, terdiri dari serangan DDoS yang lebih sofistikan yang berasal dari komputer yang dikompromikan di dalam Korea Selatan. Serangan berlanjut pada 20 Maret 2013 dengan DarkSeoul, serangan wiper yang menyasar tiga perusahaan penyiaran Korea Selatan, institusi finansial, dan satu ISP. Dari Espionase ke Pendanaan Rezim Titik balik strategis terjadi pasca-kematian pemimpin lama. Operasi paling awal Lazarus cenderung berfokus pada espionase dan disrupsi, terutama menyasar organisasi di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Setelah kematian Kim Jong Il pada 2011, Kim Jong Un berupaya memperluas visi ayahnya dan memanfaatkan kapasitas cyber negara untuk menghasilkan pendapatan bagi rezim. Struktur Komando. RGB, Bureau 121, dan Lab 110 Ini bagian paling kompleks dan paling sering disalahpahami, termasuk oleh media. Berikut breakdown struktur sesuai sumber paling kredibel (Mandiant/Google Cloud): Reconnaissance General Bureau (RGB), induk dari segalanya. RGB didirikan pada 2009, adalah agensi intelijen Korea Utara yang bertanggung jawab atas spionase, operasi rahasia, dan cyber espionage. RGB terdiri dari enam bureau berbeda, dengan Bureau ke-3 (Foreign Intelligence) dan Bureau ke-5 (Inter-Korean Affairs) yang memegang porsi utama operasi. Bureau 121 → Lab 110, evolusi unit utama. Menurut Mandiant: Lab 110 adalah titik fokus untuk "Lazarus Group" sebagai payung istilah. TEMP.Hermit, APT38, dan Andariel kemungkinan berada di bawah Lab 110. Lab 110 kemungkinan adalah versi yang diperluas dan direorganisasi dari "Bureau 121," yang sering disebut sebagai unit hacking utama Korea Utara. Pelaporan open-source sering menggunakan judul "Lazarus Group" sebagai payung istilah, merujuk pada banyak operator cyber Korea Utara, namun Mandiant melacaknya secara terpisah. Meski TEMP.Hermit paling sering disejajarkan dengan pelaporan Lazarus Group, peneliti dan sumber terbuka sering menggabungkan ketiga set aktor ini, bahkan terkadang semua APT Korea Utara, hanya sebagai "Lazarus Group". Nama "Bureau 121" diyakini berasal dari kombinasi nomor unit dan referensi umum ke kebijakan militer-utama Korea Utara yang dikenal sebagai "Songun". Ambiguitas yang belum terselesaikan, bahkan komunitas riset profesional mengakui bahwa tidak ada pemahaman umum di komunitas threat intelligence, akademisi, maupun otoritas negara tentang hierarki yang jelas terdefinisi atau organisasi unit cyber Korea Utara dan penamaan APT mereka masing-masing. Sumber akademik lain bahkan mencatat versi hierarki terbalik: sumber lama, seperti satu bab akademik dari peneliti Korea Selatan tahun 2019, menganggap Lab 110 justru berada di bawah Bureau 121, kontradiksi langsung dengan asumsi Mandiant bahwa Lab 110 adalah evolusi dari Bureau 121. Filosofi operasional dari Bureau 121 yang menjelaskan mengapa atribusi selalu sulit, ciri khas struktur operasional Bureau 121 adalah fokus pada kerahasiaan dan plausible deniability. Unit ini menggunakan taktik false flag dan memanfaatkan kelompok hacking yang seolah independen (seperti Lazarus Group) untuk lebih mengaburkan aktivitasnya. Ini memungkinkan Korea Utara menjauhkan diri dari aksi cybernya sambil tetap menikmati keuntungan dari disrupsi yang ditimbulkan. Bureau 325 (Unit yang Lebih Baru) Ada perkembangan struktural lebih lanjut yang relevan untuk konteks 2021+. Bureau 325 diumumkan secara publik pada Januari 2021, dan menunjukkan peningkatan tanggung jawab yang mengindikasikan kelompok ini telah dengan cepat memperoleh kepercayaan dari kepemimpinan senior DPRK dan kemungkinan memperoleh keunggulan posisi. Skala Total Kekuatan Cyber Korea Utara Di luar Lazarus spesifik, total kapasitas cyber negara jauh lebih besar: para ahli menyatakan ada antara 6.000 hingga 7.500 anggota tentara cyber Korea Utara, terbagi dalam beberapa divisi untuk melakukan cyberterrorism terhadap infrastruktur negara, institusi finansial, dan yang terbaru pembajakan teknologi pertahanan. Dalam hierarki ini, Unit 121 mengawasi Unit 180, Unit 91, dan Lab 110. PROFIL DETAIL SUB-UNIT BlueNoroff / APT38 / Stardust Chollima / Sapphire Sleet Fokusnya pada Mesin finansial utama. Aktif setidaknya sejak 2014, APT38 telah menyasar bank, institusi finansial, kasino, bursa kripto, endpoint sistem SWIFT, dan ATM di setidaknya 38 negara di seluruh dunia. Operasi signifikan: heist Bank of Bangladesh 2016 senilai $81 juta, serta serangan terhadap Bancomext dan Banco de Chile, sebagian serangan ini bersifat destruktif. Estimasi kekuatan personel: sekitar 1.700 anggota Sub-unit terkait: "CryptoCore" atau "Dangerous Password", kemungkinan subgrup dari APT38 yang juga fokus pada aktivitas finansial. Karakteristik operasional unik dari riset Kaspersky 2017: Kaspersky melaporkan bahwa Lazarus cenderung berkonsentrasi pada spionase dan infiltrasi, sementara sub-grup yang mereka sebut Bluenoroff berspesialisasi dalam serangan finansial. Kaspersky menemukan banyak serangan di seluruh dunia dan tautan langsung (alamat IP) antara Bluenoroff dan Korea Utara. Kaspersky juga mengakui bahwa repetisi kode bisa jadi "false flag" yang dimaksudkan untuk menyesatkan investigator dan menuduhkan serangan ke Korea Utara, mengingat worm WannaCry global menyalin teknik dari NSA juga. Ransomware ini memanfaatkan exploit NSA bernama EternalBlue yang dibocorkan kelompok hacker Shadow Brokers pada April 2017. Meski demikian, Symantec melaporkan pada 2017 bahwa "sangat mungkin" Lazarus berada di belakang serangan WannaCry. Andariel / Onyx Sleet / Jumpy Pisces Fokusnya pada operasi espionase terutama menyasar pertahanan, pemerintahan, dan infrastruktur kritis Korea Selatan, dengan peningkatan operasi ransomware terhadap organisasi kesehatan global. Estimasi kekuatan personel dan misi spesifik: menurut laporan 2020 dari Angkatan Darat AS, Andariel memiliki sekitar 1.600 anggota yang bermisi melakukan reconnaissance, asesmen kerentanan network, dan pemetaan network musuh untuk potensi serangan. Target lengkap dan vektor serangan: selain Korea Selatan, mereka juga menyasar pemerintahan, infrastruktur, dan bisnis negara lain. Vektor serangan meliputi ActiveX, kerentanan di software Korea Selatan, watering hole attacks, spear phishing (macro), produk IT management (antivirus, PMS), dan supply chain (installer dan updater). Malware signature: Aryan, Gh0st RAT, Rifdoor, Phandoor, dan Andarat. TEMP.Hermit Diyakini berfokus pada pengumpulan intelijen strategis, dikenal menyasar organisasi di sektor pemerintahan, pertahanan, telekomunikasi, dan finansial. Indikator Atribusi Resmi (Legal/Hukum) Pada Februari 2021, Departemen Kehakiman AS mendakwa tiga anggota Reconnaissance General Bureau l (agensi intelijen militer Korea Utara) atas partisipasi mereka dalam beberapa kampanye hacking Lazarus: Park Jin Hyok, Jon Chang Hyok, dan Kim Il Park. Jin Hyok sudah didakwa lebih awal pada September 2018. TRACK RECORD KRONOLOGIS LENGKAP Fase I, Espionase Murni (2009–2013) Fase II, Ekspansi Global & Destruktif (2014–2016) 2014: Sony Pictures Entertainment. Balasan atas film "The Interview" yang menggambarkan pembunuhan Kim Jong-un; kelompok ini mencuri dan membocorkan data rahasia termasuk film yang belum dirilis, informasi karyawan, dan email memalukan eksekutif; mengerahkan malware destruktif yang menghapus data dari ribuan komputer; membuat ancaman teror terhadap bioskop yang menayangkan film tersebut. FBI secara resmi mengatribusikan serangan ini ke Korea Utara, salah satu atribusi publik pertama serangan cyber besar ke aktor negara.2016: Bank Sentral Bangladesh. Percobaan pencurian hampir $1 miliar dari bank sentral Bangladesh menggunakan jaringan perbankan SWIFT (realisasi $81 juta yang berhasil dicuri). Fase III, Pivot ke Kripto (2017–2021) 2017: Lazarus dituduh menyerang bursa kripto Korea Selatan Bithumb. Pencuri cyber membawa hampir $7 juta mata uang digital, juga mendapatkan informasi pribadi pengguna yang tersimpan di server terkompromisasi. BBC melaporkan Korea Utara kemudian mampu memeras dana tambahan dari pemilik dengan imbalan menghapus data tersebut.2017: WannaCry menginfeksi lebih dari 200.000 komputer di 150 negara, melumpuhkan sistem kritis termasuk NHS Inggris.2017: Youbit bangkrut setelah 17% aset dicuri; NiceHash kehilangan 4.500+ BTCAgustus 2021: Poly Network exploit Fase IV, Era DeFi Masif (2022–2024) Maret 2022: Ronin Network/Axie Infinity ($620–625 juta), dikonfirmasi FBI sebagai kerja Lazarus + APT38Juni 2022: Harmony Horizon Bridge ($100 juta), dikonfirmasi FBI2023: Diversifikasi target tinggi, ($300+ juta) total kerugian (17,6% dari kerugian tahun itu), termasuk Atomic Wallet ($100 juta), Stae.com ($41 juta, dikonfirmasi FBI), CoinEx, Alphapo, CoinsPaid (kombinasi $308,6 juta Juni–September)Mei 2024: DMM Bitcoin ($308 juta) Fase V, Eskalasi Ekstrem (2025–2026) Februari 2025: Bybit ($1,5 miliar), heist tunggal terbesar dalam sejarah menurut FBI. Modusnya, kode berbahaya disuntikkan ke software wallet, menipu operator agar menyetujui transaksi ke alamat hacker.12 Maret 2026: OFAC menambah sanksi baru menyasar jaringan IT worker DPRK18 April 2026: Drift Protocol ($285 juta), lalu KelpDAO/LayerZero ($292 juta) server LayerZero dikompromikan, token Ethereum dikuras via pesan cross-chain palsu; dampak meluas hingga $13 miliar TVL tergerus dari seluruh DeFi dalam 2 hariApril 2026: Kampanye malware "Mach-O Man", kit malware macOS modular dari divisi Chollima, delivery via teknik ClickFix (korban diminta paste command terminal Mac untuk "memperbaiki" masalah koneksi palsu), self-deleting setelah eksekusi STATISTIK KUMULATIF & SKALA DPRK mencuri $2,02 miliar pada 2025 (naik 51% YoY) total akumulasi sepanjang masa $6,75 miliar.Hingga April 2026, hacker Korea Utara menyumbang 76% dari seluruh nilai hack kripto global.Chainalysis menempatkan kumulatif pencurian kripto terkait DPRK di $6,75 miliar antara 2019 hingga akhir 2025, dipimpin oleh perolehan rekor $2,02 miliar tahun lalu.Cakupan geografis ekstrem, korban tersebar di puluhan negara dari Albania hingga Zambia, mencakup hampir seluruh benua.UN Panel of Experts memperkirakan dana hasil pencurian kripto membiayai porsi material dari program pengembangan misil balistik dan senjata nuklir Korea Utara. MODUS OPERANDI TEKNIS Social Engineering & Fake Recruitment Lazarus semakin canggih menggunakan social engineering berbasis AI. Aktor dengan identitas palsu lengkap resume, portfolio, dan kemampuan interview telah menyusup ke pipeline rekrutmen perusahaan. Evolusi IT Worker Scheme Program berevolusi dari operatif yang melamar pekerjaan remote di perusahaan kripto, menjadi orkestrasi proses rekrutmen palsu, menyamar sebagai recruiter perusahaan Web3/AI ternama untuk memanen kredensial, source code, dan akses VPN. Operasi Lintas Negara Banyak operatif bekerja dari lokasi luar negeri (terutama China, tapi juga Rusia, Asia Tenggara, dan Eropa Timur) untuk mengakses infrastruktur internet yang lebih baik dan mempertahankan keamanan operasional. Sistem Pendidikan Pemasok Talenta Kim Il-Sung University: universitas paling prestisius negara dengan program khusus computer science dan keamanan informasi.Mirim College: dikenal untuk melatih spesialis computer warfare.Korea Automation Center: melakukan pelatihan teknis lanjutan untuk personel cyberwarfare. Siswa terpilih menjalani pelatihan bertahun-tahun sebelum ditempatkan di unit operasional. Pencucian Dana Pasca-Heist Alur laundering mengikuti empat tahap, dimulai dari pergerakan cross-chain cepat dalam hitungan jam dana di-bridge dari chain asal ke Ethereum untuk likuiditas dan opsi mixing lebih besar. Pasca sanksi Tornado Cash dan vonis Roman Storm, respons mereka adalah adaptasi, bukan penurunan aktivitas. Jalur konversi fiat: dana sering mengalir ke marketplace P2P seperti Paxful dan Noones. Transaksi Bitcoin terbaru yang ditandai sebagai dompet milik Lazarus Group (menurut Arkham Intelligence) tercatat di Blockchain Bitcoin 3 hari yang lalu. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Penting untuk dipahami bahwa struktur organisasi Lazarus yang dipaparkan di atas (RGB, Lab 110, Bureau 121, hingga sub-unit seperti BlueNoroff dan Andariel) bukanlah hierarki yang disepakati bulat oleh komunitas keamanan. Bahkan lembaga riset sekaliber Mandiant dan EuRepoC mengakui belum ada konsensus pasti soal siapa membawahi siapa. Ini bukan kegagalan riset, melainkan hasil dari desain operasional Bureau 121 sendiri yang sejak awal mengutamakan kerahasiaan dan plausible deniability. Risiko false-flag juga tidak pernah benar-benar tertutup. Kaspersky sendiri pernah mengakui pada 2017 bahwa kemiripan kode bisa jadi rekayasa untuk menyesatkan investigator. Mengingat WannaCry, salah satu serangan paling diasosiasikan dengan Lazarus, justru memanfaatkan tools NSA yang dicuri Shadow Brokers. Begitu pula penyebutan "Lazarus" dalam insiden-insiden terbaru seperti Bybit dan KelpDAO: banyak laporan awal masih berstatus "indikasi" atau "kemungkinan atribusi" dari vendor keamanan swasta, bukan konfirmasi forensik resmi dari lembaga seperti FBI. Demikian juga angka kekuatan personel yang sering dikutip (1.600 hingga 1.700 per unit, atau total 3.300–7.500 anggota) berasal dari estimasi sumber yang berbeda-beda dengan metodologi yang tidak terbuka ke publik, sehingga patut diperlakukan sebagai perkiraan, bukan fakta pasti. Sumber: 1. VOA News — Where Did North Korea's Cyber Army Come From?2. TerraZone — Lazarus Group: The Complete Guide to North Korea's Dangerous Cyber Threat Actors3. Hunt & Hackett — Threat Actor Profile: Lazarus4. Wikipedia — Lazarus Group5. Mandiant / Google Cloud Blog — Not So Lazarus: Mapping DPRK Cyber Threat Groups to Government Organizations6. EuRepoC (European Repository of Cyber Incidents) — APT Profile: Lazarus Group7. UMA Technology — Bureau 121, North Korea's Elite Cyber Hacking Unit8. Bugcrowd — Lazarus Group Glossary9. MITRE ATT&CK — Group G0032 (Lazarus Group)10. ResearchGate — "Lazarus" The North Korean Hacker Group (jurnal akademik)11. Chainalysis — 2026 Crypto Crime Report12. CertiK — riset kampanye malware "Mach-O Man" Sumber gambar: - Arkham Intelligence- Mempool Space (transaski Bitcoin)
Pergerakan Dana Exploit Humanity Protocol & Kelp DAO
Analisis on-chain terbaru mengungkapkan adanya hubungan erat antara dua insiden peretasan besar yang terjadi baru-baru ini. Berdasarkan temuan detektif kripto ZachXBT, dana yang berasal dari eksploitasi Humanity Protocol dan Kelp DAO kedapatan dicampur menjadi satu dalam sebuah transaksi teranyar. Peristiwa pencampuran aset ini terdeteksi melalui hash transaksi: 5d31655a905b1b39ce1a477268b5084cc821157371860b792e60a3fa4aa24931 Kesamaan pola dan pergerakan dana ini memicu indikasi kuat adanya tumpang tindih pelaku atau koordinasi aktor penyerang yang sama di balik kedua insiden tersebut. Kronologi kasus pertama bermula pada 18 April 2026, saat protokol restaking Kelp DAO kehilangan dana sekitar $292 juta. Peretasan tersebut menyasar jembatan lintas rantai (bridge) LayerZero akibat kompromi pada infrastruktur keamanan kunci. Grup peretas kawakan asal Korea Utara, Lazarus Group, diduga kuat menjadi dalang utama di balik eksploitasi skala besar ini. Kasus kedua terjadi pada 9 Juni 2026 yang menimpa Humanity Protocol. Eksploitasi ini berhasil menguras dana sekitar $32 juta langsung dari alamat dompet tim dan pihak pengembang. Investigasi awal menunjukkan bahwa insiden ini dipicu oleh perangkat pengembang yang berhasil diretas oleh pihak luar. Sebelum temuan pencampuran dana ini mencuat, token $H milik Humanity Protocol sempat diterpa isu miring. Komunitas kripto sempat mencurigai adanya keterlibatan pihak internal (insider job) karena eksploitasi terjadi sesaat sebelum jadwal pembukaan kunci (token unlock) bagi investor, ditambah adanya kekhawatiran manipulasi pasokan serta taktik pembuatan pasar aktif di bursa terpusat (CEX). Namun, bukti terbaru mengenai konsolidasi dana hasil curian Kelp DAO dan Humanity Protocol ke dalam satu wadah ini secara efektif menepis spekulasi keterlibatan pihak dalam. Pola pencucian uang ini justru mengarahkan indikasi pada kelompok peretas profesional berskala internasional yang sama dengan kasus Kelp DAO. Investigasi mendalam atas jalur transaksi ini berhasil dilakukan berkat pelacakan bersama tim @specterinvestigation yang menandai aktivitas mencurigakan tersebut di blockchain. Sumber: Laporan On-Chain ZachXBT & @specterinvestigation.
Dua Bersaudara dari Texas Mengaku Bersalah dalam Perampokan Kripto Bersenjata Senilai $8 Juta di MinnesotaMinnesota. Dua bersaudara asal Waller, Texas, Isiah Angelo Garcia (25) dan Raymond Christian Garcia (24), telah mengaku bersalah atas tuduhan federal terkait perampokan kripto bersenjata yang melibatkan penculikan dan penyanderaan keluarga di Grant, Minnesota, September 2025.
Kasus ini menjadi contoh nyata “$5 Wrench Attack”, istilah dalam komunitas kripto yang menggambarkan kerentanan self-custody di mana keamanan digital dapat diakali dengan ancaman kekerasan fisik murah.
Menurut dakwaan, keduanya memasuki rumah korban secara paksa, mengancam keluarga dengan senjata api. Selama hampir sembilan jam, mereka menahan istri dan anak korban, sementara Isiah Garcia memaksa korban mentransfer kripto senilai jutaan dolar. Korban kemudian diculik ke kabin keluarga di utara Minnesota untuk mengambil perangkat penyimpanan dingin (cold wallet) tambahan, sehingga total kerugian melebihi $8 juta.
Kedua tersangka mengaku bersalah atas Interference with Commerce by Robbery. Mereka menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara dan wajib bayar restitusi penuh. Kasus ini mengingatkan pemegang kripto akan risiko “$5 Wrench Attack”, di mana brute force fisik jauh lebih efektif daripada serangan siber canggih.
FBI Minneapolis dan mitra penegak hukum berhasil membawa pelaku keadilan sebagai bagian dari peningkatan penanganan kejahatan kekerasan.
Sumber: Situs resmi U.S. Attorney’s Office District of Minnesota, pengumuman FBI, dan laporan media seperti KSTP, NBC News, serta ABC News (Juni 2026).
INDONESIA GELONTORKAN RATUSAN TRILIUN RUPIAH KE BANK BUMN UNTUK DORONG KREDIT
26 Juni 2026. Pemerintah Indonesia tengah dalam proses memperkuat likuiditas bank-bank milik negara (Himbara) melalui penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Dana tersebut telah mencapai sekitar Rp300 triliun sejak pertama kali ditempatkan pada September 2025, dengan sinyal kuat bahwa nilainya akan ditambah dalam waktu dekat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan pada 26 Juni 2026 bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa dana yang ada bukan akan ditarik, melainkan berpotensi ditambah lagi. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa dana SAL senilai Rp300 triliun itu akan dikembalikan ke Bank Indonesia setelah masa penempatan berakhir pada September 2026.
Kebijakan ini hadir di tengah tekanan makroekonomi yang signifikan. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juni 2026 menjadi 5,75%, dipicu oleh pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan suku bunga tersebut memperketat likuiditas perbankan sehingga injeksi dana pemerintah menjadi krusial untuk menjaga momentum penyaluran kredit.
Di jalur kebijakan moneter, Bank Indonesia juga telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) senilai Rp418,1 triliun hingga pekan pertama Juni 2026. Bank-bank BUMN menyerap porsi terbesar sebesar Rp209,6 triliun.
Bagi pelaku pasar keuangan global, kombinasi antara ekspansi likuiditas domestik dan kenaikan suku bunga agresif mencerminkan kondisi yang kompleks: rupiah masih tertekan, namun otoritas berupaya menjaga kredit tetap mengalir. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal bahwa modal akan mencari imbal hasil lebih tinggi di aset alternatif.
Sumber: Bisnis.com (26/6/2026), Kontan.co.id (26/6/2026), Bank Indonesia, Tandaseru.id (23/6/2026)
DOJ Sita Infrastruktur Cloud Huione Group, Diduga Cuci Miliaran Dolar Hasil Penipuan Kripto
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 23 Juni 2026 mengumumkan penyitaan satu akun cloud computing yang digunakan oleh anak perusahaan Huione Group, konglomerat asal Kamboja. Akun tersebut menampung infrastruktur backend yang diduga membantu pelaku kejahatan memindahkan hasil penipuan investasi kripto dan cyber scam lintas blockchain, lalu mengonversinya ke sistem perbankan resmi tanpa terdeteksi.
Akun yang disita digunakan mengoperasikan Huione Guarantee, juga dikenal sebagai Haowang Guarantee. Menurut dokumen pengadilan, platform itu mengoperasikan kanal Telegram yang memuat penjualan data kartu kredit curian, hasil pencurian malware, perekrutan korban perdagangan manusia, hingga layanan pencucian uang dari romance scam. Huione Guarantee juga menyediakan layanan escrow bagi pencuci uang kripto.
Assistant Attorney General A. Tysen Duva menyebut akun ini sebagai tulang punggung teknologi yang memindahkan dan menyembunyikan miliaran dolar hasil penipuan, sebagian besar dari scam center Asia Tenggara. Penyitaan ini bagian dari Operation Riptide, kampanye FBI yang dimulai 9 Juni 2026.
Bersamaan dengan itu, FinCEN mengajukan aturan baru memperluas definisi Huione Group untuk mencakup H Pay Service PLC, entitas yang dinilai sebagai upaya menghindari sanksi lewat ganti nama. Treasury juga menjatuhkan sanksi baru terhadap sembilan individu dan 26 entitas terkait Prince Group.
Menurut FBI Internet Crime Complaint Center, warga AS melaporkan kerugian lebih dari 20 miliar dolar AS akibat penipuan daring pada 2025, naik 26 persen dari tahun sebelumnya. UNODC sebelumnya menyebut Huione Guarantee telah mencuci sedikitnya 24 miliar dolar AS hingga akhir 2024.
Sumber: rilis resmi DOJ dan FinCEN, 23 Juni 2026; Federal Register; liputan The Block, Decrypt, CyberScoop, thehackernews.
$18 JUTA $USDC terkunci di Morpho setelah tiga pasar kurator AlphaPing (msY, AVLT, dan AZND) bermasalah sekaligus. Total eksposur bermasalah diperkirakan melampaui $28 juta.
Token msY dari MainStreet Finance anjlok 70–85% pada 20 Juni setelah penyedia proof-of-reserves, Accountable, memutus kontrak karena MainStreet "gagal memenuhi standar verifikasi." Pasar msY/USDC di Morpho langsung 100% utilized, $18 juta dana depositor terkunci.
oracle RedStone masih menampilkan harga lama ($1,06), sehingga liquidasi belum terpicu sama sekali. Borrower yang kolateralnya sudah worthless tidak punya insentif untuk melunasi utang. Tanpa perubahan oracle, pasar bisa stagnan permanen. Jika oracle diperbarui ke harga riil, liquidasi massal terjadi dan kerugian penuh ditanggung depositor. Resolusi diperkirakan membutuhkan 60–340 hari.
Altura mengalami rush penarikan $8,5 juta dalam 24 jam, lalu umumkan wind-down 21 Juni. Mereka sendiri akui "maturity mismatch antara posisi on-chain dan off-chain." Eksposur AlphaPing ke AVLT: lebih dari $10 juta. Token AVLT sudah depeg 11%.
Mu Digital klaim unwind obligasi sudah dimulai, pembayaran diharap "mulai minggu depan." Belum ada bukti on-chain yang bisa diverifikasi secara independen.
AKAR MASALAH: Vault berlabel "delta-neutral" ini ternyata menempatkan ~44% asetnya di dua pasar RWA tidak likuid sekaligus. Kurator bahkan terus mengisi pasar bermasalah melalui fitur otomasi Public Allocator Morpho setelah sinyal peringatan sudah terlihat publik. Dalam pembaruan resminya hari ini, AlphaPing tidak menyinggung kegagalan manajemen risiko ini sama sekali.
Situasi masih berkembang. Belum ada konfirmasi independen per 26 Juni 2026.
26 Juni 2026, On-chain investigator ZachXBT mengeluarkan community alert via Telegram: AscendEX (dahulu BitMax) diduga menghadapi krisis likuiditas. Penarikan pengguna tertahan berhari-hari hingga berminggu-minggu. Sebagian tidak diproses sama sekali.
ZachXBT menelaah hot wallet bursa via Arkham dan TRM. Hasilnya: saldo tipis pada aset utama, ETH, USDT, USDC, SOL. Wallet EVM 0x9838…/0x4240…, Tron TP523Z…, dua wallet Solana, semuanya tampak kering dari aset kapitalisasi besar.
Catatan: Hot wallet memang bukan gambaran lengkap reserve. Cold storage tidak selalu terverifikasi publik. Namun saldo tipis dikombinasikan laporan masif pengguna adalah sinyal kuning yang tidak bisa diabaikan.
Kronologi: - Mei 2026: AscendEX tangguhkan perdagangan USDR & EURR pascaserangan abnormal minting terhadap stablecoin StablR ($13,5 juta token tidak terdukung dicetak) - Juni 2026: laporan PAXG & aset lain terkunci di status "initiating" tanpa hash transaksi - Trustpilot (207 ulasan): estimasi 2.000–5.000 pengguna terdampak sejak 2024
Track record: Didirikan 2018 oleh George Cao & Ariel Ling. Desember 2021: diretas Lazarus Group (Korea Utara), $78 juta melayang dari hot wallet Ethereum, BNB Chain, dan Polygon.
Respon Resmi: Help center hanya mencantumkan pengakuan "keterlambatan teknis umum." Tidak ada pernyataan soal insolvency. Tidak ada proof of reserves yang dapat diverifikasi.
Polanya familier: penarikan macet, support menghilang, reserve dipertanyakan. Industri kripto sudah menyaksikan naskah ini berkali-kali, dan tidak selalu berakhir jinak.
Pengguna dengan aset aktif di AscendEX disarankan untiuk verifikasi mandiri via Arkham, dan pertimbangkan langkah selanjutnya.
Sumber: ZachXBT/Telegram · The Crypto Times · AscendEX Help Center · Gizmodo/StablR · CoinDesk (Des 2021)
Telah beredar aplikasi mobile Wallet Monero palsu di IOS (apple) yang meniru Monfluo Android
ACX (developer Monfluo) merespon secara singkat di obrolan matrix bahwa dia tidak berafiliasi dengan aplikasi tersebut.
Monfluo saat ini hanya didistribusikan melalui repository resminya di Codeberg. Tersedia hanya untuk Android.
Rilis terbarunya (terakhir saya periksa di repository Codeberg nya) sudah mendukung bahasa Indonesia setelah kontributor dengan nama samaran "Xorchi" (yang saya duga, dari indonesia) menambahkan terjemahan (strings.xml) bahasa Indonesia.
Sebelumnya juga pengembang dompet Bitcoin untuk desktop "Sparrow wallet" menyampaikan, yang juga dikutip oleh Bitcoin Magazine, bahwa ada lusinan aplikasi dompet Bitcoin palsu beredar di IOS (Apple), yang salah satunya meniru Sparrow Wallet. Sedangkan Sparrow hanya rilis untuk desktop.
Pelajarannya adalah, selalu pastikan dompet kripto yang kita install berasal dari sumber resmi yang terverifikasi. Jika perlu, kita bisa verifikasi sumber aplikasi resminya dengan kunci publik GPG dan tandatangan GPG yang dipublikasi oleh developer. Itu adalah tradisi open-source yang sudah berjalan sejak beberapa dekade lalu. $XMR
25 Juni 2026, Magic Internet Money (MIM) kehilangan lebih dari 50% pegnya.
MIM pertama anjlok ke $0.74 pertengahan Juni, sempat rebound ke $0.89, lalu terjun ke $0.49 pada 24 Juni. Pola partial recovery → deeper crash adalah sinyal berbahaya di DeFi.
Akar masalah: Imbalance likuiditas di pool Curve Finance. Injeksi $100.000 pada 15 Juni dan distribusi 140 juta token SPELL pada 18 Juni gagal menahan tekanan jual. Supply MIM beredar: ~$104 juta.
Tindakan darurat: - Kenaikan bunga bertahap di seluruh Cauldron (termasuk pasar deprecated)
- Penghentian Curve bribes dan insentif langsung hingga peg pulih
- Logika: borrower dapat beli MIM diskon di pasar → lunasi utang senilai $1 → MIM terbakar → supply menyusut
Konteks makro: Bitcoin sempat turun di bawah $60.000, likuidasi kripto lintas pasar melampaui $994 juta, memperparah kondisi likuiditas DeFi secara keseluruhan.
Riwayat insiden: - Januari 2024, eksploit smart contract ($6,5 juta). - Oktober 2025, logic flaw exploit ($1,8 juta). Keduanya disertai depeg. Ini yang ketiga.
Risiko struktural: MIM bergantung pada kedalaman likuiditas DEX, bukan cadangan fiat. Ketika pool Curve tipis, tekanan jual kecil pun dapat memicu spiral depeg. Protokol sendiri mengakui: perbedaan antara peg teoritis dan likuiditas nyata di pasar.
Investigasi akar masalah masih terus berjalan. Tidak ada tanggal akhir untuk langkah darurat.
Sumber: CoinMarketCap, Abracadabra status page, PeckShieldAlert $SPELL $CRV
Produksi blok Base berhenti total setelah blok nomor 47.806.542 pada pukul 15:47 UTC, membekukan jaringan Layer-2 buatan Coinbase selama lebih dari satu jam.
Masalah pertama kali dilaporkan sekitar 16:03 UTC, dengan tim langsung mempublikasikan pembaruan secara terbuka melalui X. Pada 16:24 UTC tim mengonfirmasi sedang melakukan investigasi aktif, dan sekitar 16:52 UTC para insinyur mengumumkan telah mengidentifikasi akar masalah.
Pada 17:21 UTC, Base melaporkan sequencer internal dan node telah pulih secara parsial. Pada 17:51 UTC, sekuensing blok baru telah dilanjutkan dan node internal mulai melakukan sinkronisasi, namun investigasi akar masalah masih berlanjut. Operator node ekosistem diwajibkan me-restart node Base mereka untuk memulihkan sinkronisasi.
Akar masalah: Sebuah invalid block masuk ke dalam pipeline sequencer, dan begitu blok tersebut mendarat, jaringan tidak dapat memproduksi blok baru di luar blok 47.806.542. Dalam arsitektur blockchain, masalah konsensus jenis ini bersifat sangat destruktif, bukan sekadar memperlambat jaringan, melainkan menciptakan hard stop total. Node-node yang tidak sepakat mengenai validitas blok tersebut tidak dapat merekonsiliasi state dan melanjutkan chain.
Base belum mengungkapkan apa yang menyebabkan invalid block tersebut, atau apakah masalah berasal dari software bug atau fault konsensus lainnya.
Dampak: Mainnet deposits, withdrawals, produksi blok, dan software client semuanya terganggu selama insiden berlangsung.
Pengguna Base menghadapi transaksi yang membeku, panggilan RPC yang gagal, dan aktivitas DEX yang mendekati nol selama pemadaman berlangsung.
Insiden ini adalah demonstrasi klasik risiko arsitektur single point of failure pada L2 terpusat. Meski dana aman secara teknis (L1 Ethereum tetap berjalan normal), ketersediaan chain adalah soal terpisah dari keamanan aset, saldo tidak dapat digunakan jika jaringan beku. Post-mortem resmi masih ditunggu.
Serangan Phishing Target Pengguna Polymarket, Kerugian Capai ~$2.94 juta (~Rp 46 miliar)
Polymarket menjadi sasaran serangan phishing baru yang menyebabkan kerugian signifikan bagi para penggunanya. Menurut investigasi on-chain, total dana yang berhasil dicuri mencapai sekitar $2,94 juta (sekitar Rp 46 miliar, dengan kurs saat ini).
Peneliti on-chain SpecterAnalyst melaporkan bahwa penyerang telah menguras aset dari setidaknya 11 dompet korban yang menyimpan token PUSD. Dana curian kemudian dikonversi menjadi ETH dan dikonsolidasikan ke beberapa alamat dompet utama.
Tracker on-chain seperti Arkham menunjukkan bahwa portofolio yang terkait dengan “Polymarket drainer” ini telah mengumpulkan hampir 1.893K ETH, senilai sekitar $2,94 juta.
Modus OperandiKorban diduga tertipu melalui teknik phishing yang khas, di mana mereka mengklik tautan palsu atau berinteraksi dengan situs/web3 palsu yang menyamar sebagai Polymarket. Setelah dompet terkoneksi, penyerang langsung menguras aset yang ada, terutama PUSD, kemudian menukarnya dengan ETH untuk menyulitkan pelacakan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polymarket mengenai insiden terbaru ini.
Namun, komunitas kripto kembali diingatkan untuk selalu verifikasi URL, tidak pernah mengklik link mencurigakan, dan menggunakan hardware wallet atau multi-signature untuk dana dalam jumlah besar.Insiden ini menambah daftar kasus keamanan yang melibatkan Polymarket sepanjang 2026, di tengah popularitas platform tersebut sebagai tempat bertaruh prediksi berbagai peristiwa dunia.
Tips Pencegahan:Selalu akses Polymarket melalui situs resmi: polymarket.com Gunakan bookmark browser Aktifkan 2FA dan review izin wallet sebelum koneksi Hindari login melalui Google jika memungkinkan untuk mengurangi risiko phishing OAuth
Pengguna yang curiga menjadi korban disarankan segera memeriksa riwayat transaksi dompet mereka dan melaporkan ke komunitas on-chain untuk pelacakan lebih lanjut.
(Sumber: Analisis on-chain SpecterAnalyst dan data blockchain publik, 25 Juni 2026)
Indonesia baru saja mengekang para influencer kripto.
Regulator keuangan Indonesia telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan para influencer kripto dan keuangan untuk mengungkapkan promosi berbayar dan mendapatkan sertifikasi untuk merekomendasikan aset. Kerangka kerja tersebut, POJK No. 6/2026, mulai berlaku hari ini dan memberikan wewenang kepada pengawas untuk memblokir atau menangguhkan akun yang tidak mematuhi aturan.
Khusus untuk kripto, promosi kini hanya dapat dilakukan melalui saluran yang dioperasikan oleh penyedia berlisensi, dan para influencer yang mempromosikan kripto memerlukan sertifikasi kompetensi. Perusahaan yang mempekerjakan mereka tetap bertanggung jawab, menghadapi denda hingga 15 miliar rupiah, atau sekitar $835.000, atas konten yang diposting oleh influencer mereka.
Hal ini menyusul serangkaian skandal influencer keuangan di Indonesia, mulai dari denda miliaran rupiah akibat skema pump-and-dump pada bulan Februari hingga influencer yang dipenjara karena penipuan perdagangan yang merugikan investor ritel dalam jumlah besar. Kesepakatan yang sudah ada diberi waktu enam bulan untuk diselesaikan.
GNOSIS X DIRETAS. AAVE KEHILANGAN $6.6 MILIAR. DEFI SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA.
Hari ini, 25 Juni 2026, akun resmi @gnosis_ di X dikabarkan dikompromikan.
Penyerang memposting konten palsu, mengundang pengguna "voting rewards" dengan domain mencurigakan gnosis-io.com.
Komunitas langsung memperingatkan: scam, jangan klik, jangan sign apapun. Tim Gnosis sedang berupaya merebut kembali akses.
Ini bukan insiden pertama. Tiga minggu lalu, Gnosis Pay dihantam eksploit pada Zodiac Delay Module. Penyerang memicu transaksi dari Safe wallet pengguna tanpa otorisasi. Gnosis menjanjikan penggantian penuh seluruh kerugian. 18 April 2026. KelpDAO dieksploit via bridge LayerZero. Penyerang memalsukan pesan transfer, 116.500 rsETH senilai ~$292 juta dicetak tanpa backing. Aset palsu itu didepositkan ke Aave V3 sebagai jaminan. Penyerang meminjam ~$190 juta dalam ETH. Aave kini menghadapi potensi bad debt antara $123 juta hingga $230 juta.
Lalu Marc Zeller, pendiri Aave Chan Initiative, delegasi tata kelola paling berpengaruh di Aave, menulis: "If you have WETH on Aave V3 Core, withdraw now, ask questions later."
Lebih dari $6.6 miliar ditarik dalam hitungan jam. TVL anjlok dari $26.3 miliar ke $19.8 miliar. AAVE turun lebih dari 18%.
Konteks: Zeller sendiri sedang dalam posisi konfliktual. Sejak akhir 2025, ACI bersengketa dengan Aave Labs soal biaya swap yang dialihkan ke wallet Labs tanpa voting DAO. Zeller menerbitkan "audit" terbuka, mengklaim ~$5.5 juta biaya yang disebutnya tidak disetujui DAO.
Maret 2026: ACI mengumumkan keluar dari Aave. Komunitas terpecah, apakah tweet peringatan Zeller adalah alarm genuine, atau sabotase dari orang dalam yang kecewa?
Spark, kompetitor langsung Aave, sudah men-deprecate rsETH sejak Januari 2026. Mereka tidak terdampak.
Verify dulu, baru percaya.
Peringatan: Jangan klik link apapun dari @gnosis_ hari ini. Pantau channel resmi terverifikasi.
Sumber: PeckShield, The Block, CoinDesk, The Defiant $GNO
Binance sebenarnya sudah memfasilitasi dan memberi kemudahan user untuk untuk membaca hasil audit. Dengan adanya Binance AI, riset sederhana seperti ini saja sudah cukup untuk menjadi bahan pertimbangan dan kehati-hatian.
Sebagai contoh $NES yang ada di screenshot ini sudah menunjukkan bagian yang perlu diwaspadai. Namun kebanyakan pikiran sadar tertutup dengan ambisi dan harapan keuntungan besar yang terlalu menggebu-gebu. $NES
~5.000 $USDC kemungkinan dikuras dari tim anonim pada 23 Juni 2024 melalui eksploitasi ARB contract di HyperEVM.
Korban menulis pesan on-chain via IDM HyperEVM, mengakui eksploitasi terjadi, menyatakan ini adalah seluruh modal tim mereka, dan menawarkan bounty 500 USDC jika dana dikembalikan tanpa pertanyaan.
$M from ZachXBT: "A few hours ago the price of M (MemeCore) suddenly crashed >75% on centralized exchanges from $14B to $3.8B FDV falling outside of the top 25 tokens ranked by market cap.
Myself, Mlm, & Wazz previously highlighted a number of red flags on X about MemeCore with inorganic supply concentration and deceptive practices by its team to boost user numbers.
According to data on Arkham there's not been a single transfer >$50k onchain in 2+ weeks on BSC.
Dexscreener data indicates there's <$100K total liquidity onchain on BSC.
The community needs answers from Binance & Bybit about why M was listed for perps and why Kraken & Bitget listed M spot as these highly manipulated tokens continue to give our industry a bad reputation and extract from retail." $M
Beberapa jam yang lalu, harga $M (MemeCore) tiba-tiba anjlok >75% di bursa terpusat dari $14 miliar menjadi $3,8 miliar FDV, sehingga keluar dari peringkat 25 token teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
ZachXBT, Mlm, & Wazz sebelumnya telah menyoroti sejumlah tanda bahaya pada X tentang MemeCore dengan konsentrasi pasokan yang tidak organik dan praktik penipuan oleh timnya untuk meningkatkan jumlah pengguna.
Menurut data di Arkham, tidak ada satu pun transfer >$50 ribu di blockchain selama lebih dari 2 minggu di BSC.
Data Dexscreener menunjukkan total likuiditas di blockchain kurang dari $100 ribu di BSC.
Komunitas membutuhkan jawaban dari Binance & Bybit tentang mengapa M terdaftar untuk pelaku kejahatan dan mengapa Kraken & Bitget mendaftarkan M di pasar spot, karena token yang sangat dimanipulasi ini terus memberikan reputasi buruk pada industri kripto dan mengambil keuntungan dari investor ritel.
7.160 $BTC dan 98.850 $ETH (~$611 M) ditransfer oleh BlackRock ke ke Coinbase Prime selama 48 jam terakhir pada tanggal 24 juni 2026.
Transfer tersebut dilacak oleh Lookonchain dan dipandang sebagai potensi aktivitas penjualan di tengah lemahnya arus ETF kripto dan volatilitas pasar yang lebih luas.